
Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar pada Jumat (12//12/2025) di Horel Mercure.
Wali Kota Madiun, Maidi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Madiun atas capaian Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang berhasil meraih nilai tertinggi secara nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diiringi dengan perilaku masyarakat yang taat aturan, baik aturan agama maupun negara.
“Kalau nilai agama dijalankan dengan benar, sebenarnya tidak ada korupsi. Itu sederhana. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Kota Madiun untuk saling mengingatkan dan menjadi pengawas,” ujar Maidi.
Diketahui, nilai SPI Kota Madiun di angka 82,26 tertinggi se-Indonesia yang menempatkannya dalam kategori “terjaga”. Maidi juga menegaskan sikap tegasnya terhadap praktik korupsi, termasuk di lingkungan terdekatnya. Ia meminta masyarakat tidak ragu mengingatkan dan melaporkan jika menemukan indikasi korupsi.
“Visi misi saya yang ke enam adalah anti korupsi. Kalau ada yang mau korupsi, ya diingatkan dan dilaporkan. Jangan dibicarakan ke mana-mana, tapi laporkan. Itu jauh lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kota Madiun, Gaguk Hariyanto, menjelaskan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia rutin digelar setiap Desember. Namun, pada tahun ini kegiatan lebih difokuskan pada edukasi generasi muda.
“Tema kali ini kami arahkan pada bagaimana generasi ke depan memahami masalah korupsi. Karena itu peserta yang diundang adalah mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Kota Madiun serta Forum Anak Indonesia,” jelas Gaguk.
Ia menambahkan, generasi muda perlu dibekali pemahaman sejak dini mengenai praktik-praktik korupsi dan cara pencegahannya. Menurutnya, hal tersebut penting dalam menyiapkan generasi emas yang berkarakter dan berintegritas.
“Kami ingin mereka tahu mana yang termasuk korupsi dan bagaimana cara mencegahnya. Ada sesi pengenalan dasar, tanya jawab, sehingga hal-hal yang belum jelas bisa dibahas bersama,” pungkasnya. (Sur/Krs)