Senin, 9 Nov 2026
Trending Tags

Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim atlet takraw tengah berlatih dengan penuh semangat, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan.

Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau cedera, melainkan keputusan internal cabang olahraga sendiri.

“Alasannya, atlet belum siap secara teknik dan fisik,” kata pelatih tim Bayu Agung Prasetya, Rabu (09/07/2025).

Bayu menyebut, justru hasil tes parameter sebelumnya menunjukkan grafik peningkatan. Bahkan, segala kebutuhan tim sudah dipenuhi, mulai dari perlengkapan, penginapan, hingga agenda keberangkatan.

“Kami benar-benar terpukul. Anak-anak sampai menangis. Mereka tidak diberi kesempatan menunjukkan kemampuan karena tidak diikutkan dalam tes parameter ketiga,” lanjutnya.

Tim ini sebenarnya sudah dalam kondisi siap tempur. Dari delapan atlet, enam berasal dari Kecamatan Plaosan dan dua lainnya dari Kawedanan. Beberapa di antara mereka bahkan telah mengunggah momen persiapan keberangkatan ke media sosial. Namun harapan itu runtuh seketika.

Yang lebih menyakitkan, seluruh perlengkapan yang telah dipersiapkan serta uang pembinaan yang sempat diterima, akhirnya harus dikembalikan. Meski demikian, ada sedikit pelipur lara. Beberapa atlet takraw putri Magetan berhasil masuk sekolah favorit melalui jalur prestasi olahraga.

“Setidaknya, kerja keras mereka tidak sia-sia,” ujar Bayu, menahan getir.

Kisah tragis takraw putri hanyalah sepotong dari kegagalan besar kontingen Magetan di Porprov Jatim 2025. Dari total 38 peserta, Magetan hanya mampu berada di posisi ke-36—alias juara tiga dari bawah. Dengan raihan 5 emas, 8 perak, dan 10 perunggu, Magetan hanya mengoleksi 46 poin. Ironisnya, pencapaian ini lebih buruk dari Porprov edisi sebelumnya.

Warga Magetan pun meluapkan kekecewaan melalui media sosial. Tak sedikit yang melontarkan sindiran tajam hingga humor pahit.

“Tiap tahun lihat kabupaten tetangga pamer medali. Kami? Pamer sabar.”

“Sudah saatnya Magetan buka cabor baru: marathon menahan kecewa atau senam optimisme palsu.”

Tak hanya warganet, sejumlah atlet juga mulai angkat bicara soal minimnya dukungan dan pembinaan.

“Kami sudah berjuang. Tapi kami butuh lebih dari sekadar semangat—kami butuh pembinaan, fasilitas, dan kepercayaan,” ujar seorang atlet yang enggan disebut namanya.

Menanggapi hal ini, Ketua KONI Magetan, Bambang Trianto, menyatakan bahwa mundurnya tim sepak takraw merupakan keputusan internal cabor terkait. “Ketua cabor menyatakan tim belum siap. Mereka bersurat resmi ke kami,” ucap Bambang singkat.

Soal anjloknya prestasi Magetan, Bambang menyebut raihan medali hanya disumbang dari tiga cabor unggulan: Aeromodeling, Jujitsu, dan Biliar.

Kini sorotan tertuju pada KONI dan pembina olahraga Magetan. Evaluasi besar-besaran menjadi tuntutan wajar, bukan hanya untuk memperbaiki posisi klasemen, tapi juga demi martabat daerah dan masa depan atlet-atlet muda.

“Kami nggak harus juara umum tahun depan. Tapi tolong, jangan terus langganan papan bawah,” ujar seorang pemuda Magetan di kolom komentar unggahan Instagram KONI.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo– Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Meski baru dimulai beberapa hari lalu, proses renovasi gedung bekas Sentra Industri di Jalan Trunojoyo itu ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025. Hingga Senin (7/7/2025), progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Belum terlihat adanya sekat untuk ruang kelas maupun asrama siswa. Selain itu, […]

    Bagikan
  • Harga Plastik Melonjak, UMKM Ponorogo Kelimpungan 

    Harga Plastik Melonjak, UMKM Ponorogo Kelimpungan 

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Ponorogo kini merambah ke sektor lain. Harga plastik kemasan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat, membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin tertekan. Kenaikan harga plastik ini sudah terasa sejak bulan Ramadan lalu. Hingga awal April 2026, harga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hampir […]

    Bagikan
  • Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

    Desil Warga Bisa Naik meski Kondisi Ekonomi Tak Berubah, BPS Madiun Jelaskan Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak selalu mencerminkan perubahan kondisi ekonomi seseorang secara langsung. Pergeseran peringkat bisa terjadi karena perubahan kondisi ekonomi masyarakat lain yang masuk dalam pemeringkatan yang sama. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) khawatir. Mereka waswas jika desilnya naik, status sebagai […]

    Bagikan
  • 30,8 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Perhutani Siapkan Pemulihan Bertahap

    30,8 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Perhutani Siapkan Pemulihan Bertahap

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seluas 30,8 hektare kawasan hutan di lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi, Jawa Timur, terdampak kebakaran sejak 14 September 2026. Perhutani KPH Lawu Ds kini mulai memetakan karakteristik area terdampak sebagai dasar menentukan metode pemulihan kawasan. Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan luas tersebut merupakan hasil […]

    Bagikan
  • Mengejutkan! Rotasi Kilat Kajari Magetan, Tiga Nama Silih Berganti dalam Waktu Singkat

    Mengejutkan! Rotasi Kilat Kajari Magetan, Tiga Nama Silih Berganti dalam Waktu Singkat

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sepanjang tahun 2026 berlangsung cepat dan dinamis. Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan tercatat sudah berganti hingga tiga kali. Pergantian pertama terjadi pada Januari 2026. Saat itu, Kajari Magetan Dezi Septiapermana, yang sebelumnya menjabat di lingkungan […]

    Bagikan
  • Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    Tradisi Methik Pari Desa Glinggang, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Jelang Panen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Masyarakat adat Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, menggelar tradisi methik padi menjelang panen raya, Kamis (30/4/2026). Tradisi turun-temurun ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur. Prosesi methik digelar di area persawahan desa setempat. Sejumlah sesepuh dan perangkat desa memimpin ritual, yang juga diiringi penampilan […]

    Bagikan
expand_less