
Sinergia | Ponorogo – Ribuan warga memadati area Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Rabu (23/07/2025), untuk mengikuti tradisi kirab tumpeng porak penutup bulan Muharram atau Grebeg Tutup Suro.
Sejak siang hari, warga sudah memenuhi lokasi untuk menunggu delapan tumpeng raksasa berisi hasil bumi yang dikirab dari Kantor Kecamatan Kauman. Setibanya di lokasi, tumpeng-tumpeng tersebut langsung diporak atau diperebutkan warga. Antusiasme tinggi membuat banyak warga rela berdesak-desakan, bahkan sebagian jatuh saat berebut.
“Seru banget, mas. Tadi berdesak-desakan, ini dipercaya mendapatkan berkah. Nanti sampai rumah langsung dimasak,” ujar Satria Agung, salah seorang warga.
Warga percaya hasil bumi dari tumpeng porak membawa berkah bagi kehidupan mereka. Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang menjaga tradisi ini.
“Saya apresiasi antusiasme warga. Memang tumpeng porak merupakan tradisi di sini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini berjalan lancar,” ujarnya.
Kirab tumpeng porak menjadi rangkaian penutup bulan Suro di Ponorogo. Tradisi ini akan dilanjutkan pada 24, 25, dan 26 Juli 2025 dengan kirab budaya dan pagelaran Reog Ponorogo.
Ega Patria – Sinergia