Pemkot Madiun Optimalkan Peran Pokdarwis Mengintegrasikan Destinasi Pariwisata
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus menggali potensi pariwisata. Meski tidak memiliki wisata alam, Kota Madiun memiliki destinasi wisata yang banyak dikunjungi seperti Kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Pahlawan Religi Center (PRC), juga wisata religi Masjid Kuncen dan Masjid Besar Kuno Taman.
Integrasi antar destinasi wisata tersebut kini tengah digodok oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat.
Plt Kepala Disbudparpora Kota Madiun, Noor Aflah dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menerangkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan di Kota Madiun terus mengalami peningkatan. Dari data analisis CCTV di kawasan PSC, tercatat sebanyak 9 juta pengunjung baik orang maupun kendaraan.

“Itu memperlihatkan bahwa Kota Madiun itu sangat strategis dan menarik dikunjungi. Jadi potensi ini harus dimaksimalkan dengan melengkapi sarana prasarana pendukung bagi wisatawan,” ujarnya Selasa (10/02/2026).
Pembinaan Pokdarwis ini turut mengundang berbagai unsur dari praktisi pariwisata serta pelaku sejarah Kota Madiun. Untuk itu, tiap kelurahan diharapkan dapat mengali potensi pariwisata lokal.
“Jadi nanti Pokdarwis dan kelurahan bisa mendapatkan gambaran potensi pariwisata di wilayahnya masing-masing. Ini juga upaya kami untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Kota Madiun,” tutup Noor Aflah.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengatakan bahwa Pemkot Madiun akan mengintegrasikan antar destinasi pariwisata. Tidak hanya menggunakan bus wisata, namun juga pengoperasian becak listrik wisata.
“Di Kota ini ada Masjid Kuncen juga Masjid Kuno Taman. Jadi Pokdarwis ini harus bisa membaca potensi dan menata wilayah. Tugas utamanya yakni bagaimana perekonomian sekitar wilayah wisata itu bisa berjalan,” terangnya.

Pemkot Madiun akan memaksimalkan sarana pendukung dalam integrasi kawasa PSC dengan destinasi wisata lainnya. Bus-bus wisata selama ini sudah banyak mengangkut wisatawan untuk keliling Kota Pendekar. Namun, kedepannya, juga bisa melintasi kawasan-kawasan destinasi wisata jujugan lainnya.
“Nanti akan kita tata polanya. Juga ada becak listrik, nah ini juga akan kita akomodir. Dishub juga sudah ploting tempat pangkalan becak listrik termasuk charger-nya. Jadi itu jadi becak wisata untuk mengantar wisatawan,” pungkas Bagus Panuntun.
Tidak hanya fokus pengembangan pariwisata, namun Pemkot nantinya juga melakukan penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kantong parkir. Konsep wisata religi terintegrasi tersebut akan menggabungkan edukasi sejarah dan ziarah. Keberadaan wisata mampu memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.(Kris).


- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung

