Berita Terkini
Trending Tags

Kambing Kontes Bernilai Puluhan Juta Dipamerkan di Magetan, Warga Diajak Melirik Peluang Bisnis Ternak

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 150
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ternak kontes bernilai puluhan juta tarik perhatian warga. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Puluhan kambing dan domba unggulan dari berbagai peternak di wilayah Eks Karesidenan Madiun dipamerkan dalam kegiatan Nyencang Bareng yang digelar di kawasan BUMDes Desa Rejomulyo, Kabupaten Magetan. Tak sekadar menjadi ajang berkumpul para penghobi ternak, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi masyarakat sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomi peternakan kambing dan domba.

Acara yang diinisiasi komunitas Sedulur Ternak Sekaresidenan Madiun tersebut menjadi penyelenggaraan perdana dengan menghadirkan berbagai jenis kambing dan domba berkualitas kontes, seperti Boer, Boer Peranakan (PE), hingga Dorper. Sebagian ternak yang dipamerkan bahkan memiliki nilai jual mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarpeternak sekaligus memperkenalkan hasil budidaya mereka kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa usaha peternakan kambing dan domba masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik.

“Di tengah anggapan bahwa harga kambing dan domba sedang turun, sebenarnya nilai jual tetap tinggi apabila ternak memiliki kualitas unggul. Karena itu masyarakat perlu diedukasi mengenai cara pemeliharaan yang baik agar menghasilkan ternak bernilai tinggi,” ujarnya.

Image Not Found
Ajang edukasi peluang bisnis peternakan kambing dan domba. Foto : Kus-Sinergia

Aris menambahkan, dipilihnya kawasan BUMDes sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Pemerintah desa ingin menjadikan BUMDes sebagai pusat kolaborasi berbagai komunitas produktif yang mampu menggerakkan perekonomian warga.

Saat ini BUMDes Rejomulyo juga telah mengembangkan usaha breeding atau pembibitan domba sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Meski masih dalam tahap perintisan, keberadaan peternakan tersebut diharapkan dapat berkembang melalui transfer ilmu dari para peternak yang telah lebih dahulu sukses.

“Harapannya kegiatan ini bisa rutin digelar setiap bulan sehingga Rejomulyo menjadi basecamp atau tempat berkumpul para peternak kambing dan domba dari Magetan maupun daerah sekitar,” kata Aris.

Salah seorang peserta, Haris Usman, membawa kambing Boer dan domba Dorper yang selama ini dikenal sebagai ras unggulan penghasil daging. Ia menjelaskan kedua jenis ternak tersebut memiliki pertumbuhan lebih cepat, efisiensi pakan yang baik, serta lebih tahan terhadap penyakit dibanding beberapa jenis kambing lainnya.

Menurut Haris, kondisi pasar saat ini memang belum sepenuhnya berpihak kepada peternak kambing dan domba komersial. Harga ternak dengan kualitas umum masih mengalami penurunan akibat lemahnya daya beli masyarakat. Namun kondisi berbeda terjadi pada ternak bibit unggul.

“Untuk kambing Boer yang kami kembangkan sebagai bibit unggul, harganya masih stabil karena memang pasarnya berbeda. Permintaannya tetap ada untuk perbaikan genetik peternakan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti Nyencang Bareng dapat memperluas pengetahuan masyarakat mengenai berbagai jenis kambing dan domba beserta keunggulannya. Dengan demikian, calon peternak dapat memilih jenis ternak yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar.

Selain menjadi ajang promosi ternak unggulan, kegiatan tersebut juga menghadirkan wahana permainan keluarga sehingga menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mengenal dunia peternakan sejak dini. Penyelenggara berharap sinergi antara komunitas peternak, pemerintah desa, dan BUMDes mampu melahirkan pusat pengembangan peternakan kambing dan domba yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Magetan dan wilayah sekitarnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), diwarnai insiden belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas. Sebanyak 12 pelajar tingkat SMP dan SMA yang mengikuti upacara tersebut terlihat lemas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram dan pusing saat prosesi […]

    Bagikan
  • Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    Tebing 15 Meter Longsor, Seorang Petani di Panekan Magetan Nyaris Tertimbun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Magetan memicu bencana tanah longsor kembali. Seorang petani bernama Pardi, warga Dusun Dagung, Desa Bedagung, Kecamatan Panekan, nyaris kehilangan nyawa setelah tertimbun material longsor di area kebun, Selasa (11/11/2025) sore. Peristiwa terjadi ketika korban hendak menuju sawah di tengah cuaca gerimis setelah hujan lebat. Saat melintas […]

    Bagikan
  • Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Masyarakat adat Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, menggelar tradisi methik padi menjelang panen raya, Kamis (30/4/2026). Tradisi turun-temurun ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur. Prosesi methik digelar di area persawahan desa setempat. Sejumlah sesepuh dan perangkat desa memimpin ritual, yang juga diiringi penampilan […]

    Bagikan
  • Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    Diterjang Luapan Bengawan Madiun, Rumah Lansia di Balerejo Ambles 2 Meter

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebuah rumah milik pasangan lanjut usia (lansia) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, ambles sedalam dua meter. Hal itu akibat diterjang luapan Sungai Bengawan Madiun pada pertengahan Maret lalu. Insiden ini terjadi bersamaan dengan pertengahan bulan Ramadan. Pemilik rumah, Kasidin (62) dan Sri Fatonah (61), menyebut amblesnya tanah menyebabkan […]

    Bagikan
  • Hasil Inventarisir Pasca Banjir, DPUPR Lakukan Perbaikan Bertahap

    Hasil Inventarisir Pasca Banjir, DPUPR Lakukan Perbaikan Bertahap

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Dampak banjir Sabtu (15/3/2025) lalu yang melanda wilayah Kabupaten Madiun menyisakan sejumlah fasilitas umum rusak. Berdasarkan hasil inventarisir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun, sebanyak 4 titik lokasi infrastruktur umum mengalami kerusakan diantaranya jalan, jembatan hingga talut. “Ada empat titik, dan sudah kami lakukan penanganan-penanganan kedaruratan sejak […]

    Bagikan
  • Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    Soal Kepala Daerah Tak Ikut Retreat, Budiman Sudjatmiko : Kesetiaan Pada Partai Akan Berakhir, Ketika Kesetiaan Pada Negara Dimulai

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ketidak ikut sertaan sejumlah kepala daerah di Indonesia dalam acara orientasi atau retreat di Akmil Magelang Jawa Tengah mendapat sorotan sejumlah tokoh. Mantan Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, juga menyayangkan para kepala daerah dari PDIP yang tidak mengikuti instruksi Presiden Prabowo tersebut.  Mantan Aktivis era 98 itu menyebut  ketidakhadiran mereka […]

    Bagikan
expand_less