Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Petani Sayur Magetan Ketiban Untung

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 265
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebutuhan pasokan sayur Program Makan Bergizi Gratis meningkat membawa dampak positif bagi petani di Ds. Pacalan, Kec. Plaosan,Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat.

Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG memberi efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat, terutama para petani sayur. “Dampaknya luar biasa. Dengan adanya MBG, kebutuhan sayur meningkat dan harga panen petani bisa naik hampir 80 persen,” ujarnya Sabtu (22/11/2025).

Saat ini Kopdes Merah Putih Pacalan telah menjadi salah satu pemasok tetap program MBG, dengan dua titik dapur besar tujuan pengiriman. “Kami sudah memasok dua dapur, di Ngawi dan Surabaya. Pengirimannya seminggu dua kali, karena kalau setiap hari kami justru rugi di biaya transport,” jelas Puriyanto.

Program MBG membuat permintaan terhadap beberapa jenis sayuran melonjak drastis. Dua komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tajam adalah wortel dan buncis. Kedua sayur tersebut menjadi bahan utama menu harian dapur MBG. “Wortel itu setiap hari dibutuhkan, jadi harganya langsung meroket,” kata Puriyanto.

Harga wortel yang sebelumnya hanya Rp8.000 kini menembus Rp15.000 per kilogram. Sementara buncis yang semula Rp6.000 kini berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram. Komoditas lain seperti timun dan sawi putih juga ikut terdongkrak harganya, meski tidak setinggi wortel dan buncis. Adapun kubis menjadi salah satu jenis sayur yang tidak ikut merasakan lonjakan permintaan karena tidak banyak digunakan dalam menu MBG.

“Harga kubis ya rendah, sekitar dua ribu sampai dua ribu lima ratus per kilo,” jelasnya.

Manfaat terbesar dari lonjakan harga ini dirasakan langsung oleh petani yang kini mendapatkan keuntungan lebih baik dari hasil panennya. “Alhamdulillah petani bisa menikmati harga sekarang. Mereka senang dengan adanya MBG,” tutur Puriyanto.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberi ruang yang lebih besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam pasokan kebutuhan bahan pangan. “Harapannya ke depan MBG tetap berlanjut dan semakin melibatkan petani,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis terbukti tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi pelajar sekolah, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi sektor pertanian desa. Dengan harga yang meningkat dan permintaan yang konsisten, petani Pacalan kini menikmati hasil kerja yang lebih sepadan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    Emak-Emak Ponorogo Putar Otak, Harga Sayur hingga Bapokting Naik di Awal Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan penting (bapokting) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Lonjakan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayur mayur, bumbu dapur, hingga produk peternakan. Berdasarkan pantauan di Pasar Legi Ponorogo, Jumat (20/2/2026), sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan bertahap sejak sepekan terakhir menjelang […]

    Bagikan
  • Polemik Penolakan TPST Bangunsari,  Bupati Hari Wur Ambil Sikap

    Polemik Penolakan TPST Bangunsari,  Bupati Hari Wur Ambil Sikap

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun membuka peluang mengkaji ulang rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Punjul, Desa Bangunsari, Kecamatan Dolopo. Sikap itu diambil setelah warga di sekitar lokasi menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, pemerintah daerah tidak akan memaksakan pembangunan apabila masyarakat tetap tidak menghendaki […]

    Bagikan
  • PWI Jatim dan PWI Magetan Gelar OKK, Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

    PWI Jatim dan PWI Magetan Gelar OKK, Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magetan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) sebagai upaya memperkuat kompetensi, etika, dan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan informasi digital yang semakin cepat. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Selasa (1/9/2026), tersebut diikuti 26 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti dari […]

    Bagikan
  • 3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    3 Warung di Telaga Sarangan Magetan Rusak Tertimpa Pohon

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Telaga Sarangan Magetan pada Senin dini hari (20/1/2025). Dampaknya 3 warung milik pedagang di Telaga Sarangan rusak parah tertimpa Pohon. BPBD Magetan mencatat pemilik 3 warung itu diantaranya Ipan, Midi, dan Saeran, warga Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. “Saat kejadian kondisi warung tengah kosong. […]

    Bagikan
  • LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tambahan 19.040 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga sejak Kamis (26/06/2025) hingga Sabtu (28/06/2025) ternyata belum mampu mengatasi kelangkaan yang terus dikeluhkan warga Magetan. Di tengah momentum peringatan Tahun Baru Islam, masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga, justru semakin kesulitan mendapatkan gas melon bersubsidi […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    Pemkab Magetan Masih Tanggung Utang Iuran JKN Rp6 Miliar, Dampak Aturan Berlaku Surut dan Tekanan Fiskal

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan masih memiliki kewajiban membayar tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada BPJS Kesehatan senilai sekitar Rp6 miliar. Kewajiban tersebut menjadi salah satu konsekuensi tekanan fiskal yang dihadapi daerah setelah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) […]

    Bagikan
expand_less