Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebutuhan pasokan sayur Program Makan Bergizi Gratis meningkat membawa dampak positif bagi petani di Ds. Pacalan, Kec. Plaosan,Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat.

Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG memberi efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat, terutama para petani sayur. “Dampaknya luar biasa. Dengan adanya MBG, kebutuhan sayur meningkat dan harga panen petani bisa naik hampir 80 persen,” ujarnya Sabtu (22/11/2025).

Saat ini Kopdes Merah Putih Pacalan telah menjadi salah satu pemasok tetap program MBG, dengan dua titik dapur besar tujuan pengiriman. “Kami sudah memasok dua dapur, di Ngawi dan Surabaya. Pengirimannya seminggu dua kali, karena kalau setiap hari kami justru rugi di biaya transport,” jelas Puriyanto.

Program MBG membuat permintaan terhadap beberapa jenis sayuran melonjak drastis. Dua komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tajam adalah wortel dan buncis. Kedua sayur tersebut menjadi bahan utama menu harian dapur MBG. “Wortel itu setiap hari dibutuhkan, jadi harganya langsung meroket,” kata Puriyanto.

Harga wortel yang sebelumnya hanya Rp8.000 kini menembus Rp15.000 per kilogram. Sementara buncis yang semula Rp6.000 kini berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram. Komoditas lain seperti timun dan sawi putih juga ikut terdongkrak harganya, meski tidak setinggi wortel dan buncis. Adapun kubis menjadi salah satu jenis sayur yang tidak ikut merasakan lonjakan permintaan karena tidak banyak digunakan dalam menu MBG.

“Harga kubis ya rendah, sekitar dua ribu sampai dua ribu lima ratus per kilo,” jelasnya.

Manfaat terbesar dari lonjakan harga ini dirasakan langsung oleh petani yang kini mendapatkan keuntungan lebih baik dari hasil panennya. “Alhamdulillah petani bisa menikmati harga sekarang. Mereka senang dengan adanya MBG,” tutur Puriyanto.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberi ruang yang lebih besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam pasokan kebutuhan bahan pangan. “Harapannya ke depan MBG tetap berlanjut dan semakin melibatkan petani,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis terbukti tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi pelajar sekolah, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi sektor pertanian desa. Dengan harga yang meningkat dan permintaan yang konsisten, petani Pacalan kini menikmati hasil kerja yang lebih sepadan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Penjualan Rumah di Kota Madiun Diprediksi Kian Lesu

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25 persen diprediksi memberi tekanan besar terhadap sektor properti, khususnya penjualan rumah berbasis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pelaku usaha properti di Kota Madiun menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan daya beli masyarakat dan memperberat cicilan konsumen. Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota […]

    Bagikan
  • Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    Budidaya Jamur Merang, Peluang Bisnis Menjanjikan di Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Budidaya jamur merang menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan di Madiun. Ahmad Fauzani, 44 tahun, seorang pembudidaya jamur merang dari Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2016. Berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKP Kabupaten Madiun, ia berhasil mengembangkan usahanya hingga […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proses pembebasan lahan milik PT GFT Indonesia Investment. Dugaan korupsi ini mencakup gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proyek pembangunan pabrik mainan oleh investor asal Tiongkok di atas lahan seluas 19 hektare. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari […]

    Bagikan
  • Upacara Hardiknas 2025 di Kota Madiun Diwarnai Nuansa Budaya Nusantara

    Upacara Hardiknas 2025 di Kota Madiun Diwarnai Nuansa Budaya Nusantara

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Pemerintah Kota Madiun bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun menggelar upacara di Alun-alun Kota Madiun pada Jumat pagi (02/05/2025). Upacara ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-Kota Madiun serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Madiun. Yang menarik, seluruh […]

    Bagikan
  • Puluhan Warga Desa Balaigono Magetan Terserang Chikungunya

    Puluhan Warga Desa Balaigono Magetan Terserang Chikungunya

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Peralihan musim hujan ke kemarau bisa meningkatkan populasi nyamuk karena cuaca yang tidak stabil dan banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Hal itu harus diwaspadai oleh masyarakat. Apalagi, jika nyamuk yang berkembang biak yakni chikungunya atau demam berdarah dengue. Seperti yang terjadi dalam dua minggu terakhir, puluhan warga di […]

    Bagikan
  • Ratusan Warga Ponorogo Serbu Penukaran Uang Baru Meski Lebaran Masih Lama

    Ratusan Warga Ponorogo Serbu Penukaran Uang Baru Meski Lebaran Masih Lama

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Ratusan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memadati layanan penukaran uang baru yang digelar Bank Indonesia melalui mobil kas keliling di halaman Masjid Agung Ponorogo, Selasa (24/2/2026). Meski Lebaran masih beberapa waktu lagi, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan uang pecahan baru sudah terlihat sejak awal Ramadan. Sejak pagi hari, warga yang didominasi kaum […]

    Bagikan
expand_less