Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Gandeng Kejaksaan dan Kepolisian Kawal Transparansi Dana Rp. 10 Juta per RT

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 56 menit yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun mengawal pengelolaan dana Rp10 juta untuk setiap RT. (30/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Madiun Kota untuk memberikan penguatan dan pengawasan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah lingkungan yang didukung anggaran Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT).

Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun dalam Sosialisi Penguatan Peran Pokmas dalam Pengelolaan Sampah Lingkungan di Aula Kantor Kecamatan Taman pada Rabu (30/9/2026). Bagus menegaskan, penggunaan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut harus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan perencanaan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Madiun Komaidi dan Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riadi sebagai narasumber. “Karena ini pakai APBD, sehingga transparansi, pembelanjaan, dan lain-lain harus sesuai dengan perencanaan,” kata Bagus.

Menurut Bagus, pelibatan unsur kejaksaan dan kepolisian menjadi bagian dari upaya Pemkot Madiun memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pelaksanaan program sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

Dia mengatakan, setiap RT yang akan menggunakan anggaran Rp10 juta wajib terlebih dahulu menyusun rencana anggaran biaya (RAB) sesuai kebutuhan pengelolaan sampah di lingkungannya. RAB tersebut kemudian di review oleh pihak kelurahan sebelum proses pencairan dilakukan.

“RT itu mengajukan RAB untuk nanti bisa dilakukan pencairan, yang nanti akan direview oleh teman-teman di kelurahan,” ujarnya.

Bagus menekankan, kebutuhan pengelolaan sampah setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, penggunaan dana harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing RT, tetapi tetap mengacu pada perencanaan yang telah disusun.

Di Kecamatan Taman sendiri, dari total 399 RT, sebanyak 395 RT menyatakan akan mengambil anggaran tersebut. Hingga Rabu (30/9/2026), pencairan telah terealisasi pada 384 RT, sementara RT lainnya masih dalam proses.

Image Not Found
Sebanyak 384 RT di Kecamatan Taman telah mencairkan anggaran. Foto : Kris-Sinergia

“Kalau wilayah Kecamatan Taman, itu dari 399 RT, 395 yang menyatakan mengambil. Hari ini sudah terealisasi 384. Yang lainnya menunggu proses,” kata Bagus.

Bagus mengatakan, belum seluruh RT mencairkan anggaran bukan berarti program tersebut ditolak. Sejumlah RT masih menghadapi kendala teknis maupun administrasi yang perlu diselesaikan.

Salah satunya berkaitan dengan karakteristik wilayah. Beberapa RT di Kelurahan Taman berada di kawasan yang didominasi pertokoan sehingga membutuhkan penyesuaian dalam pengelolaan dan penyediaan tempat penampungan sampah.

“Jadi ada berbagai macam hal yang kalau kita bertemu ini, segala permasalahan bisa kelihatan,” ujarnya.

Selain persoalan teknis, sejumlah RT juga masih membutuhkan pendampingan dalam memenuhi persyaratan administrasi pencairan. Bagus mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan anggaran. Program tersebut juga melibatkan Pendekar Hijau dan Kader Hijau untuk mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

Dia menilai perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan. “Proses pasti berjalan. Tidak mungkin dalam sebulan, dua bulan, tiga bulan, bahkan enam bulan langsung berubah. Pasti semuanya melalui proses,” katanya.

Pemkot Madiun akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk memastikan pemanfaatan anggaran Rp10 juta per RT sesuai kebutuhan, perencanaan, dan ketentuan yang berlaku. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026. Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tangani 200 Lansia Ngebrok, Berikan Bantuan Sosial Rp. 8 Juta

    Pemkot Madiun Tangani 200 Lansia Ngebrok, Berikan Bantuan Sosial Rp. 8 Juta

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menyambangi sejumlah lansia ngebrok yang berada di Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo pada Selasa (4/3/2025). Dalam kesempatan ini, juga diserahkan santunan kepada para lansia. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang […]

    Bagikan
  • Dindik Jatim Keluarkan Kebijakan Peniadaan Wisuda Siswa SMA/SMK

    Dindik Jatim Keluarkan Kebijakan Peniadaan Wisuda Siswa SMA/SMK

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia – Dinas Pendidikan Jawa Timur resmi mengeluarkan kebijakan terkait kegiatan wisuda atau purnawiyata bagi siswa SMA dan SMK di wilayahnya. Dindik meminta untuk kegiatan wisuda atau purnawiyata untuk ditiadakan. Hal itu tertuang dalam surat edaran nomor 000.1.5/1506/101.5/2025 dan ditandatangani pada 6 Maret 2025. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengungkapkan kebijakan itu menyikapi keluhan […]

    Bagikan
  • Realisasi Pajak Daerah Capai 49 Persen, Bapenda Madiun Fokus Kejar PBB dan Pajak Restoran

    Realisasi Pajak Daerah Capai 49 Persen, Bapenda Madiun Fokus Kejar PBB dan Pajak Restoran

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai 49 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp. 174 miliar per 19 Juli lalu. Capaian ini dinilai sejalan dengan proyeksi anggaran kas yang telah ditetapkan dalam rencana tahunan. “Target kumulatif hingga triwulan kedua adalah 40 […]

    Bagikan
  • Angkat Topi Buat Ikatan Waria Madiun, Demo Potong Rambut Dalam Rangka HDI

    Angkat Topi Buat Ikatan Waria Madiun, Demo Potong Rambut Dalam Rangka HDI

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan berguna. Puluhan penyandang disabilitas di Kab Madiun memamerkan kreatifitasnya dalam berbagai hal, termasuk Ikatan Waria Madiun (IWAMA) di acara Hari Disabilitas Internasional (HDI), Rabu (18/12/2024). Para tuna netra ini, meski tak mampu melihat para disabilitas ini mampu menggunakan kedua tanganya untuk […]

    Bagikan
  • Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    Kisah Ully Haque Ussianti, Perempuan 36 Tahun yang Sukses Kembangkan Jamu Telang dan Buka Peluang Kerja

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di kawasan Kelurahan Demangan, tepatnya di Jalan Suwolobumi Gang Saptaloka, semangat wirausaha tumbuh dari tangan seorang perempuan. Dialah Ully Haque Ussianti, pemilik usaha bernama Malika yang dikenal sebagai produsen olahan bunga telang dan berbagai jamu tradisional. Usaha ini bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah ketidakpastian, Ully […]

    Bagikan
expand_less