Stok BBM dan LPG di Depo Madiun Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2026, Pertamina Imbau Warga Tidak Panic Buying
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Madiun dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Pengelola depo memastikan pasokan energi tetap terjaga selama periode mudik dan libur Lebaran.
Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Madiun, Kadek Dwi Ariyanto mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi BBM dengan menambah pasokan sekitar 30 persen sejak beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri yang mulai bertugas sejak 9 Februari hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, operasional terminal bahan bakar di Madiun dijalankan selama 24 jam penuh guna menjamin distribusi energi tetap lancar.
“Dengan adanya Satgas ini, kami sudah mengantisipasi kenaikan konsumsi sejak minggu-minggu sebelumnya hingga menjelang Idulfitri. Secara stok, insyaallah BBM dan LPG aman dan masyarakat tidak perlu panic buying,” ujarnya.
Depo Madiun tidak hanya melayani kebutuhan BBM di Kota dan Kabupaten Madiun, tetapi juga mendistribusikan energi ke sejumlah daerah lain di wilayah eks-Keresidenan Madiun dan sekitarnya. Di antaranya Kabupaten Nganjuk, Tulungagung, Pacitan, hingga Trenggalek.
Secara keseluruhan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi BBM pada periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terdiri dari peningkatan produk gasoline sekitar 10 persen serta gasoil sekitar 6 persen.
Sementara itu, stok BBM di Fuel Terminal Madiun rata-rata dijaga pada kisaran 7.500 kiloliter per hari. Pasokan tersebut terus diperbarui secara berkala melalui suplai dari terminal lain seperti wilayah Rewulu dan Surabaya.
“Stok kami bergerak setiap hari. Rata-rata kami pertahankan di angka sekitar 7.500 kiloliter dengan throughput sekitar 2.600 kiloliter per hari, sehingga kondisi pasokan masih sangat aman,” jelas Kadek.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar distribusi energi tetap merata bagi seluruh masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran.
Selain itu, pihaknya juga berharap dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk membantu menyosialisasikan kondisi pasokan BBM yang aman kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat menggunakan BBM seperlunya dan tidak panic buying. Dengan dukungan semua pihak, distribusi energi selama mudik dan Lebaran dapat berjalan lancar tanpa kekurangan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







