Berita Terkini
Trending Tags

Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 84
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang.

Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu momen ketika bumi berada di titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa udara dingin yang terjadi saat ini bukanlah akibat dari fenomena astronomi tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hawa dingin yang dirasakan di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama keberadaan angin monsun timur yang berasal dari Australia.

“Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa, khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ungkap Ardhasena.

Monsun timur membawa massa udara kering dan bersuhu rendah ke wilayah Indonesia bagian selatan. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

“Ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada bulan-bulan lainnya, karena kelembapan udara rendah dan uap air yang menahan panas sangat sedikit,” jelasnya lagi.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, panas bumi yang dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tidak tertahan oleh uap air, sehingga suhu permukaan turun dengan cepat. Fenomena inilah yang menyebabkan udara malam hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Berdasarkan data dari BMKG Pos Pengamatan Meteorologi Magetan per Kamis (10/07/2025), suhu minimum di wilayah ini berkisar antara 17–19°C, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Plaosan dan Panekan. Sementara suhu maksimum siang hari tercatat 24–27°C dengan kelembapan udara berkisar antara 60–75 persen.

Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan rata-rata 10–20 km/jam. Langit cenderung cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa wilayah Magetan saat ini tengah berada dalam puncak musim kemarau.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa suhu dingin disebabkan oleh fenomena Apelion. Meski secara waktu berdekatan, Apelion tidak berdampak langsung terhadap suhu di suatu wilayah secara ekstrem.

“Apelion itu fenomena skala planetari. Kalau dia yang memengaruhi suhu dingin, maka seluruh bumi harusnya merasakannya. Tapi kenyataannya tidak demikian,” tegas Ardhasena.

Apelion terjadi rutin setiap awal Juli, ketika bumi berada sekitar 152 juta kilometer dari matahari. Namun, perbedaan jarak ini hanya menimbulkan pengaruh kecil terhadap suhu secara keseluruhan.

BMKG mengimbau masyarakat Magetan untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, terutama suhu rendah di malam hari yang bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.

Warga juga disarankan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas malam dan menjaga daya tahan tubuh. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan lahan pertanian yang bisa terjadi akibat kemarau panjang.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teror Anjing Liar di Gontor, Tiga Ternak Warga Mati Mengenaskan

    Teror Anjing Liar di Gontor, Tiga Ternak Warga Mati Mengenaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Warga Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, digemparkan oleh teror dua ekor anjing liar yang berulang kali menyerang ternak warga. Dalam tiga hari terakhir, tiga ekor kambing milik Pondok Modern Darussalam Gontor ditemukan mati dalam kondisi yang mengenaskan. Serangan pertama terjadi pada Minggu (27/04/2025) sekitar pukul 03.00 dini hari. Dua […]

    Bagikan
  • Hati-Hati ! Perempuan Jadi Korban Percobaan Penjambretan di Jalur Pulung Ponorogo

    Hati-Hati ! Perempuan Jadi Korban Percobaan Penjambretan di Jalur Pulung Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aksi kriminal jalanan kembali terjadi di wilayah Ponorogo. Seorang perempuan menjadi korban percobaan penjambretan di jalan raya penghubung Ponorogo–Pulung pada Rabu malam (22/10/2025) lalu. Korban yang diketahui bernama Mela, warga Desa Patik, Kecamatan Pulung, terjatuh dari motornya setelah ditendang pelaku saat berusaha mempertahankan tasnya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB […]

    Bagikan
  • Bapenda Kabupaten Madiun Targetkan Pajak PBB-P2 2026 Sebesar Rp32,2 Miliar, Distribusi SPPT Sudah Dimulai

    Bapenda Kabupaten Madiun Targetkan Pajak PBB-P2 2026 Sebesar Rp32,2 Miliar, Distribusi SPPT Sudah Dimulai

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun mulai mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun Pajak 2026 kepada para wajib pajak. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp32,2 miliar. Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, Yudi Hartono, menjelaskan bahwa distribusi SPPT dilakukan melalui aparat […]

    Bagikan
  • Atlet Porprov Diganjar Bonus Rp. 748 Juta, Kisah Fayi dari Jujitsu Raih Emas Setelah Gagal di 2022

    Atlet Porprov Diganjar Bonus Rp. 748 Juta, Kisah Fayi dari Jujitsu Raih Emas Setelah Gagal di 2022

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyerahkan bonus atau reward kepada atlet dan pelatih berprestasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp. 748 juta, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mengharumkan nama daerah di kancah olahraga tingkat provinsi. Dari jumlah itu, Rp. 605 juta dialokasikan untuk atlet, sementara […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Siapkan Enam Propemperda 2026, Dua Diantaranya Inisiatif Dewan

    DPRD Ponorogo Siapkan Enam Propemperda 2026, Dua Diantaranya Inisiatif Dewan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebagai lembaga legislasi, DPRD Ponorogo berupaya memastikan proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda) berjalan terarah dan berkualitas. Menyongsong tahun 2026, para wakil rakyat telah menyiapkan enam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) untuk dibahas bersama Eksekutif. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan Rancangan Perda (Raperda) inisiatif DPRD Ponorogo. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi […]

    Bagikan
  • 24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    24 Jemaah Haji Ponorogo Batal Berangkat, Kuota Dikembalikan ke Kemenag Jatim

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah jemaah haji asal Ponorogo dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dari total kuota 519 jemaah Kabupaten Ponorogo, sedikitnya 24 orang mengundurkan diri karena berbagai alasan. “Sudah ada 24 jemaah yang dipastikan tidak berangkat tahun ini,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Ponorogo, Marjuni, Kamis (30/01/2025). […]

    Bagikan
expand_less