Berita Terkini
Trending Tags

Kericuhan Pecah, Dua Kelompok Silat Bentrok di Perbatasan Madiun-Magetan

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi dan TNI turun tangan meredam kedua kubu yang terlibat bentrokan, Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Situasi memanas terjadi di kawasan Jalan Raya Gorang Gareng, tepatnya masuk Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, pada Minggu (20/4/2025). Hal itu dipicu oleh dua kelompok perguruan silat yang terlibat bentrok hebat usai kegiatan Halal Bi Halal.

Situasi ini menyebabkan warga sekitar resah dan memilih untuk mencari tempat yang aman. Bentrok terjadi tepat di area perbatasan Magetan dan Madiun juga mengganggu lalu lintas di jalur tersebut. Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI turun ke lokasi untuk meredam situasi.

Image Not Found
Situasi mencekam di jalan raya gorang gareng saat kedua kelompok terlibat bentrokan, Kriswanto – Sinergia

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menjelaskan bahwa bentrokan terjadi sesaat setelah acara Halal Bi Halal di Kecamatan Takeran. Ia menyebut, rombongan salah satu perguruan silat sedang dalam perjalanan kembali menuju Kota Madiun saat insiden terjadi.

“Penyekatan segera kami lakukan di dua titik, yakni Kabupaten Magetan dan Kota Madiun. Langkah ini berhasil memperkecil potensi konflik lebih lanjut,” ujarnya.

Sebanyak 200 personel gabungan dari Polres Magetan, BKO Brimob, dan TNI dari Kodim Magetan diterjunkan ke lokasi. Massa pun membubarkan diri secara bertahap.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun penangkapan dari insiden ini. Namun pihak kepolisian menegaskan akan segera mengadakan pertemuan dengan pimpinan kedua perguruan untuk menyelesaikan konflik secara damai.

“Langkah mediasi akan kami tempuh agar situasi tetap kondusif dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkas AKBP Erik.

Kriswanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    PAD Kabupaten Madiun Belum Capai Target, Retribusi RSUD Jadi Penyumbang Defisit Terbesar

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun masih belum mencapai target. Hingga 11 Desember 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi PAD baru berada di angka 92,48 persen atau Rp. 405,3 miliar dari target Rp. 438,3 miliar. Kekurangan realisasi PAD tersebut didominasi oleh sektor retribusi daerah, […]

    Bagikan
  • Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    Dispendukcapil Madiun Wujudkan Layanan Adminduk “Sarapan Pecel”, Warga Bisa Urus dari Desa

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah inovasi “Sarapan Pecel” atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung dari kantor desa. Program ini diperkenalkan beriringan dengan kegiatan Bahana […]

    Bagikan
  • Duh ! Pemuda di Ponorogo Terekam CCTV Curi Pakaian Dalam Wanita

    Duh ! Pemuda di Ponorogo Terekam CCTV Curi Pakaian Dalam Wanita

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Seorang pemuda di Kabupaten Ponorogo terekam kamera pengawas (CCTV) saat mencuri pakaian dalam wanita yang dijemur di halaman rumah warga. Rekaman berdurasi 1 menit 14 detik itu viral di berbagai media sosial. Peristiwa pencurian terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 00.17 WIB di Jalan Tejomantri, RT 02 RW 07, Kelurahan Brotonegaran, […]

    Bagikan
  • Dilaporkan Soal Dugaan Penipuan, Ketua–Sekretaris PKB Magetan Ancang-Ancang Balik Menyerang

    Dilaporkan Soal Dugaan Penipuan, Ketua–Sekretaris PKB Magetan Ancang-Ancang Balik Menyerang

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Konstelasi konflik di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Magetan makin memanas. Setelah sempat dilaporkan atas dugaan penipuan dokumen, jajaran Ketua dan Sekretaris DPC PKB Magetan kini menyatakan siap melakukan langkah hukum tandingan. Kuasa hukum keduanya, Ahmad Setiawan, menyampaikan bahwa kliennya siap mengikuti seluruh proses penyelidikan yang tengah ditangani Polres Magetan. Ia […]

    Bagikan
  • Warga Madiun Jadi Korban Penipuan Jual Beli Gabah, 10 Ton Raib

    Warga Madiun Jadi Korban Penipuan Jual Beli Gabah, 10 Ton Raib

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Kasus dugaan penipuan pembelian gabah terjadi di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jumat malam (21/11/2025). Marjoko, anak dari korban bernama Katiyem, membeberkan kronologi lengkap kejadian yang membuat gabah milik ibunya raib dibawa truk tanpa pembayaran. Menurut Marjoko, ibunya dijanjikan transaksi pembelian gabah oleh seseorang yang mengaku bernama Heru. Keduanya sempat […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa di Kedunggalar Ngawi Keracunan Usai Santap MBG

    Puluhan Siswa di Kedunggalar Ngawi Keracunan Usai Santap MBG

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, kembali menjadi sorotan. Hal ini setelah puluhan siswa SD dan SMP mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu yang dibagikan pada Rabu (26/11/2025). Para siswa mengeluhkan sakit perut, mual, hingga sesak napas tak lama setelah makan yang memicu kepanikan di lingkungan sekolah. […]

    Bagikan
expand_less