Berita Terkini
Trending Tags

Harga Plastik Melonjak, UMKM Ponorogo Kelimpungan 

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 104
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga plastik kemasan di Ponorogo naik hingga dua kali lipat, pelaku UMKM terpaksa siasati biaya produksi, Foto : Istimewa

Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Ponorogo kini merambah ke sektor lain. Harga plastik kemasan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat, membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin tertekan.

Kenaikan harga plastik ini sudah terasa sejak bulan Ramadan lalu. Hingga awal April 2026, harga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hampir seluruh jenis plastik, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha, mengalami lonjakan signifikan.

Di salah satu toko grosir plastik di Jalan Juanda, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Kota, Ponorogo, harga produk mengalami kenaikan drastis. Plastik es yang sebelumnya dijual Rp32 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp55 ribu. Plastik potong juga mengalami kenaikan dari Rp37 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada jenis lainnya. Plastik gula naik dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Untuk kemasan minuman, harga cup meningkat dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu per pak. Sementara itu, kotak makanan jenis thinwall melonjak dari Rp22 ribu menjadi Rp41 ribu per pak.

Murdyanto, pemilik toko plastik setempat, mengungkapkan bahwa kenaikan harga berdampak langsung terhadap penjualan. Daya beli masyarakat menurun seiring harga yang terus merangkak naik.

“Penjualan turun karena banyak pelanggan kaget dengan harga sekarang,” ujarnya.

Kondisi ini turut dirasakan pelaku UMKM. Atin Nurcahyo, salah satu pelaku usaha, mengaku harus memutar strategi agar usahanya tetap berjalan tanpa merugi.

“Ya bisanya bertahan, tidak berani menaikkan harga. Paling memutar otak supaya tidak rugi. Kalau dulu gratis es teh, sekarang sudah tidak,” katanya.

Pelaku UMKM kini dihadapkan pada pilihan sulit, antara menaikkan harga jual atau menekan biaya produksi. Sebagian memilih mengurangi fasilitas tambahan kepada pelanggan demi menjaga stabilitas usaha.

Masyarakat pun berharap harga plastik dapat segera stabil, agar aktivitas ekonomi kembali normal dan tidak semakin membebani pelaku usaha kecil. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Lonjakan Arus Kendaraan Saat Nataru, PT JNK Tambah Personel di 3 Gerbang Exit Tol  

    Hadapi Lonjakan Arus Kendaraan Saat Nataru, PT JNK Tambah Personel di 3 Gerbang Exit Tol  

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Arus lalu lintas di Jalan Tol Ngawi–Kertosono–Kediri diprediksi mengalami peningkatan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) memperkirakan lonjakan kendaraan mulai terjadi pada 18 Desember hingga 28 Desember 2025. Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, mengatakan peningkatan volume kendaraan merupakan tren tahunan yang kerap […]

    Bagikan
  • Jelang Akhir Musim Giling, Gula Petani Masih Menumpuk di Gudang dan Belum Terbayar

    Jelang Akhir Musim Giling, Gula Petani Masih Menumpuk di Gudang dan Belum Terbayar

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang musim giling tebu berakhir, ribuan ton gula milik petani masih menumpuk di gudang pabrik gula (PG) wilayah Madiun Raya, seperti di PG Purwodadi Magetan dan PG Pagotan. Kondisi ini membuat pembayaran hasil panen petani tertunda karena gula belum terserap pasar. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia […]

    Bagikan
  • Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    Kecelakaan di Tol Madiun Bus Pariwisata Tumbur Kijang Innova

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Insiden  kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 617+900, tepatnya di Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu  (16/02/2025). Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1050 PY dan Bus Pariwisata Karyajasa bernomor polisi AB 7869 AS.  Usai melakukan olah TKP, Kanit […]

    Bagikan
  • Arus Natal 2025, Lalu Lintas Tol Ngawi–Kertosono Naik 33 Persen

    Arus Natal 2025, Lalu Lintas Tol Ngawi–Kertosono Naik 33 Persen

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat lonjakan volume kendaraan di Ruas Tol Ngawi–Kertosono selama periode libur Natal 2025. Pada rentang H-7 hingga H+3 Natal atau 18–28 Desember 2025, tercatat sebanyak 66.643 kendaraan melintas. Jumlah tersebut meningkat 33,04 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 50.093 kendaraan. Peningkatan ini […]

    Bagikan
  • Sugiri Sancoko Sumringah Sambut Putusan MK

    Sugiri Sancoko Sumringah Sambut Putusan MK

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Ipong Muchlissoni-Segoro Luhur Kusumo Daru, dalam sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo 2024. Dengan putusan ini, kemenangan paslon nomor urut 2, Sugiri Sancoko-Lisdyarita, dinyatakan sah. Sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) itu dipimpin oleh Ketua Majelis […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    Polres Madiun Larang Penggunaan Sound Horeg Selama Ramadan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Polres Madiun mengeluarkan larangan penggunaan sound horeg secara berlebihan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil karena suara bising yang ditimbulkan dinilai mengganggu ibadah, waktu istirahat warga, serta berpotensi menimbulkan konflik sosial. Kapolres Madiun, AKBP Moh Zainur Rofik, menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas sound […]

    Bagikan
expand_less