Talud Sepanjang 20 Meter Ambrol Timpa Bangunan Kandang Ternak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Lawu kembali memicu bencana tanah longsor. Sebuah talud setinggi sekitar 4 meter dengan panjang 20 meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ambruk pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Talud yang berada di bagian dapur rumah milik Sudarto, warga RT 29 RW 05, itu runtuh setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Material tanah dan batu langsung meluncur ke bawah hingga menghantam kandang ternak milik pasangan lanjut usia, Kini dan Tukiran, yang berada tepat di bawah tebing.
“Benar, talud rumah bagian dapur milik Pak Sudarto dengan tinggi sekitar 4 meter dan panjang 20 meter longsor lalu menimpa kandang milik Pak Tukiran,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, Sabtu (21/2/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerusakan terjadi pada struktur talud dan kandang ternak. Satu ekor sapi milik Tukiran berhasil diselamatkan dan langsung dipindahkan ke lokasi aman.
“Alhamdulillah sapinya bisa segera diamankan, sudah dipindahkan ke belakang rumah untuk menghindari risiko longsor susulan,” tambah Eka.
Saat itu, pemilik kandang yang terdampak longsor, mengaku panik saat terdengar suara keras di malam hari.
“Saya waktu itu tidur, tiba-tiba ada suara ‘buuuaaakk’ keras sekali. Kirain gempa, tapi kok nggak goyang. Begitu keluar rumah, ternyata talud sudah longsor semua,” ungkap Tukiran.

Ia menyebut bagian talud yang ambruk cukup besar dan membuatnya sangat khawatir, terutama karena masih dalam musim hujan. Ia berharap kerusakan bisa segera diperbaiki menjelang Lebaran.
Perangkat Desa Buluharjo, Sutrisno, menyampaikan bahwa total dua rumah terdampak material longsoran. Pemerintah desa bersama warga, TNI dari Koramil, serta BPBD langsung turun melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor.
“Evakuasi dilakukan bersama masyarakat dan petugas. Kami langsung koordinasi begitu menerima laporan,” ujarnya.
Setelah kejadian, BPBD Magetan memasang terpal di area tebing sebagai langkah sementara untuk menahan potensi longsor tambahan jika hujan kembali turun. Pembersihan material juga masih terus dilakukan.
BPBD mengimbau masyarakat di kawasan perbukitan seperti Plaosan agar lebih waspada selama musim hujan. Tanda-tanda retakan tanah, pergeseran struktur bangunan, maupun aliran air yang tidak biasa harus segera dilaporkan ke perangkat desa atau BPBD.(Kus).
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Kris/Byg


