Berita Terkini
Trending Tags

Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 36
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang.

Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu momen ketika bumi berada di titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa udara dingin yang terjadi saat ini bukanlah akibat dari fenomena astronomi tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hawa dingin yang dirasakan di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama keberadaan angin monsun timur yang berasal dari Australia.

“Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa, khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ungkap Ardhasena.

Monsun timur membawa massa udara kering dan bersuhu rendah ke wilayah Indonesia bagian selatan. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

“Ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada bulan-bulan lainnya, karena kelembapan udara rendah dan uap air yang menahan panas sangat sedikit,” jelasnya lagi.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, panas bumi yang dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tidak tertahan oleh uap air, sehingga suhu permukaan turun dengan cepat. Fenomena inilah yang menyebabkan udara malam hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Berdasarkan data dari BMKG Pos Pengamatan Meteorologi Magetan per Kamis (10/07/2025), suhu minimum di wilayah ini berkisar antara 17–19°C, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Plaosan dan Panekan. Sementara suhu maksimum siang hari tercatat 24–27°C dengan kelembapan udara berkisar antara 60–75 persen.

Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan rata-rata 10–20 km/jam. Langit cenderung cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa wilayah Magetan saat ini tengah berada dalam puncak musim kemarau.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa suhu dingin disebabkan oleh fenomena Apelion. Meski secara waktu berdekatan, Apelion tidak berdampak langsung terhadap suhu di suatu wilayah secara ekstrem.

“Apelion itu fenomena skala planetari. Kalau dia yang memengaruhi suhu dingin, maka seluruh bumi harusnya merasakannya. Tapi kenyataannya tidak demikian,” tegas Ardhasena.

Apelion terjadi rutin setiap awal Juli, ketika bumi berada sekitar 152 juta kilometer dari matahari. Namun, perbedaan jarak ini hanya menimbulkan pengaruh kecil terhadap suhu secara keseluruhan.

BMKG mengimbau masyarakat Magetan untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, terutama suhu rendah di malam hari yang bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.

Warga juga disarankan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas malam dan menjaga daya tahan tubuh. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan lahan pertanian yang bisa terjadi akibat kemarau panjang.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    Gerak Cepat Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Toko Emas Rp. 1 Miliar Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jajaran Kepolisian Resor Magetan bergerak cepat mengungkap kasus pembobolan Toko Emas Senna Golden Star di Jalan Raya Bendo, Dusun Dermo, Desa Belotan, Kecamatan Bendo. Dalam waktu kurang dari 24 jam, lima tersangka berhasil ditangkap di sebuah rumah kos wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun. Kasus pencurian itu pertama kali terungkap pada Rabu pagi […]

    Bagikan
  • Polemik PSHT Memanas, Kubu Ketum PSHT Taufiq Tolak Parluh Kubu Moerdjoko Play Button

    Polemik PSHT Memanas, Kubu Ketum PSHT Taufiq Tolak Parluh Kubu Moerdjoko

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 1.837
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dualisme Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali memanas. Ratusan warga PSHT dari kubu Ketua Umum (Ketum) PSHT, Muhammad Taufiq menggelar aksi demo di Aloon-Aloon Kota Madiun pada Senin (02/02/2026). Aksi ini buntut akan dilaksanakannya Parapatan Luhur (Parluh) oleh kubu Ketum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko. Welly Dany Permana, Kuasa Hukum PSHT […]

    Bagikan
  • Banjir Kiriman Rendam Permukiman Warga Pilangkenceng, 58 Jiwa Terdampak

    Banjir Kiriman Rendam Permukiman Warga Pilangkenceng, 58 Jiwa Terdampak

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun dan Bojonegoro pada Minggu (11/5/2025) malam memicu banjir kiriman yang merendam puluhan rumah warga di Dusun Kebonduren, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 58 warga terdampak dari empat rukun tetangga (RT), dengan ketinggian […]

    Bagikan
  • 8 Wartawan Diintimidasi di Ngawi, Jurnalis Hampir Dipukul Paving di SPPG Bintang Mantingan

    8 Wartawan Diintimidasi di Ngawi, Jurnalis Hampir Dipukul Paving di SPPG Bintang Mantingan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Insiden intimidasi terhadap jurnalis terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Delapan wartawan dari berbagai media mengaku diusir dan mendapat perlakuan kasar saat meliput kegiatan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan, Kamis (04/12/2025) siang. Bahkan, seorang jurnalis dikabarkan hampir dipukul menggunakan paving dan papan kayu […]

    Bagikan
  • Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Peristiwa tragis terjadi di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dengan Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan hanyut terseret arus deras pada Senin siang, (30/06/2025). Korban berinisial D.Tb […]

    Bagikan
  • Paripurna Hari Jadi ke-107, Sinergi DPRD-Pemkot untuk Madiun Berkarya, Berbudaya, Mendunia

    Paripurna Hari Jadi ke-107, Sinergi DPRD-Pemkot untuk Madiun Berkarya, Berbudaya, Mendunia

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke-107 pada Jumat (20/06/2025). Rapat tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan resmi yang telah dan akan terus berlangsung sepanjang bulan Juni. Rapat Paripurna ini turut dihadiri oleh Wali Kota Madiun, Maidi, serta […]

    Bagikan
expand_less