Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Pemkot Madiun Dukung Geliat UMKM dan Ekraf, Support Sektor Pariwisata

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Plt Wali Kota tinjau UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif (Ekraf) sebagai penopang pengembangan pariwisata daerah. Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau sejumlah pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Madiun, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan tersebut menyasar berbagai usaha kuliner dan kerajinan lokal yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya produsen Madumongso Cap Tawon, sambal pecel Jeruk Purut, Charudhatri Tas Goni serta Madumongso Wahyu Tumurun dan produksi Kerupuk Sahabat.

Menurut Bagus Panuntun, keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata Kota Madiun. Setelah sebelumnya meninjau sentra batik, kali ini perhatian difokuskan pada kuliner tradisional dan produk kerajinan.

“Pendukung dari pariwisata yaitu UMKM. Kalau kemarin kita di batik, hari ini kita ke teman-teman kuliner dan ekraf,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus juga memberikan perhatian khusus terhadap produk Madumongso. Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Madiun yang tengah mengajukan Madumongso sebagai warisan budaya tak benda.

Image Not Found
Pemkot dorong UMKM jadi penopang sektor pariwisata daerah. Foto : Kris-Sinergia

Ia mengatakan, hasil kajian yang disusun Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) telah rampung dan diterima. Saat ini pemerintah ingin memastikan kesiapan ekosistem produksi Madumongso di tingkat pelaku UMKM.

“Kebetulan Kota Madiun hari ini mengajukan terkait warisan takbenda yaitu Madumongso. Setelah kajian dari Disbudparpora selesai, saya ingin melihat langsung bagaimana produksinya di masing-masing UMKM. Kalau nanti kita mengajukan ke UNESCO, ekosistem Madumongso ini harus siap,” katanya.

Selain meninjau proses produksi, Bagus juga mencicipi langsung produk yang dihasilkan para pelaku usaha. Menurutnya, kualitas rasa Madumongso yang diproduksi para UMKM sudah cukup baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Tak hanya melakukan pemantauan, Pemerintah Kota Madiun juga menyiapkan dukungan nyata bagi pelaku UMKM. Bagus mengungkapkan, pada tahun 2027 pemerintah berencana memberikan bantuan modal usaha dalam bentuk peralatan produksi.

“Insya Allah tahun 2027 kami sudah menyiapkan bantuan modal usaha kepada para pelaku UMKM. Bukan dalam bentuk uang, tetapi berupa peralatan yang memang dibutuhkan untuk mendukung produksi mereka,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah tengah mendata kebutuhan masing-masing pelaku usaha agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Terkait persaingan produk tradisional dengan makanan pabrikan, Bagus menilai keduanya memiliki segmen pasar yang berbeda sehingga tidak harus dipertentangkan. Menurutnya, strategi yang lebih penting adalah memperkuat keterkaitan produk UMKM dengan sektor pariwisata.

“Pabrikan punya pangsa pasar sendiri, makanan tradisional juga punya pasar sendiri. Karena itu kami menata pariwisata agar UMKM bisa menjadi sektor pendukung yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku UMKM telah mampu menjangkau konsumen dari luar Kota Madiun, sehingga peluang pengembangan usaha dinilai masih sangat terbuka.

Sementara itu, mengenai pemasaran digital, Bagus menyebut sebagian besar pelaku UMKM kini lebih aktif memanfaatkan fitur live marketplace karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan penjualan.

Adapun aplikasi pemasaran yang dimiliki Pemerintah Kota Madiun masih difungsikan sebagai media pendukung, khususnya untuk pasar lokal.

“Kalau marketplace nasional memang persaingannya berat karena membutuhkan modal yang sangat besar. Untuk lokal, Pemkot sudah menyiapkan aplikasi khusus bagi ASN sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Pasang Besi Cor

    Kuli Bangunan Tewas Kesetrum saat Pasang Besi Cor

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Seorang kuli bangunan berinisial S.A.S (24), warga Desa Sareng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, tewas tersengat listrik saat bekerja di proyek pembangunan ruko, Kamis (25/09/2025). Peristiwa bermula ketika korban bersama dua rekannya, Sudarsono (67) dan Gianto (52), tengah memasang material besi cor di lantai dua bangunan milik Rohmad Saiful Muklasin di […]

    Bagikan
  • Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum […]

    Bagikan
  • Loket Pendaftaran RSUD Caruban Madiun Terbakar, Layanan Dialihkan ke IGD

    Loket Pendaftaran RSUD Caruban Madiun Terbakar, Layanan Dialihkan ke IGD

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ruang loket pendaftaran poli rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, terbakar pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Insiden ini diduga dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu perangkat komputer di meja pelayanan. Pihak manajemen RSUD Caruban memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena layanan rawat jalan […]

    Bagikan
  • Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    Ojol Republik Hore Kota Pendekar Desak Usut Tuntas Kasus Meninggal Affan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komunitas ojol Republik Hore Kota Pendekar turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan salah satu pengemudi ojek online yang wafat saat mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/08/2025) kemarin. Koordinator komunitas, Moch Adi Saputro atau yang akrab disapa Adi Jaguar, menegaskan bahwa pihaknya ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. […]

    Bagikan
  • Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran pembangunan atau belanja modal dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2025 Kabupaten Magetan kembali menuai kritik tajam. Dari delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum, mayoritas menyoroti porsi belanja modal yang hanya 9,67 persen dari total anggaran. DPRD menilai angka tersebut terlalu kecil untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sebagai perbandingan, pada […]

    Bagikan
  • Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    Hadapi Musim Kemarau, BPBD Madiun Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mulai mengaktifkan sejumlah langkah mitigasi. Antisipasi difokuskan pada potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. “Kami akan mulai menurunkan tim ke lapangan minggu depan. Fokusnya pada pemantauan desa-desa yang berisiko […]

    Bagikan
expand_less