Tak Terduga! Ular Cincin Emas Ada di Gerbong KA Kertanegara, Bagaimana Bisa Masuk?
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Suasana perjalanan Kereta Api Kertanegara relasi Purwokerto–Malang mendadak mencekam setelah seekor ular cincin emas ditemukan di dalam gerbong ekonomi, Rabu (1/4/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.50 WIB, tak lama setelah kereta diberangkatkan dari Stasiun Sragen. Kemunculan ular di bawah kursi penumpang di gerbong ekonomi (Eko 2) sontak memicu kepanikan.
Kegaduhan pertama kali dilaporkan oleh pramugara yang melihat kondisi gerbong tidak kondusif. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pengamanan bersama kru kereta segera menuju lokasi.
Saat petugas tiba, ular tersebut telah lebih dulu diamankan oleh salah satu penumpang. Selanjutnya, petugas memasukkan ular ke dalam kantong plastik dan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada ancaman lain di dalam gerbong.
Namun, tidak ada penumpang yang mengaku sebagai pemilik ular tersebut.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, perjalanan kereta tetap dilanjutkan. Ular kemudian diturunkan di Stasiun Madiun untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan petugas langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari awak kereta.
“Petugas segera merespons dengan cepat dan sigap untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan seluruh penumpang tetap terjaga,” ujar Tohari, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan insiden tersebut tidak mengganggu operasional perjalanan maupun keselamatan penumpang.
“Kami mengapresiasi kesigapan petugas serta peran aktif penumpang dalam membantu mengamankan situasi,” tambahnya.
Setelah diamankan, ular tersebut diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Madiun. Pihak KAI kembali mengingatkan seluruh penumpang agar tidak membawa hewan hidup maupun barang berbahaya ke dalam kereta demi menjaga keselamatan bersama. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






