Berita Terkini
Trending Tags

Efisiensi Anggaran Pangkas DAK Perpusnas, 153 Perpustakaan Desa di Magetan Tak Lagi Dapat Bantuan Buku

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
E-Perpusda didorong jadi solusi keterbatasan koleksi buku. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung terhadap pengembangan literasi masyarakat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Lebih dari 153 perpustakaan desa kini tidak lagi mendapat bantuan buku baru setelah anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Perpustakaan Nasional mengalami pemangkasan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Endang Ambarwati, mengatakan penurunan anggaran tersebut membuat ruang fiskal dinas semakin terbatas untuk menjalankan program peningkatan budaya baca masyarakat.

Pada 2025, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan masih menerima alokasi DAK nonfisik sekitar Rp1,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah kegiatan literasi, termasuk pengadaan dan distribusi buku bagi perpustakaan desa.Namun, memasuki 2026, anggaran tersebut turun hampir separuh menjadi sekitar Rp600 juta. Kondisi ini membuat pengadaan buku baru untuk perpustakaan desa maupun sejumlah program literasi lainnya tidak lagi dapat dilakukan.

“Dampaknya program literasi seperti bantuan buku untuk desa itu sudah tidak ada lagi. Jumlahnya ada sekitar 153 perpustakaan desa,” ujar Endang, Selasa (11/8/2026).

Menurut Endang, kondisi tersebut diperkirakan berlanjut pada 2027. Alokasi anggaran yang diterima dinasnya diproyeksikan kembali turun menjadi sekitar Rp500 juta.

Pemangkasan anggaran tidak hanya berdampak pada perpustakaan desa. Koleksi bahan bacaan di perpustakaan daerah juga belum dapat diperbarui secara optimal. Penambahan judul buku baru menjadi semakin terbatas karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Persoalan serupa juga muncul pada pengembangan koleksi bahan bacaan digital. Keterbatasan anggaran membuat penambahan judul buku elektronik menjadi minim sehingga pilihan bacaan yang dapat diakses masyarakat melalui layanan digital ikut terbatas.

Padahal, koleksi bahan bacaan menjadi salah satu komponen dalam pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Endang mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mempertahankan capaian literasi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi. Terlebih, sejumlah komponen penilaian IPLM pada 2026 mengalami perubahan sehingga pemerintah daerah perlu menyesuaikan strategi pengembangan literasi.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan mulai mendorong masyarakat dan pengelola perpustakaan desa untuk memanfaatkan sumber bacaan digital melalui layanan E-book dan E-Perpusda.

“Indikator IPLM salah satunya koleksi buku. Karena itu, kami sosialisasikan penggunaan E-book atau E-Perpusda untuk mengantisipasi dampak efisiensi ini,” jelas Endang.

Berdasarkan catatan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, capaian IPLM daerah tersebut pada 2025 berada di angka 6,64. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan literasi masyarakat di daerah.

Meski dukungan berupa buku fisik berkurang, Endang memastikan kegiatan literasi di tingkat desa tidak serta-merta berhenti. Berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis dan aktivitas peningkatan kapasitas masyarakat tetap didorong dengan menyesuaikan sumber daya yang tersedia.

Dinas juga mengarahkan perpustakaan desa untuk tidak hanya bergantung pada koleksi buku fisik, tetapi mulai memperluas pemanfaatan bahan bacaan digital sebagai alternatif.

“Banyak bimbingan teknis yang dilaksanakan di setiap desa. Walaupun kebanyakan sumbernya tetap dari buku, dengan adanya efisiensi ini kami dorong penggunaan buku digital,” kata Endang.

Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi tantangan baru dalam menjaga ekosistem literasi. Karena itu, keberlangsungan kegiatan membaca dan peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan membutuhkan strategi yang lebih adaptif, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap budaya membaca tetap tumbuh meski dukungan anggaran untuk pengadaan koleksi buku mengalami pengurangan. Targetnya, capaian minat baca masyarakat dan IPLM Kabupaten Magetan tetap dapat dipertahankan di tengah keterbatasan fiskal. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paripurna DPRD Magetan Bahas Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Dua Raperda Strategis

    Paripurna DPRD Magetan Bahas Laporan Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Dua Raperda Strategis

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna di ruang sidang utama Gedung DPRD Selasa (15/07/2025). Rapat ini dihadiri oleh para anggota dewan, pimpinan OPD, jajaran Forkopimda, serta Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Agenda utama rapat adalah pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan […]

    Bagikan
  • Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    Banyak Permasalahan Aset di Bumi Kampung Pesilat, Komisi C bakal panggil BPKAD

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Polemik Permasalahan tukar guling aset Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Desa Purwosari kian panjang. Komisi C DPRD Kabupaten Madiun bakal menginventarisir permasalahan aset yang kian menahun menjadi catatan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ketua komisi C DPRD Kabupaten Madiun  Rudi Triswahono menjelaskan pihaknya akan membahas bersama internal komisi. Serta […]

    Bagikan
  • HUT ke-81 RRI, LPP RRI Madiun Tegaskan Komitmen Bertransformasi ke Era Multiplatform

    HUT ke-81 RRI, LPP RRI Madiun Tegaskan Komitmen Bertransformasi ke Era Multiplatform

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 pada Jumat (11/9/2029). Peringatan tersebut turut digelar di Aula RRI Madiun dengan mengikuti prosesi Penyulutan Obor Tri Prasetya RRI sebagai puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI. Peringatan HUT ke-81 RRI tahun ini mengusung tema “Suara Indonesia […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Pimpin Apel ASN, Sinkronkan Program Asta Cita dengan Program Kerja Harmonis

    Bupati Madiun Pimpin Apel ASN, Sinkronkan Program Asta Cita dengan Program Kerja Harmonis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun yang digelar di Halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin pagi (3/3/2025). Apel perdana ini digelar seusai Bupati Madiun mengikuti retret di Akademi Militer (AKMIL) Magelang beberapa waktu lalu. Dalam apel ini turut dihadiri oleh Ketua Tim […]

    Bagikan
  • Polres Madiun dan Perhutani Tanam 2.250 Pohon di Kare, Peringati Hari Bumi 2026

    Polres Madiun dan Perhutani Tanam 2.250 Pohon di Kare, Peringati Hari Bumi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Polres Madiun bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Rabu (22/4/2026). Kegiatan berlangsung di Petak 18B-1 RPH Kresek, BKPH Brumbun, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Sebanyak 2.250 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis tanaman yang ditanam meliputi jati, johar, […]

    Bagikan
  • Reses DPRD Ponorogo Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur Jadi Keluhan Terbanyak

    Reses DPRD Ponorogo Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur Jadi Keluhan Terbanyak

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Aspirasi warga dari enam daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian DPRD setelah seluruh anggota dewan melaksanakan kegiatan reses. Beragam masukan yang disampaikan masyarakat tersebut akan dihimpun sebagai bahan penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD serta menjadi pertimbangan dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menyampaikan […]

    Bagikan
expand_less