Target Investasi Kabupaten Madiun 2026 Dipatok Rp. 3 Triliun, 4 Perusahaan Besar Siap Masuk
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 73
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp. 3 triliun pada tahun 2026. Target tersebut meningkat Rp.500 miliar dibandingkan target investasi tahun 2025 yang berada di angka Rp. 2,5 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono, mengatakan peningkatan target itu didasarkan pada mulai bergeraknya sejumlah perizinan dasar dari perusahaan besar yang berencana menanamkan modal di wilayah Kabupaten Madiun.
“Sudah ada izin dasar yang mulai berjalan. Ada empat perusahaan besar yang saat ini masih dalam proses menuju Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Mudah-mudahan ini bisa menjadi potensi investasi yang signifikan,” ujar Anang, Selasa (6/1/2026).
Menurut Anang, keempat perusahaan tersebut berasal dari sektor industri, di antaranya industri alas kaki dan industri kayu. Total nilai investasi dari empat perusahaan itu diperkirakan mencapai Rp. 1 triliun.

Dari sisi lokasi, Anang menjelaskan, rencana investasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Satu perusahaan akan beroperasi di Kecamatan Pilangkenceng, satu di Kecamatan Saradan, serta dua perusahaan lainnya di Kecamatan Madiun.
Untuk mengejar target investasi tahun 2026, DPMPTSP Kabupaten Madiun menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan mengoptimalkan pertumbuhan jumlah usaha melalui pendampingan perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) dan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) di seluruh kecamatan.
“Strategi kami di 2026 tetap mengoptimalkan peningkatan jumlah usaha dengan melakukan pendampingan OSS dan NIB di seluruh kecamatan. Dengan langkah ini, baik investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) dapat tercatat dan terhitung,” jelasnya. Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kemudahan perizinan dan pendampingan tersebut dapat mendorong iklim investasi yang kondusif sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun mendatang.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana

