Pernikahan Unik di Hari Kesaktian Pancasila, Akad Nikah Diawali Pengibaran Bendera
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Ada yang berbeda dalam prosesi pernikahan Agus Suprianto dan Eka Dwi Wahyuni di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Kamis (1/10/2026).
Berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, prosesi pernikahan diawali dengan nuansa kebangsaan. Sebelum akad nikah, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh mempelai pria, Agus Suprianto. Dalam prosesi tersebut, Agus dan Eka juga membawa bendera Merah Putih.
Sementara itu, Agus Suprianto merupakan warga Kecamatan Sampung dan Eka Dwi Wahyuni berasal dari Desa Krebet, Kecamatan Jambon. Pernikahan keduanya digelar di rumah mempelai wanita.
Kepala KUA Kecamatan Jambon, Meky Hasan Tachtarudin, mengatakan rangkaian tersebut sengaja dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keluarga.
“Kami KUA Kecamatan Jambon sebelum acara akad nikah melakukan pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan Indonesia Raya, dan mempelai pria membaca Pancasila,” kata Meky.
Menurutnya, Pancasila merupakan salah satu nilai yang dapat menjadi pemersatu bangsa. Karena itu, keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, terutama kepada anak-anak.
“Maksud dan tujuannya pada hari ini, Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila pemersatu bangsa. Keluarga adalah nilai pertama pendidikan Pancasila, terutama untuk anak-anaknya. Sejak dini ditanamkan, mudah-mudahan membawa kebaikan untuk keluarga mereka,” ujarnya.
Selain prosesi yang bernuansa kebangsaan, mahar dalam pernikahan tersebut juga cukup unik, yakni 30.000 NTD dan logam mulia seberat 3 gram, yang diserahkan secara tunai.
Pernikahan tersebut tercatat dalam dokumen KUA Jambon, Kabupaten Ponorogo, dengan tanggal pernyataan 24 September 2026.
Pernikahan yang berlangsung pada Hari Kesaktian Pancasila ini pun menjadi momen tersendiri bagi kedua mempelai dan keluarga. Awal kehidupan baru mereka diwarnai dengan Merah Putih, lagu Indonesia Raya, serta pengucapan Pancasila. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





