Berita Terkini
Trending Tags

Efisiensi Anggaran Pangkas DAK Perpusnas, 153 Perpustakaan Desa di Magetan Tak Lagi Dapat Bantuan Buku

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
E-Perpusda didorong jadi solusi keterbatasan koleksi buku. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung terhadap pengembangan literasi masyarakat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lebih dari 153 perpustakaan desa kini tidak lagi mendapat bantuan buku baru setelah anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Perpustakaan Nasional mengalami pemangkasan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengatakan penurunan anggaran tersebut membuat ruang fiskal dinas semakin terbatas untuk menjalankan program peningkatan budaya baca masyarakat.

Pada 2025, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan masih menerima alokasi DAK nonfisik sekitar Rp1,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah kegiatan literasi, termasuk pengadaan dan distribusi buku bagi perpustakaan desa.Namun, memasuki 2026, anggaran tersebut turun hampir separuh menjadi sekitar Rp600 juta. Kondisi ini membuat pengadaan buku baru untuk perpustakaan desa maupun sejumlah program literasi lainnya tidak lagi dapat dilakukan.

“Dampaknya program literasi seperti bantuan buku untuk desa itu sudah tidak ada lagi. Jumlahnya ada sekitar 153 perpustakaan desa,” ujar Endang, Selasa (11/8/2026).

Menurut Endang, kondisi tersebut diperkirakan berlanjut pada 2027. Alokasi anggaran yang diterima dinasnya diproyeksikan kembali turun menjadi sekitar Rp500 juta.

Pemangkasan anggaran tidak hanya berdampak pada perpustakaan desa. Koleksi bahan bacaan di perpustakaan daerah juga belum dapat diperbarui secara optimal. Penambahan judul buku baru menjadi semakin terbatas karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Persoalan serupa juga muncul pada pengembangan koleksi bahan bacaan digital. Keterbatasan anggaran membuat penambahan judul buku elektronik menjadi minim sehingga pilihan bacaan yang dapat diakses masyarakat melalui layanan digital ikut terbatas.

Padahal, koleksi bahan bacaan menjadi salah satu komponen dalam pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Endang mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan capaian literasi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi. Terlebih, sejumlah komponen penilaian IPLM pada 2026 mengalami perubahan sehingga pemerintah daerah perlu menyesuaikan strategi pengembangan literasi.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan mulai mendorong masyarakat dan pengelola perpustakaan desa untuk memanfaatkan sumber bacaan digital melalui layanan E-book dan E-Perpusda.

“Indikator IPLM salah satunya koleksi buku. Karena itu, kami sosialisasikan penggunaan E-book atau E-Perpusda untuk mengantisipasi dampak efisiensi ini,” jelas Endang.

Berdasarkan catatan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, capaian IPLM daerah tersebut pada 2025 berada di angka 6,64. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan literasi masyarakat di daerah.

Meski dukungan berupa buku fisik berkurang, Endang memastikan kegiatan literasi di tingkat desa tidak serta-merta berhenti. Berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis dan aktivitas peningkatan kapasitas masyarakat tetap didorong dengan menyesuaikan sumber daya yang tersedia.

Dinas juga mengarahkan perpustakaan desa untuk tidak hanya bergantung pada koleksi buku fisik, tetapi mulai memperluas pemanfaatan bahan bacaan digital sebagai alternatif.

“Banyak bimbingan teknis yang dilaksanakan di setiap desa. Walaupun kebanyakan sumbernya tetap dari buku, dengan adanya efisiensi ini kami dorong penggunaan buku digital,” kata Endang.

Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi tantangan baru dalam menjaga ekosistem literasi. Karena itu, keberlangsungan kegiatan membaca dan peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan membutuhkan strategi yang lebih adaptif, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap budaya membaca tetap tumbuh meski dukungan anggaran untuk pengadaan koleksi buku mengalami pengurangan. Targetnya, capaian minat baca masyarakat dan IPLM Kabupaten Magetan tetap dapat dipertahankan di tengah keterbatasan fiskal. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Dekatkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Saat Gelaran BST dan TMMD

    Pemkab Madiun Dekatkan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Saat Gelaran BST dan TMMD

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Kodim 0803/Madiun menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga dalam rangka Bhakti Sosial Terpadu (BST) dan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, Rabu (23/07/2025). Kegiatan tersebut menyasar masyarakat di wilayah desa sasaran TMMD dengan berbagai layanan kesehatan, termasuk pengobatan umum dan sunat massal. Sebanyak 118 warga memanfaatkan […]

    Bagikan
  • Rock MRC Gelar Festival Musik untuk Meriahkan Hari Jadi ke-107 Kota Madiun

    Rock MRC Gelar Festival Musik untuk Meriahkan Hari Jadi ke-107 Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, komunitas musik Rock MRC menggelar event kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Acara ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan musik rock tanah air, khususnya dalam upaya regenerasi musisi muda. Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Founder Rock MRC, […]

    Bagikan
  • Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam, DLH Minta Perbaikan Pengelolaan Limbah

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sejumlah warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari usaha peternakan ayam petelur di sekitar permukiman. Keluhan tersebut kemudian dimediasi oleh pemerintah desa dan ditindaklanjuti dengan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi. Peternakan ayam petelur yang telah beroperasi sekitar dua tahun terakhir […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Pelaku Pembuangan Bayi Diamankan? AKP Agus : Besok Kita Release

    Pelaku Pembuangan Bayi Diamankan? AKP Agus : Besok Kita Release

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Beredar sebuah foto yang memperlihatkan dua orang remaja tengah duduk di ruang tunggu penyidik satreskrim polres Madiun. Publik menduga bahwasanya keduanya merupakan pasangan sejoli yang berkaitan dengan penemuan jasad bayi di Sungai Sono Desa Tiron Kecamatan/ Kabupaten Madiun pada Kamis (9/1/2025) lalu. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Reskrim […]

    Bagikan
  • KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    KPK Soroti Pemkab Magetan, Catatan Penting Menyasar Pengelolaan Keuangan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah catatan penting kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan setelah melakukan pendampingan tata kelola pemerintahan daerah pada September 2025. Hasil pendampingan itu menyoroti sejumlah aspek pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih perlu diperbaiki. Dalam laporan tersebut, KPK menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, khususnya […]

    Bagikan
expand_less