
Sinergia | Madiun— Sebuah lapak kaki lima bernama Sarapan Ala Bule viral di media sosial berkat sajian menu English breakfast yang biasanya hanya ditemukan di hotel-hotel mewah. Berbeda dari kebiasaan warga Madiun yang umumnya sarapan dengan nasi pecel, soto, atau rawon, Sarapan Ala Bule menyuguhkan pilihan menu bergaya Barat seperti salad sayuran, sandwich telur, hingga omelet lengkap dengan roti panggang dan potato wedges.
Lapak ini dikelola oleh Dwi Suprapto, mantan koki kapal pesiar, yang sejak 2016 membuka usaha kuliner tersebut di pinggir Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Dengan hanya bermodal gerobak sederhana dan tikar untuk lesehan, Dwi menyajikan pengalaman sarapan bergaya internasional dengan harga kaki lima.
Menu yang ditawarkan cukup bervariasi. Salad sayuran menjadi pilihan sehat dengan paduan sayuran segar, saus dressing, dan parutan keju. Sandwich telur disajikan lengkap dengan isian sayuran, keju, dan telur, dilengkapi saus mayonnaise dan potato wedges. Sementara menu andalan lainnya adalah omelet dengan topping keju, roti panggang, sosis, dan tambahan sayuran seperti tomat, selada, serta jagung manis pipil.
Hendri salah satu penikmat sarapan ala bule mengaku senang dengan menu yang disajikan selain murah ekonomis dikantong, sajian makanannya dinilai lengkap aneka sayuran bergizi dan protein. “Cocok sih ini buat sarapan pagi anak anak juga suka telur omeletmya ditambah banyak sayuranya, terlebih harganya cukup murah,” ujar Hendri Setyawan

Menariknya, seluruh menu tersebut hanya dibanderol Rp. 15.000 per porsi. Meski murah, porsinya cukup mengenyangkan dan tampilannya menggugah selera. “Kebetulan saya tinggal diluar kota dari Tangerang, ini mumpung liburan anak sekolah aku mudik ke Madiun. Aku suka ini karena murah dan jarang ditemuin kalo di daerahku serba mahal makanan begini,” ujar Mareta penikmat sarapan ala bule asal Tangerang.
Popularitas Sarapan Ala Bule kini tak hanya menyedot perhatian warga lokal, tapi juga wisatawan yang penasaran dengan sensasi sarapan hotel di pinggir jalan. “Awalnya ingin berbagi pengalaman dan memperkenalkan menu sarapan ala bule ke masyarakat Madiun. Sekaligus sebagai edukasi rasa,” ujar Dwi kepada wartawan.
Dengan konsep unik dan harga bersahabat, Sarapan Ala Bule berhasil menghadirkan cita rasa internasional tanpa harus merogoh kocek dalam. Sebuah pilihan menarik bagi warga Madiun yang ingin mencoba alternatif sarapan bergaya Barat.
Tova Pradana – Sinergia