Bukan Operasi Militer, Puluhan TNI Justru Lakukan Ini di Pasar Srijaya Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Puluhan prajurit TNI dari Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) dan Kodim 0803/Madiun bersama personel kepolisian, pemerintah daerah, pelajar, serta masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan Pasar Srijaya atau dikenal Pasar Burung Njoyo dan Pasar Kotak, Kota Madiun, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan TNI Peduli Sampah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Aksi gotong royong itu mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka mengaku senang karena lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan tertata.
“Senang dan bersyukur karena pasar menjadi lebih bersih dan kelihatan rapi,” kata Kliwon, salah satu pedagang.
Pedagang makanan dan minuman tersebut berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Ia juga berharap TNI tetap hadir dan bersinergi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial.
“Semoga TNI ke depannya tetap jaya, senantiasa menyatu dengan rakyat kecil, serta tetap rukun dan kompak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti Syamsani, pedagang kelapa parut dan lontong. Perempuan yang telah puluhan tahun berjualan di pasar tersebut mengaku senang melihat lingkungan tempatnya berdagang menjadi lebih bersih.
Menurut Siti, kondisi pasar yang bersih dan rapi tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pedagang, tetapi juga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja.

“Kalau pasarnya bersih, semoga membuat yang beli semakin banyak,” katanya.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kegiatan yang kita laksanakan di Pasar Joyo dan Pasar Kotak ini merupakan Gerakan TNI Peduli Sampah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia,” ujarnya.
Menurut Untoro, pasar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan intensitas kegiatan yang tinggi. Kondisi tersebut membuat produksi sampah di lingkungan pasar juga cukup besar setiap hari.
Karena itu, diperlukan kepedulian dan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan pasar agar tetap nyaman, sehat, dan tertata.
“Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan. Ini membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Gerakan TNI Peduli Sampah tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat semakin peduli dan memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Bagi para pedagang, kebersihan pasar bukan sekadar membuat lingkungan terlihat rapi. Pasar yang bersih juga diharapkan mampu memberikan kenyamanan kepada pengunjung sehingga aktivitas jual beli dan perekonomian masyarakat dapat terus berkembang. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





