
Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 405 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Madiun mengalami kerusakan, baik dalam kategori sedang maupun berat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun mencatat ada sekitar 385 ruang kelas rusak berat dan lebih dari 400 ruang kelas mengalami kerusakan sedang.
“Memang banyak sekolah yang rusak, dan jumlahnya bisa bertambah seiring perubahan kondisi alam. Kerusakan ringan bisa berubah menjadi sedang, dan yang sedang menjadi berat. Kami belum melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Nur Arif Indro Karyoto, Selasa (06/05/2025).

Menurut Nur Arif, sebagian besar kerusakan ditemukan pada bagian atap bangunan. Ia menyebut kondisi itu disebabkan usia bangunan yang sudah tua, serta adanya gangguan seperti rayap yang merusak struktur kayu penyangga atap.
“Terutama di bagian atap. Banyak yang sudah lapuk, dan sebagian lagi rusak karena rayap,” katanya.
Meski jumlah sekolah yang rusak cukup banyak, pada tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun hanya mampu melakukan rehabilitasi pada 15 sekolah.
“Tahun ini, rencananya hanya 15 SD yang mendapat perbaikan,” pungkas Nur Arif.
Tova Pradana – Sinergia