Satgas Pangan Sidak Pasar Caruban, Tindak Tegas Penimbun dan Penjual diatas HET
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Satgas Pangan Polres Madiun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sayur Caruban, Selasa (10/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan pengawasan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tim Satgas Pangan yang terlibat terdiri dari Satreskrim Polres Madiun, Dinas Perdagangan dan UM, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun. Petugas memantau langsung harga sejumlah komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai.
Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andy Anto mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan harga bahan pokok di Pasar Caruban masih dalam kondisi stabil dan tidak ditemukan pedagang yang menjual di atas HET.
“Kami melakukan pemantauan langsung terhadap harga beras, gula, sayur-mayur, cabai, minyak goreng, hingga telur. Hasilnya, tidak ditemukan penjualan di atas HET.” ujarnya

AKP Agus juga menghimbau kepada para tengkulak dan pedagang agar tidak menimbun bahan pangan. Pihaknya akan menindak tegas kepada para penjual bahan pokok pangan yang menjual diatas HET ( harga eceran tertinggi ).
“Bilamana nanti ditemukan, kami akan menindak sanksi tegas mulai dari memberikan peringatan lisan teguran hingga pencabutan izin usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sariyanto memastikan stok bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Stok beras di Bulog Cabang Madiun saat ini mencapai sekitar 58.000 ton yang dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan pangan. Sedangkan stok minyak goreng Minyakita tersedia sekitar 500.000 liter, dengan realisasi penyaluran di Kabupaten Madiun mencapai 121.380 liter.” ujar Agung kepada wartawan.
Agung menambahkan untuk penyaluran beras SPHP, selama Januari hingga Februari 2026 tercatat sudah mencapai 1.325 ton.
“Permintaan beras SPHP juga mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, dengan order mencapai 100 hingga 200 ton di wilayah kerja Bulog Cabang Madiun.” ujarnya.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan, guna memastikan masyarakat tetap mudah memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.(Tova).



- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris

