Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Warga Lapor Dinsos Pencairan Bansos Diblokir, Diduga Terlibat Judi Online

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ngawi, Mochamad Turnawan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Kabupaten Ngawi mendadak tidak dapat mencairkan dana bantuan sosial (Bansos) yang rutin mereka terima. Setelah penelusuran oleh Dinas Sosial (Dinsos) setempat, diketahui sebagian dari penerima bantuan terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. Akibatnya, data mereka secara otomatis diblokir oleh sistem Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Fenomena ini muncul dalam beberapa pekan belakangan. Tak sedikit warga datang langsung ke kantor Dinsos Ngawi untuk mengadukan pencairan bansos mereka yang tiba-tiba terhenti tanpa ada penjelasan sebelumnya.

“Beberapa penerima datang melapor karena bantuan mereka tidak cair. Setelah kami lakukan pengecekan, ternyata Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka terdeteksi dalam aktivitas judi online,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Ngawi, Mochamad Turnawan, Senin (20/10/2025).

Menurut Turnawan, pemblokiran dilakukan langsung oleh Kemensos melalui sistem data nasional yang terintegrasi. Namun, ia tak menutup kemungkinan adanya kesalahan pencocokan data sehingga warga yang sebenarnya tidak terlibat ikut terdampak.

“Data pemblokiran itu sepenuhnya dari pusat. Kalau ada laporan warga yang merasa dirugikan, kami akan lakukan pengecekan di lapangan. Jika terbukti tidak terlibat, kami bantu membuat surat pernyataan untuk diajukan kembali ke Kemensos agar bansosnya bisa diaktifkan lagi,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, hingga saat ini Dinsos Ngawi belum memiliki angka pasti terkait jumlah penerima bantuan yang diblokir akibat kasus tersebut. Meski begitu, ia memastikan setiap aduan tetap akan ditindaklanjuti agar penyaluran bansos berjalan dengan tepat sasaran.

Adapun jumlah total penerima bantuan sosial di Kabupaten Ngawi terbilang cukup besar. Berdasarkan data per September 2025, tercatat 97.872 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Program Keluarga Harapan (PKH), 81.273 KPM penerima bantuan sembako, serta 433.680 KPM penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (BIJK).

“Seluruh penerima tersebar di 19 kecamatan dan terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSen) dari desil 1 hingga 4,” tutup Turnawan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

    Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengandalkan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui pemasangan Rumah Burung Hantu (RBH) di berbagai sentra pertanian. Tercatat tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan telah membangun sebanyak 941 unit RBH yang tersebar di sejumlah wilayah rawan serangan tikus. Kepala Bidang Tanaman Pangan […]

    Bagikan
  • Perubahan APBD 2025 Disetujui, DPRD Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan PAD

    Perubahan APBD 2025 Disetujui, DPRD Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan PAD

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna untuk menyepakati bersama Bupati Madiun terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Agenda yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Madiun tersebut turut dihadiri oleh Bupati Hari Wuryanto, Wakil Bupati, […]

    Bagikan
  • Mediasi Ketiga Gugatan PAW DPRD Magetan Kembali Buntu, Pimpinan DPRD Diberi Tenggat Seminggu

    Mediasi Ketiga Gugatan PAW DPRD Magetan Kembali Buntu, Pimpinan DPRD Diberi Tenggat Seminggu

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses mediasi perkara Nomor 34/Pdt.G/2025/PN Mgt di Pengadilan Negeri (PN) Magetan kembali berjalan tanpa kesepakatan. Dalam sidang yang digelar Rabu (03/12/2025), hakim mediator Deddi Alparesi memutuskan memberikan tambahan waktu satu minggu kepada pimpinan DPRD Magetan untuk menentukan sikap. Hal itu terkait kemungkinan pencabutan surat pengusulan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota […]

    Bagikan
  • Kepatihan Ngawi Terancam Runtuh, Bangunan Bersejarah Tahun 1828 Menanti Revitalisasi

    Kepatihan Ngawi Terancam Runtuh, Bangunan Bersejarah Tahun 1828 Menanti Revitalisasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Salah satu bangunan bersejarah penting di Kabupaten Ngawi, yakni Kepatihan yang terletak di Jalan Patiunus, Kelurahan Ketanggi, kini dalam kondisi rusak parah. Bangunan bergaya arsitektur Jawa yang berdiri sejak tahun 1828 ini terlihat nyaris roboh. Dindingnya retak, plafon ambrol, pintu-pintu rusak, dan sejumlah bagian jebol. Meski masih difungsikan sebagai Sekretariat […]

    Bagikan
  • Puluhan Keluarga Antre Adopsi Bayi yang Ditemukan di Sawah Madiun

    Puluhan Keluarga Antre Adopsi Bayi yang Ditemukan di Sawah Madiun

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Harapan hidup lebih baik tampaknya akan segera menyapa seorang bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di area persawahan Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/4/2025) lalu. Sejak kabar penemuan bayi tersebut beredar, antusiasme masyarakat untuk mengadopsi bocah malang itu langsung mengalir. Hingga Rabu (16/4/2025), tercatat sudah ada 45 […]

    Bagikan
  • Satu Lagi Jabatan Eselon II Pemkot Madiun Kosong, 8 Pimpinan OPD Masih Diisi Plt

    Satu Lagi Jabatan Eselon II Pemkot Madiun Kosong, 8 Pimpinan OPD Masih Diisi Plt

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Satu lagi jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun akan kosong. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun, Haris Rahmanuddin, akan memasuki masa pensiun per 1 September 2026. Pensiunnya Haris membuat jumlah jabatan pimpinan OPD di Pemkot Madiun yang diisi Pelaksana Tugas […]

    Bagikan
expand_less