Saluran Sungai Penuh Sedimen, Plt Walikota Madiun Siapkan Anggaran Awal Tahun 2027
- account_circle Mandor
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menjawab keluhan masyarakat terkait banjir lokal saat hujan deras, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun kembali turun langsung ke sejumlah lokasi, Rabu (07/10/2026) dengan bersepeda.
Salah satu titik yang disasar dalam giat Walikota Bersama Rakyat (WBR) adalah saluran air yang cukup lebar di gang punthuk sekitar kawasan sebelah barat Pasar Besar Madiun.
Di lokasi tersebut, Bagus menemukan aliran sungai dalam kondisi kering dengan tumpukan sedimen yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai sangat berisiko menyebabkan luapan jika hujan dengan intensitas tinggi turun.
Ia pun meminta agar sedimen segera dikeruk dan dilakukan normalisasi untuk mengembalikan fungsi saluran secara optimal.
“Sudah kita lihat tadi kondisi sungai di gang Punthuk. Sedimen harus segera di normalisasi. Kalau tahun ini gak nutut. Awal tahun depan bisanya,” terang Bagus Panuntun didampingi Sekda dan sejumlah OPD Pemkot Madiun.

Tak hanya di Pasar Besar, Bagus juga memantau langsung beberapa selokan di wilayah Kecamatan Taman. Persoalan serupa ditemukan, yakni air kerap meluber ke jalan saat hujan.
Setelah ditelusuri, penyebabnya tidak hanya sedimentasi, tetapi juga akar pohon ketapang yang menjalar dan merusak konstruksi drainase. Untuk itu, ia menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pemangkasan dan perbaikan saluran.
Sunarto, salah satu warga mengungkapkan keluhan air selokan mampet sudah lama dilayangkan. Bahkan sudah berganti pejabat Kelurahan. Baru kali ini respon dan gerak cepat usai Bagus Panuntun turun ke lokasi.
“Sudah lama ini keluhanya. Bahkan pak lurah sekarang sudah jadi pak camat. Ya itu tadi karena akar pohon ketapang yang menghambat saluran air, ” ujar Sunarto.
Selain soal infrastruktur drainase, dalam blusukan tersebut Bagus Panuntun juga menyempatkan diri mengunjungi sebuah rumah warga di Jalan Sawo Barat.
Rumah tersebut telah diajukan untuk mendapatkan program renovasi rumah tidak layak huni. Menurutnya, penanganan drainase dan bantuan sosial harus berjalan beriringan.
Saluran yang bersih akan mengurangi risiko banjir, sementara bantuan renovasi rumah dan bantuan untuk penghuni diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Pihaknya memastikan semua keluhan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh OPD terkait. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Krs/Diez





