Berita Terkini
Trending Tags

Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 163
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sri Wahyuni yang telah sempat dinyatakan hilang kini telah di temukan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Setelah sempat dinyatakan hilang selama dua hari karena hanyut terbawa arus sungai, Sri Wahyuni (53), warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (24/10/2025) pagi. Ia ditemukan tergeletak lemas di area kebun tebu, sekitar 300 meter dari titik awal dilaporkan hanyut.

Pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Damkar, serta warga setempat akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga yang turut membantu penyisiran darat menemukan Sri Wahyuni dalam kondisi lemah di tepi kebun tebu.

“Awalnya kami sudah mengira korban tenggelam karena tidak juga ditemukan di sungai. Tapi setelah dua hari, kami putuskan menyisir daratan, dan ternyata korban tergeletak lemas di area tebu,” ujar Handoyo, warga yang ikut dalam pencarian.

Petugas langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi, sebelum membawa Sri Wahyuni ke Puskesmas Pitu. Kondisinya saat itu dilaporkan sangat lemah dan tubuhnya menggigil akibat terlalu lama berada di alam terbuka.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Sri Wahyuni berpamitan kepada keluarganya untuk buang hajat di sungai berjarak sekitar 80 meter dari rumah. Namun, hingga sore hari Sri tidak kunjung pulang. Ketika itu, cuaca saat itu sedang hujan deras dan debit air sungai meningkat.

Karena diduga korban terpeleset dan terseret arus sungai, tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Cantel hingga mengarah ke Bengawan Solo, namun hasilnya nihil hingga dua hari berikutnya. Koordinator Basarnas Unit Siaga Bojonegoro, Nanang Pujo, mengonfirmasi bahwa Sri Wahyuni ditemukan dalam kondisi hidup meski mengalami penurunan suhu tubuh.

“Kami mendapat laporan dari warga yang menemukannya. Saat dievakuasi, kondisinya masih sadar tapi lemah, jadi langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad menduga korban sempat tersesat di area kebun tebu selama dua hari karena kondisi cuaca ekstrem. “Korban kemungkinan terjebak di kebun tebu akibat hujan deras dan sulitnya medan. Minim penerangan juga membuatnya sulit mencari jalan keluar,” ungkap Basuki.

Kini, Sri Wahyuni masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Pitu. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi ditutup oleh tim gabungan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Spesialis Curanmor di Madiun Ditangkap, 14 TKP Jadi Sasaran

    Dua Spesialis Curanmor di Madiun Ditangkap, 14 TKP Jadi Sasaran

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk anggota  Satreskrim Polres Madiun. Kedua pelaku ditangkap karena kerap menyasar sepeda motor di area persawahan dan teras rumah warga. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, kedua tersangka beraksi di total 14 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Untuk tersangka […]

    Bagikan
  • 18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km². Data tersebut menunjukkan, […]

    Bagikan
  • Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    Muscab PKB Kota Madiun Digelar April 2026, PAC Diminta Usulkan Minimal 5 Nama Calon Ketua DPC

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun mulai mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang. Saat ini, proses penjaringan calon ketua DPC tengah berjalan di tingkat internal partai. Ketua DPC PKB Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusianto, mengatakan tahapan penjaringan calon dimulai dari Pengurus […]

    Bagikan
  • Rumah Pria 29 Tahun Sebatang Kara Ludes Terbakar

    Rumah Pria 29 Tahun Sebatang Kara Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – 1 rumah ludes terbakar di Jalan Bali Gang II RT 13 RW 8 Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun pada Rabu (22/1/2025). Pemilik rumah Wahyu Herianto (29) bisa menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Wahyu yang tinggal seorang diri di rumah itu nampak shock dan ditenangkan oleh para tetangga. Menurut Teguh Cahyo Adi, […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    Kepala Desa Sukosari Jadi Tersangka Korupsi Proyek Kolam Renang Rp600 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun resmi menetapkan Kusno (61), Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2022. Penetapan status hukum dilakukan usai pemeriksaan intensif selama lebih dari enam jam pada Rabu, 6 Agustus […]

    Bagikan
  • Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun 2025 5,69 Persen, DPRD Soroti Piutang Rp15 Miliar dan Peran UMKM

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rabu (22/4/2026), menjadi ruang evaluasi terbuka atas kinerja pembangunan daerah. Sorotan utama mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai target serta pengelolaan piutang daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah. Tercatat pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tahun 2025 tercatat sebesar […]

    Bagikan
expand_less