Berita Terkini
Trending Tags

Kambing Kontes Bernilai Puluhan Juta Dipamerkan di Magetan, Warga Diajak Melirik Peluang Bisnis Ternak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ternak kontes bernilai puluhan juta tarik perhatian warga. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Puluhan kambing dan domba unggulan dari berbagai peternak di wilayah Eks Karesidenan Madiun dipamerkan dalam kegiatan Nyencang Bareng yang digelar di kawasan BUMDes Desa Rejomulyo, Kabupaten Magetan. Tak sekadar menjadi ajang berkumpul para penghobi ternak, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi masyarakat sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomi peternakan kambing dan domba.

Acara yang diinisiasi komunitas Sedulur Ternak Sekaresidenan Madiun tersebut menjadi penyelenggaraan perdana dengan menghadirkan berbagai jenis kambing dan domba berkualitas kontes, seperti Boer, Boer Peranakan (PE), hingga Dorper. Sebagian ternak yang dipamerkan bahkan memiliki nilai jual mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarpeternak sekaligus memperkenalkan hasil budidaya mereka kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa usaha peternakan kambing dan domba masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik.

“Di tengah anggapan bahwa harga kambing dan domba sedang turun, sebenarnya nilai jual tetap tinggi apabila ternak memiliki kualitas unggul. Karena itu masyarakat perlu diedukasi mengenai cara pemeliharaan yang baik agar menghasilkan ternak bernilai tinggi,” ujarnya.

Image Not Found
Ajang edukasi peluang bisnis peternakan kambing dan domba. Foto : Kus-Sinergia

Aris menambahkan, dipilihnya kawasan BUMDes sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Pemerintah desa ingin menjadikan BUMDes sebagai pusat kolaborasi berbagai komunitas produktif yang mampu menggerakkan perekonomian warga.

Saat ini BUMDes Rejomulyo juga telah mengembangkan usaha breeding atau pembibitan domba sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Meski masih dalam tahap perintisan, keberadaan peternakan tersebut diharapkan dapat berkembang melalui transfer ilmu dari para peternak yang telah lebih dahulu sukses.

“Harapannya kegiatan ini bisa rutin digelar setiap bulan sehingga Rejomulyo menjadi basecamp atau tempat berkumpul para peternak kambing dan domba dari Magetan maupun daerah sekitar,” kata Aris.

Salah seorang peserta, Haris Usman, membawa kambing Boer dan domba Dorper yang selama ini dikenal sebagai ras unggulan penghasil daging. Ia menjelaskan kedua jenis ternak tersebut memiliki pertumbuhan lebih cepat, efisiensi pakan yang baik, serta lebih tahan terhadap penyakit dibanding beberapa jenis kambing lainnya.

Menurut Haris, kondisi pasar saat ini memang belum sepenuhnya berpihak kepada peternak kambing dan domba komersial. Harga ternak dengan kualitas umum masih mengalami penurunan akibat lemahnya daya beli masyarakat. Namun kondisi berbeda terjadi pada ternak bibit unggul.

“Untuk kambing Boer yang kami kembangkan sebagai bibit unggul, harganya masih stabil karena memang pasarnya berbeda. Permintaannya tetap ada untuk perbaikan genetik peternakan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti Nyencang Bareng dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai berbagai jenis kambing dan domba beserta keunggulannya. Dengan demikian, calon peternak dapat memilih jenis ternak yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar.

Selain menjadi ajang promosi ternak unggulan, kegiatan tersebut juga menghadirkan wahana permainan keluarga sehingga menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengenal dunia peternakan sejak dini. Penyelenggara berharap sinergi antara komunitas peternak, pemerintah desa, dan BUMDes mampu melahirkan pusat pengembangan peternakan kambing dan domba yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Magetan dan wilayah sekitarnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kirab Pencak Silat Perdana Kota Madiun, Jadi Bukti Guyub Rukun Kota Pendekar

    Kirab Pencak Silat Perdana Kota Madiun, Jadi Bukti Guyub Rukun Kota Pendekar

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Langit cerah menyambut pelaksanaan Kirab Pencak Silat perdana di Kota Madiun pada Kamis (25/6/2026). Ribuan warga yang memadati sejumlah ruas jalan tampak antusias menyaksikan penampilan para pesilat dari berbagai perguruan yang turut memeriahkan agenda tersebut. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu menjadi momentum penting untuk menunjukkan wajah […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Gali Potensi Batik Khas Daerah, Motif Terbaik Akan Dipatenkan

    Pemkot Madiun Gali Potensi Batik Khas Daerah, Motif Terbaik Akan Dipatenkan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis budaya dengan menggali potensi para perajin batik lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama Sekretaris Daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) ke sejumlah sentra batik, Rabu (8/7/2026). Sejumlah perajin yang dikunjungi di […]

    Bagikan
  • Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    Minyakita Langka di Pasar Tradisional Ngawi, Harga Tembus Rp22 Ribu per Liter

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional di Ngawi, Jawa Timur. Sejak dua bulan terakhir, komoditas tersebut sulit ditemukan di lapak pedagang. Kalaupun tersedia, harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini masih terjadi pada Senin (20/4/2026) pagi. Minyakita dijual […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Distribusi 9.000 Liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun, Pengawasan Kualitas dan Harga Diperketat

    Bulog Madiun Distribusi 9.000 Liter MinyaKita di Pasar Besar Madiun, Pengawasan Kualitas dan Harga Diperketat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun kembali menyalurkan sebanyak 9.000 liter MinyaKita atau sekitar 750 kardus di Pasar Besar Madiun (PBM), Kamis (2/7/2026). Penyaluran rutin tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, menstabilkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memastikan kualitas minyak goreng yang beredar tetap aman bagi masyarakat. Kepala Perum […]

    Bagikan
  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum 7 Fraksi soal 5 Raperda 

    Bupati Madiun Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum 7 Fraksi soal 5 Raperda 

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan jawaban atas pandangan umum tujuh fraksi DPRD Kabupaten Madiun terkait lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD. Lima regulasi tersebut mencakup pemerintahan desa, perlindungan lahan pertanian, dana cadangan Pilkada 2029, penataan organisasi perangkat daerah (SOTK), serta penyertaan modal BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun. Jawaban tersebut disampaikan dalam […]

    Bagikan
expand_less