Berita Terkini
Trending Tags

Penyelidikan Dugaan Kekerasan terhadap Bayi di Magetan Dihentikan, Keluarga dan Tim Hukum Ajukan Pertanyaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim kuasa hukum soroti penghentian penyelidikan dugaan kekerasan bayi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Kepolisian Resor (Polres) Magetan memutuskan menghentikan penyelidikan kasus dugaan kekerasan terhadap seorang bayi setelah dilakukan gelar perkara pada 6 Mei 2026. Keputusan tersebut menuai respons dari pihak pelapor yang menilai masih terdapat sejumlah hal krusial yang perlu dikaji lebih mendalam.

Tim kuasa hukum pelapor menyatakan tetap menghormati kewenangan aparat kepolisian dalam mengambil keputusan tersebut. Namun, mereka menilai rangkaian fakta yang telah dihimpun selama proses penyelidikan seharusnya menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.

Kuasa hukum pelapor, Husein Tamara Ubay, mengatakan sejak awal kasus ini dilaporkan secara resmi dengan didukung keterangan saksi serta dokumen medis yang menunjukkan adanya kondisi tidak wajar pada korban.

Menurutnya, sejumlah temuan, mulai dari kronologi kejadian hingga hasil pemeriksaan terhadap saksi dan tenaga medis, perlu dijelaskan secara komprehensif kepada publik. Ia mempertanyakan dasar kesimpulan yang menyatakan peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana.

“Seluruh rangkaian fakta, baik medis maupun keterangan para pihak yang telah diperiksa, seharusnya menjadi pertimbangan penting sebelum menyimpulkan bahwa ini bukan peristiwa pidana,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, korban yang masih berusia bayi sempat mengalami kondisi darurat dengan luka pada area mulut dan lidah hingga membutuhkan penanganan intensif. Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk dokter, saksi, hingga psikolog.

Husein menekankan bahwa penanganan perkara yang melibatkan anak, terlebih bayi, seharusnya mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perspektif perlindungan anak.

“Karena korban tidak mampu membela dirinya sendiri, pendekatan perlindungan anak seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proses hukum,” katanya.

Sementara itu, pelapor Sugiono menyampaikan kekecewaan keluarga atas penghentian penyelidikan tersebut. Ia mengaku keluarga belum merasakan keadilan atas kasus yang menimpa anaknya.

“Kami menghormati proses hukum, tetapi sebagai orang tua tentu merasa sedih. Harapan kami hanya agar peristiwa ini dapat diungkap secara terang dan objektif,” ujarnya.

Saat ini, tim hukum pelapor tengah mempelajari kemungkinan langkah lanjutan yang dapat ditempuh sesuai mekanisme hukum yang berlaku, termasuk opsi pengajuan upaya hukum lain.

Di sisi lain, pihak pelapor mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak berspekulasi di luar fakta hukum yang ada.

“Kami tidak ingin menimbulkan kegaduhan, namun kami juga memiliki hak untuk mengawal proses ini demi kepentingan perlindungan anak,” pungkas Husein. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    Waduh !! Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi Diduga Keracunan MBG

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SMK Negeri 1 Sine Kabupaten Ngawi pada Rabu (01/10/2025). 51 siswa dirujuk ke Puskesmas Sine dan Ngrambe usai menyantap MBG. Gejala yang dialami para siswa mulai dari pusing, mual hingga diare. Dari pantauan di lokasi, pasien harus ditangani di […]

    Bagikan
  • DKPP Kota Madiun Gelar Bazar Produk Olahan Ikan, Dukung Program Pencegahan Stunting

    DKPP Kota Madiun Gelar Bazar Produk Olahan Ikan, Dukung Program Pencegahan Stunting

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar Bazar Produk Olahan Ikan pada Jumat (13/06/2025) di Lapangan Gulun. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak, guna mencegah stunting sejak dini. Wali Kota Madiun, Maidi, yang turut hadir dalam acara tersebut […]

    Bagikan
  • Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    Dispertan Madiun : ID Food Akan Serap 20 Ribu Ton Gula Petani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Polemik pembayaran hasil panen tebu di Kabupaten Madiun belum tuntas. Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) mencatat, hingga tahun ini total lahan tebu di wilayah tersebut mencapai 2.388 hektare yang memasok bahan baku ke PG Rejoagung dan PG Pagotan. “Luasan ini tersebar di sejumlah kecamatan dan menjadi penopang produksi gula dua […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Motor Vs Truk Boks di Takeran Magetan, Pemotor Meninggal Dunia

    Kecelakaan Motor Vs Truk Boks di Takeran Magetan, Pemotor Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk boks terjadi di Jalan Raya Kawedanan–Takeran, tepatnya di depan Bidan Palupi Cahyorini, Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor Honda Supra, DRS (21), warga Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, meninggal dunia. Korban […]

    Bagikan
  • Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dua pekerja bajak sawah di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat hendak memperbaiki sambungan kabel pompa submersible, Sabtu (21/2/2026). Peristiwa nahas itu menimpa Yoni Asmoro (45) dan Puji Utomo (47) warga setempat. Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah tersetrum kabel yang diduga masih bertegangan […]

    Bagikan
  • DPRD Kabupaten Madiun Dorong Pemkab Madiun Segera Tangani 2 Jembatan Rusak Dampak Banjir Bandang

    DPRD Kabupaten Madiun Dorong Pemkab Madiun Segera Tangani 2 Jembatan Rusak Dampak Banjir Bandang

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Banjir Bandang sepekan terakhir sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat di Dusun Josaren Desa Sugihwaras Kecamatan Saradan dan di Dusun/Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Pasalnya, jembatan di 2 desa tersebut rusak bahkan putus. Rusaknya infrastruktur yang selama ini dijadikan akses jalan warga tersebut tak luput dari perhatian Legislatif.  Wakil Ketua […]

    Bagikan
expand_less