Pemkab Magetan Siapkan Normalisasi Besar-besaran Atasi Banjir, Fokus Penanganan Jangka Pendek di Wilayah Kota
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai merumuskan langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, khususnya kawasan perkotaan. Upaya ini mencakup penanganan jangka pendek, menengah, hingga panjang dengan fokus utama pada normalisasi drainase dan sungai.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tengah dilakukan untuk mengidentifikasi akar persoalan sekaligus menentukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
“Secara garis besar, perlu dilakukan normalisasi besar-besaran terhadap drainase dan sungai di seluruh wilayah Magetan. Ini mencakup langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah memprioritaskan wilayah terdampak banjir di sekitar kota. Sejumlah langkah konkret pun segera dilakukan, di antaranya pengerukan alur sungai mulai dari belakang kantor Samsat hingga ke bagian hulu.
Selain itu, upaya penyodetan aliran air juga akan dilakukan dari wilayah Srogo menuju Sadon. Langkah ini bertujuan mengurangi debit air yang mengalir ke kawasan Baran, sehingga potensi banjir dapat ditekan sejak dari hulu.
Menurut Suyatni, langkah-langkah tersebut akan segera direalisasikan setelah penetapan status tanggap bencana. Status tersebut menjadi dasar administratif untuk mempercepat pelaksanaan penanganan darurat.
“Dalam satu hingga dua hari ke depan akan ditetapkan status kebencanaannya, sehingga penanganan yang sifatnya mendesak bisa segera dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah akan melanjutkan dengan perbaikan menyeluruh terhadap sistem drainase dan sungai, termasuk pelebaran saluran yang menyempit serta pengerukan bagian yang mengalami pendangkalan.
Tak hanya mengandalkan pemerintah, Suyatni juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fungsi drainase. Ia mengingatkan agar warga turut aktif membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, terutama dari sampah yang dapat menghambat aliran air.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kesadaran bersama sangat dibutuhkan agar drainase bisa berfungsi optimal,” imbuhnya.
Terkait aliran air dari kawasan hulu seperti Sarangan, ia menyebut penanganannya akan masuk dalam program jangka menengah dan panjang. Saat ini, fokus utama masih pada penanganan titik-titik banjir yang dinilai paling mendesak di wilayah perkotaan.
Dengan langkah terintegrasi tersebut, Pemkab Magetan berharap persoalan banjir dapat tertangani secara bertahap dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






