Berita Terkini
Trending Tags

Tradisi Berburu Ikan Waduk Surut di Musim Kemarau

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga di Waduk Dawuhan panen ikan di musim kemarau. Foto : Tova Pradana

Sinergia | Madiun – Surutnya air Waduk Dawuhan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun menjadi tanda dimulainya panen ikan tahunan yang ditunggu warga sekitar. Aktivitas ini telah berlangsung sejak dua hari terakhir dan diperkirakan hanya bertahan sekitar dua pekan selama musim kemarau.

Setiap tahun, ketika debit air waduk menyusut hingga sekitar 80 persen atau berada di bawah 7.000 meter kubik, warga berkelompok turun dengan jaring atau alat pancing. Hasil tangkapan mereka bisa mencapai 25 hingga 35 kilogram per hari, terdiri dari berbagai jenis ikan tawar seperti lele, nila, tombro, hingga ikan kutuk.

“Kalau waduk sudah surut seperti ini, biasanya bulan Agustus atau September, kami turun menjaring ikan. Sekali dapat bisa 25 sampai 35 kilo, langsung dijual ke warga yang sudah menunggu di pinggir waduk,” kata Kusnianto, salah satu petani setempat, Sabtu (6/9/2025).

Image Not Found
Warga serbu Waduk Dawuhan berburu ikan hasil tangkapan. Foto : Tova Pradana

Ikan hasil tangkapan dijual langsung di lokasi. Warga pembeli rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan ikan segar dengan harga terjangkau. Amin Nafi’ah, misalnya, mengaku sengaja datang lebih awal agar kebagian ikan nila. “Ini momen tahunan, jadi harus sabar nunggu. Ikan segar, harganya juga murah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nur Haryati, warga lain yang turut mengantre. Menurutnya, panen ikan di Waduk Dawuhan selalu membawa suasana berbeda. “Kalau air waduk penuh ya tidak ada panen. Jadi pas surut begini kami beli ikan nila dan kutuk segar. Harganya terjangkau, kualitasnya bagus,” ungkapnya.

Panen ikan ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga tradisi yang melekat bagi warga sekitar. Hanya kelompok tani ikan setempat yang diizinkan menjaring, sementara warga lainnya bisa menikmati hasil panen sebagai pembeli. Tradisi ini menjadi penanda musim kemarau sekaligus berkah yang hanya datang setahun sekali.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bea Cukai Madiun Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal, Kerugian Negara Dicegah Rp. 141 Juta

    Bea Cukai Madiun Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal, Kerugian Negara Dicegah Rp. 141 Juta

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bea Cukai Madiun bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) V/1 Madiun menggagalkan distribusi rokok ilegal di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam operasi penindakan itu, petugas mengamankan RA (22) beserta 144.200 batang rokok tanpa pita cukai dengan potensi kerugian negara Rp. 141,1 juta. Kepala Bea Cukai Madiun, P. Dwi Jogyastara, menyebut temuan […]

    Bagikan
  • Serangan Wereng Meluas, Pemkab Ponorogo Siapkan 320 Liter Pestisida untuk Semprot Serentak

    Serangan Wereng Meluas, Pemkab Ponorogo Siapkan 320 Liter Pestisida untuk Semprot Serentak

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berupaya mengendalikan penyebaran hama wereng batang cokelat yang menyerang tanaman padi milik petani di berbagai wilayah. Rembug bersama perwakilan petani digelar di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Selasa (15/07/2025), guna membahas langkah penanganan darurat. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Suprianto, mengatakan pihaknya telah […]

    Bagikan
  • Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    Pemerintah Kec Geger Menggelar Bimtek Transparansi Tata Kelola Keuangan Desa

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Transparansi dan akuntabel Pengelolaan keuangan di setiap desa menjadi syarat wajib agar tata kelola sesuai regulasi. Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2018 menjadi payung hukum mengatur azaz dan tata tertib administrasi anggaran di desa. Tranparansi diterjemahkan agar masyarakat bisa mengakses data anggaran di setiap desa tersebut. Paling tidak minimal […]

    Bagikan
  • Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    Total Dana Banpol Rp 2,9 miliar, PKB Terima Senilai Rp 574 juta, Hanura terima Rp 95 juta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab. Madiun | Dana hibah dari Pemkab Madiun untuk partai politik (Parpol) tahun 2025 akan segera cair. Besaran dana hibah parpol itu dihitung berdasarkan hasil Pemilu 2024. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bankesbangpol) Kabupaten Madiun, Mashudi mengatakan setidaknya ada delapan Parpol yang menerima Banpol itu. Tertinggi PKB dengan perolehan suara […]

    Bagikan
  • Jalan Santai dan Bazar UMKM di Munggut Jadi Ajang Harmonisasi Kerukunan Warga

    Jalan Santai dan Bazar UMKM di Munggut Jadi Ajang Harmonisasi Kerukunan Warga

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ribuan warga Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun memadati halaman kantor kelurahan pada Minggu (31/8/2025) untuk mengikuti jalan santai, bazar UMKM, dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan HUT ke-80 RI sekaligus sarana mempererat hubungan sosial antar warga. Acara dibuka dengan senam massal dan pemberangkatan jalan santai sepanjang […]

    Bagikan
  • Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    Kajari Magetan Baru Fokus Konsolidasi, Belum Sentuh Isu Korupsi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan yang baru dilantik, Dezi Setiaperma, memilih langkah hati-hati dalam mengawali masa jabatannya. Ia belum ingin terburu-buru menanggapi isu potensi korupsi di wilayah hukumnya dan lebih fokus melakukan konsolidasi internal. “Saya masih ingin memahami dulu situasi dan karakter daerah ini. Saat ini kami sedang konsolidasi dengan para […]

    Bagikan
expand_less