Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 305
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang.

Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu momen ketika bumi berada di titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa udara dingin yang terjadi saat ini bukanlah akibat dari fenomena astronomi tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hawa dingin yang dirasakan di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama keberadaan angin monsun timur yang berasal dari Australia.

“Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa, khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ungkap Ardhasena.

Monsun timur membawa massa udara kering dan bersuhu rendah ke wilayah Indonesia bagian selatan. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

“Ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada bulan-bulan lainnya, karena kelembapan udara rendah dan uap air yang menahan panas sangat sedikit,” jelasnya lagi.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, panas bumi yang dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tidak tertahan oleh uap air, sehingga suhu permukaan turun dengan cepat. Fenomena inilah yang menyebabkan udara malam hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Berdasarkan data dari BMKG Pos Pengamatan Meteorologi Magetan per Kamis (10/07/2025), suhu minimum di wilayah ini berkisar antara 17–19°C, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Plaosan dan Panekan. Sementara suhu maksimum siang hari tercatat 24–27°C dengan kelembapan udara berkisar antara 60–75 persen.

Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan rata-rata 10–20 km/jam. Langit cenderung cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa wilayah Magetan saat ini tengah berada dalam puncak musim kemarau.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa suhu dingin disebabkan oleh fenomena Apelion. Meski secara waktu berdekatan, Apelion tidak berdampak langsung terhadap suhu di suatu wilayah secara ekstrem.

“Apelion itu fenomena skala planetari. Kalau dia yang memengaruhi suhu dingin, maka seluruh bumi harusnya merasakannya. Tapi kenyataannya tidak demikian,” tegas Ardhasena.

Apelion terjadi rutin setiap awal Juli, ketika bumi berada sekitar 152 juta kilometer dari matahari. Namun, perbedaan jarak ini hanya menimbulkan pengaruh kecil terhadap suhu secara keseluruhan.

BMKG mengimbau masyarakat Magetan untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, terutama suhu rendah di malam hari yang bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.

Warga juga disarankan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas malam dan menjaga daya tahan tubuh. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan lahan pertanian yang bisa terjadi akibat kemarau panjang.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski berpuasa di bulan suci Ramadhan tidak menghalangi atlet-atlet muay thai dan kickboxing Kota Madiun untuk terus berlatih. Mereka lebih memilih latihan untuk mempersiapkan Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) mendatang. Seperti terlihat di pusat pelatihan kick boxing dan muay thai di Gor Wilis Kota Madiun. Pada latihan ini, para […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi

    Kebakaran Hutan Lereng Lawu Magetan Belum Padam, Api Bergerak ke Arah Ngawi

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, hingga Senin (14/9/2026) sore belum berhasil dipadamkan. Kobaran api terus bergerak ke arah utara dan mulai mendekati kawasan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan lebih memprioritaskan upaya mitigasi dan pembuatan sekat […]

    Bagikan
  • Ini Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Beruntun Yang Tewaskan 1 Pengendara Motor

    Ini Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Beruntun Yang Tewaskan 1 Pengendara Motor

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Thamrin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (1/4/2026). Sebuah mobil Toyota Kijang menabrak tiga sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di depan rumah nomor 11 milik warga […]

    Bagikan
  • Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    Telur Rebus Kotor di Paket MBG Lembeyan Viral, Standar Kebersihan Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal rasa atau porsi seperti sebelumnya, melainkan temuan satu butir telur rebus yang masih tampak kotor di bagian cangkangnya hingga viral di media sosial. Foto yang diunggah oleh akun Facebook Tri Winarsih dalam grup […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Resmikan Dua Dapur SPPG Baru, Target 16 Dapur Beroperasi Akhir Oktober

    Wali Kota Madiun Resmikan Dua Dapur SPPG Baru, Target 16 Dapur Beroperasi Akhir Oktober

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, meresmikan dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Taman dan Banjarejo, Kecamatan Taman, Senin (15/09/2025). Dengan peresmian ini, jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Kota Madiun mencapai lima unit. Walikota Madiun, Maidi menyampaikan bahwa dapur yang dibangun telah memenuhi standar, baik […]

    Bagikan
  • Residivis di Magetan Kembali Ditangkap, Diduga Curi Tiga HP dan Uang Rp70 Ribu

    Residivis di Magetan Kembali Ditangkap, Diduga Curi Tiga HP dan Uang Rp70 Ribu

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang residivis kasus pencurian kembali berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah rumah warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Dalam aksinya, pelaku diduga membawa kabur tiga unit telepon seluler dan uang tunai milik korban. Pelaku berinisial AJ alias SOMAD, warga Kota Bandung, Jawa Barat, berdomisili […]

    Bagikan
expand_less