Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Soroti Rendahnya Serapan APBD Kabupaten Madiun 2025, Dianggap “Terlalu Parah”

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menyoroti rendahnya serapan Anggaran Belanja daerah tahun 2025, Foto : Tova – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyoroti rendahnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 pada semester pertama. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah masih di bawah 50 persen, memunculkan kekhawatiran akan efektivitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, serapan anggaran kali ini lebih buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau panjenengan tanya soal penyerapan, saya itu sebenarnya kalau ngomong ya malulah. Penyerapan anggaran tahun ini terlalu parah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa (22/07/2025).

Fery menyebut, pihaknya sempat menanyakan langsung ke sejumlah OPD terkait alasan lambatnya serapan anggaran. Namun, jawaban yang diterima dinilai belum memuaskan.

“Kalau kita tanya, katanya ada regulasi baru. Jawabannya ya begitu-begitu terus,” tambahnya.

DPRD mendesak Bupati Madiun untuk segera mengambil langkah konkret agar serapan anggaran bisa segera ditingkatkan. Menurut Fery, dibutuhkan ketegasan dari kepala daerah dalam menggerakkan kebijakan dan mendorong kinerja OPD.

“Jangan menunggu. Ini harus segera dijalankan. Harus ada kebijakan dan ketegasan agar OPD bekerja,” tegasnya.

Ia juga berharap agar dalam rapat dengar pendapat (RDP) mendatang, seluruh OPD dapat memberikan penjelasan transparan terkait kendala yang menyebabkan lambatnya penyerapan anggaran.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data per 30 Juni 2025, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Madiun tercatat baru mencapai 49,39 persen, sedangkan belanja daerah hanya 40,03 persen. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun, Suntoko, mengungkapkan bahwa hingga 4 Juli, pendapatan daerah sedikit meningkat menjadi 49,47 persen.

Dari total pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai 41,30 persen, sementara dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi tercatat 52,50 persen. Suntoko tidak membantah bahwa capaian tersebut tergolong rendah, apalagi sudah memasuki paruh kedua tahun anggaran.

Rendahnya penyerapan APBD tak hanya menjadi indikator lemahnya pelaksanaan program, tetapi juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada perputaran belanja pemerintah daerah.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Crowded, Polres Ponorogo Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

    Antisipasi Crowded, Polres Ponorogo Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Kepadatan lalu lintas diprediksi akan terjadi di wilayah Ponorogo pada momen pergantian tahun baru. Terutama karena Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan lima titik hiburan untuk menyambut pergantian tahun 2024 ke 2025. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Polres Ponorogo akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Alun-alun Ponorogo. “Rekayasa lalu lintas pada malam […]

    Bagikan
  • Animal Rescue, Langkah Penanganan Ular yang Masuk ke Dalam Rumah

    Animal Rescue, Langkah Penanganan Ular yang Masuk ke Dalam Rumah

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melaksanakan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (SKIE) terkait kebencanaan. Salah satu materinya yakni animal rescue. Di tengah musim hujan yang lembab, tentu menjadi waktu berkembang biaknya ular. Tak jarang warga menemukan ular yang masuk ke pemukiman warga maupun ke dalam rumah. Untuk itu, […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Sisir Kawasan Tebing Watusigar Gunung Kidul Cari Pelaku Terduga Pembunuhan

    Polres Ponorogo Sisir Kawasan Tebing Watusigar Gunung Kidul Cari Pelaku Terduga Pembunuhan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan pencarian terhadap A, terduga pelaku pembunuhan Nur Aini (55) yang ditemukan tewas berlumuran darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Pencarian bahkan meluas hingga ke Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama sepekan penyisiran di kawasan Tebing Watusigar, Kapanewon Girisubo, petugas menemukan […]

    Bagikan
  • Maidi : Saya Tidak Lelah Membangun Kota Madiun, Kalau Ada Kekurangan Doakan Saya Sehat

    Maidi : Saya Tidak Lelah Membangun Kota Madiun, Kalau Ada Kekurangan Doakan Saya Sehat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi telah tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/01/2026) malam. Mengenakan topi dan memakai jaket, Maidi masuk ke gedung Merah Putih KPK diikuti oleh beberapa orang yang turut diamankan, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) […]

    Bagikan
  • Harga Tomat di Ponorogo Meroket, Tembus Rp28 Ribu per Kilogram

    Harga Tomat di Ponorogo Meroket, Tembus Rp28 Ribu per Kilogram

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga tomat di Pasar Legi Ponorogo mengalami lonjakan tajam sejak empat hari terakhir. Pada Selasa (23/06/2025) pagi, harga tomat tercatat mencapai Rp28.000 per kilogram, naik drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp5.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari cuaca yang kurang bersahabat, menipisnya pasokan di […]

    Bagikan
  • Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    Nilai Paket Tak Sesuai Anggaran, Kanang Soroti Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menguat. Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, meminta pemerintah meninjau ulang seluruh mekanisme program menyusul berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah. Kanang mengatakan evaluasi diperlukan setelah muncul laporan dugaan keracunan makanan, ketidaksesuaian kualitas menu, hingga selisih nilai […]

    Bagikan
expand_less