Pemkot Madiun Tindaklanjuti 4 Program Prioritas Presiden RI Prabowo Subianto
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 107
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menindaklanjuti empat program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Program tersebut diantaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih (KMP), serta pengelolaan sampah.
Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun (BP) usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (02/02/2026) lalu. Menurutnya, seluruh arahan pusat sudah ditindaklanjuti dan kini masuk tahap pelaksanaan.
’’Arahan Pak Presiden jelas. Program prioritas khususnya untuk kerakyatan, itu Pemerintah kota untuk memprioritaskan,’’ ujar Bagus Panuntun Jumat (06/02/2026).
Hingga kini, untuk MBG sudah beroperasi 20 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total pengajuan 30 dapur. Sementara itu, Koperasi Merah Putih (KMP) juga mulai berjalan. Dari 27 koperasi yang dibentuk di masing-masing kelurahan, sebanyak 19 sudah beroperasi.
’’Yang masih delapan kelurahan ini kendalanya tempat. Tapi sudah dikomunikasikan dan tim kelurahan sudah persiapan,’’ terangnya.
Untuk program Sekolah Rakyat, Pemkot Madiun telah menyiapkan lahan di wilayah Kelurahan Winongo. Luas lahan yang disiapkan sekitar delapan hektare.
“Dari Kementerian sosial akan datang ke Madiun untuk langsung survei dan berkomunikasi terkait pendidikan skolah rakyat,” imbuh Bagus.
Dalam program pengelolaan sampah, Plt Wali Kota menyatakan mekanisme program sudah dipersiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). ’’Jadi kita sudah menjalankan dan memproses semua arahan dari Pak Presiden. Dan harapannya sesuai target yang diinginkan Pak Presiden,’’ katanya.
Lebih lanjut, Bagus Panuntun menekankan terkait penguatan ekonomi daerah pada 2026. Anggaran yang sudah direncanakan dalam APBD akan dimaksimalkan dan dibelanjakan hingga Juli sesuai instruksi Kementerian Keuangan.
’’Tujuannya agar perputaran ekonomi tetap bergerak dan pelaksanaan program tidak menumpuk di akhir tahun,’’ ungkapnya.(Kris).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung

