Berita Terkini
Trending Tags

BEJAT! Pimpinan Ponpes Ponorogo Diduga Cabuli 11 Santri, 6 Masih Anak di Bawah Umur

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Raden Wijaya Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, resmi ditetapkan tersangka kasus pencabulan. Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – JYD (55), pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Raden Wijaya di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap belasan santri laki-laki yang menjadi anak didiknya sendiri.

JYD diamankan petugas Polres Ponorogo pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB langsung dari pondok pesantren miliknya. Pengamanan dilakukan menyusul laporan dugaan pencabulan yang dilakukan tersangka sejak tahun 2017.

Menurut Muhammad Iksan, penasehat hukum korban, setidaknya ada 11 korban yang sudah melapor. Enam di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.

“Tersangka diduga meminta para korban memegang alat kelaminnya untuk memuaskan hasrat seksualnya. Aksi ini dilakukan di kamar pribadi tersangka,” ungkap Iksan.

Selain pencabulan terhadap santriwan, sejumlah santriwati juga dilaporkan mengalami kekerasan fisik dari tersangka.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan penetapan tersangka. Polisi juga membuka pintu lebar bagi para alumni atau korban lain yang pernah mengalami hal serupa untuk segera melapor.

“Kami minta yang merasa menjadi korban agar tidak ragu datang ke polisi,” tegas AKP Imam.

JYD dijerat Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta Pasal 415 huruf b atau Pasal 417 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta.

Kasus ini kembali mengejutkan masyarakat Ponorogo. Oknum yang seharusnya menjadi teladan justru diduga menjadikan pondok suci sebagai tempat pelampiasan nafsu terlarang selama hampir satu dekade. Polisi masih terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan korban-korban lain yang belum berani bicara. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rem Diduga Blong, Motor Tabrak Mobil di Jalur Wisata Sarangan Magetan

    Rem Diduga Blong, Motor Tabrak Mobil di Jalur Wisata Sarangan Magetan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur wisata Sarangan, Kabupaten Magetan, Rabu petang (31/12/2025). Sebuah sepeda motor Honda Vario yang melaju dari arah Karanganyar menuju Sarangan diduga mengalami rem blong saat melewati turunan tajam kawasan Lawu Green Forests (LGF). Motor tersebut kemudian menghantam mobil Honda Mobilio yang datang dari arah berlawanan. Peristiwa […]

    Bagikan
  • Bupati dan Forkopimda Madiun Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Waspadai 6 Titik Rawan Macet photo_camera 2

    Bupati dan Forkopimda Madiun Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Waspadai 6 Titik Rawan Macet

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan melalui pemantauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Jumat (13/3/2026). Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, […]

    Bagikan
  • BPBD Kota Madiun Waspadai Dampak Musim Kemarau Panjang, Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih

    BPBD Kota Madiun Waspadai Dampak Musim Kemarau Panjang, Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim kemarau di Jawa Timur secara bertahap pada April – Juni 2026. Bahkan, diperkirakan puncak musim kemarau dominan terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Karakteristik kemarau tahun ini pun sesuai prakiraan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Menyikapi hal itu, […]

    Bagikan
  • UMKM di Magetan Terhimpit Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Plastik

    UMKM di Magetan Terhimpit Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Plastik

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng dan bahan plastik dalam dua pekan terakhir kian menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lonjakan biaya produksi memaksa pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari menaikkan harga jual hingga menyiasati ukuran produk agar tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang […]

    Bagikan
  • 453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter 

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (27/4/2026). Rombongan yang tergabung dalam kloter 24 dan 25 ini dijadwalkan terbang ke Jeddah melalui Bandara Juanda pada 28 April 2026. Pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Ronggo Djumeno dan dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto […]

    Bagikan
  • Harga Sapi Kurban di Ponorogo Turun Jelang Idul Adha

    Harga Sapi Kurban di Ponorogo Turun Jelang Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, harga sapi kurban di sejumlah pasar hewan di Ponorogo mengalami penurunan. Melimpahnya pasokan sapi tidak diimbangi dengan jumlah pembeli yang memadai sehingga harga sapi turun hingga jutaan rupiah per ekor. Di Pasar Hewan Jetis, Ponorogo, harga sapi mengalami penurunan antara Rp. 1 juta […]

    Bagikan
expand_less