Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Pernikahan Unik di Hari Kesaktian Pancasila, Akad Nikah Diawali Pengibaran Bendera

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 108
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Agus dan Eka membawa bendera Merah Putih saat prosesi nikah. (1/10/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Ada yang berbeda dalam prosesi pernikahan Agus Suprianto dan Eka Dwi Wahyuni di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Kamis (1/10/2026).

Berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, prosesi pernikahan diawali dengan nuansa kebangsaan. Sebelum akad nikah, dilakukan pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh mempelai pria, Agus Suprianto. Dalam prosesi tersebut, Agus dan Eka juga membawa bendera Merah Putih.

Sementara itu, Agus Suprianto merupakan warga Kecamatan Sampung dan Eka Dwi Wahyuni berasal dari Desa Krebet, Kecamatan Jambon. Pernikahan keduanya digelar di rumah mempelai wanita.

Kepala KUA Kecamatan Jambon, Meky Hasan Tachtarudin, mengatakan rangkaian tersebut sengaja dilakukan untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui keluarga.

“Kami KUA Kecamatan Jambon sebelum acara akad nikah melakukan pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan Indonesia Raya, dan mempelai pria membaca Pancasila,” kata Meky.

Menurutnya, Pancasila merupakan salah satu nilai yang dapat menjadi pemersatu bangsa. Karena itu, keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, terutama kepada anak-anak.

“Maksud dan tujuannya pada hari ini, Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila pemersatu bangsa. Keluarga adalah nilai pertama pendidikan Pancasila, terutama untuk anak-anaknya. Sejak dini ditanamkan, mudah-mudahan membawa kebaikan untuk keluarga mereka,” ujarnya.

Selain prosesi yang bernuansa kebangsaan, mahar dalam pernikahan tersebut juga cukup unik, yakni 30.000 NTD dan logam mulia seberat 3 gram, yang diserahkan secara tunai.

Pernikahan tersebut tercatat dalam dokumen KUA Jambon, Kabupaten Ponorogo, dengan tanggal pernyataan 24 September 2026.

Pernikahan yang berlangsung pada Hari Kesaktian Pancasila ini pun menjadi momen tersendiri bagi kedua mempelai dan keluarga. Awal kehidupan baru mereka diwarnai dengan Merah Putih, lagu Indonesia Raya, serta pengucapan Pancasila. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    Sungai Bengawan Solo Meluap, Banjir Rendam Wilayah Kec. Pitu Ngawi

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia  | Kab. Ngawi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi pada Senin (20/1/2025) malam menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap di wilayah Kecamatan Pitu pada Selasa (21/1/2025). Hal itu mengakibatkan banjir merendam akses jalan utama di Desa Ngasinan, Kecamatan Pitu, yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kota Ngawi. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Ungkap Alasan Putus Hubungan dengan Imam Pejel, Singgung Soal Parkir hingga Proyek 

    Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Ungkap Alasan Putus Hubungan dengan Imam Pejel, Singgung Soal Parkir hingga Proyek 

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Kedekatan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan Aang Imam Subarkah alias Imam Pejel selama kurun 2019-2023, terungkap dalam persidangan keenam perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis (23/7/2026). Imam mengaku sempat dipercaya mengelola hotel, mengerjakan proyek penunjukan langsung (PL), mengelola uang miliaran rupiah, mengambil uang dari pemilik Rumah Sakit […]

    Bagikan
  • Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Magetan Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

    Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Magetan Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Magetan terus berjalan, meski masih berada pada tahap awal. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan, Muhtar Wahid, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua jalur yang sedang disiapkan pemerintah daerah untuk merealisasikan program pendidikan nasional tersebut. Muhtar menyebutkan bahwa alternatif pertama ialah menyiapkan […]

    Bagikan
  • Pemkot dan Baznas Tangani Rumah Tidak Layak Huni di Kota Madiun

    Pemkot dan Baznas Tangani Rumah Tidak Layak Huni di Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turun langsung menangani rumah warga yang kondisinya tidak layak huni. Salah satunya rumah di Kota Madiun yang tampak masih berdiri kokoh, namun bagian strukturnya rapuh dan membahayakan penghuninya. Wali Kota Madiun, Maidi, menyebut langkah cepat perlu dilakukan agar tidak menimbulkan korban, […]

    Bagikan
  • Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    Pengelola Tambang Sayutan Klaim Kantongi Izin Lengkap, Aktivitas Saat Ini Baru Pembukaan Akses

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik tambang galian C di Dusun Jeruk, Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih berlanjut. Di tengah tuntutan warga yang meminta aktivitas tambang dihentikan total, pihak pengelola mengklaim seluruh kegiatan telah mengantongi izin resmi dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Tim kerja CV Persada Tunggal Abadi, Sicuanto, mengatakan proses perizinan tambang […]

    Bagikan
  • BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – BTPN Syariah bersama Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar Aksi Semarak Daya di Graha Cendekia, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara BTPN Syariah dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNIPMA dalam mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan secara langsung melalui pendampingan kepada pelaku usaha mikro.Acara dibuka oleh Rektor UNIPMA, Supri Wahyudi Utomo, […]

    Bagikan
expand_less