Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Dilaporkan Hilang Diduga Hanyut, Nenek Sri Wahyuni Ditemukan Lemas di Kebun Tebu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 212
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sri Wahyuni yang telah sempat dinyatakan hilang kini telah di temukan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Setelah sempat dinyatakan hilang selama dua hari karena hanyut terbawa arus sungai, Sri Wahyuni (53), warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat, Jumat (24/10/2025) pagi. Ia ditemukan tergeletak lemas di area kebun tebu, sekitar 300 meter dari titik awal dilaporkan hanyut.

Pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Damkar, serta warga setempat akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga yang turut membantu penyisiran darat menemukan Sri Wahyuni dalam kondisi lemah di tepi kebun tebu.

“Awalnya kami sudah mengira korban tenggelam karena tidak juga ditemukan di sungai. Tapi setelah dua hari, kami putuskan menyisir daratan, dan ternyata korban tergeletak lemas di area tebu,” ujar Handoyo, warga yang ikut dalam pencarian.

Petugas langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi, sebelum membawa Sri Wahyuni ke Puskesmas Pitu. Kondisinya saat itu dilaporkan sangat lemah dan tubuhnya menggigil akibat terlalu lama berada di alam terbuka.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Sri Wahyuni berpamitan kepada keluarganya untuk buang hajat di sungai berjarak sekitar 80 meter dari rumah. Namun, hingga sore hari Sri tidak kunjung pulang. Ketika itu, cuaca saat itu sedang hujan deras dan debit air sungai meningkat.

Karena diduga korban terpeleset dan terseret arus sungai, tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Cantel hingga mengarah ke Bengawan Solo, namun hasilnya nihil hingga dua hari berikutnya. Koordinator Basarnas Unit Siaga Bojonegoro, Nanang Pujo, mengonfirmasi bahwa Sri Wahyuni ditemukan dalam kondisi hidup meski mengalami penurunan suhu tubuh.

“Kami mendapat laporan dari warga yang menemukannya. Saat dievakuasi, kondisinya masih sadar tapi lemah, jadi langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pitu AKP Basuki Rakhmad menduga korban sempat tersesat di area kebun tebu selama dua hari karena kondisi cuaca ekstrem. “Korban kemungkinan terjebak di kebun tebu akibat hujan deras dan sulitnya medan. Minim penerangan juga membuatnya sulit mencari jalan keluar,” ungkap Basuki.

Kini, Sri Wahyuni masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Pitu. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian resmi ditutup oleh tim gabungan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 210
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan bergerak cepat usai menerima laporan terkait ratusan sapi yang dimiliki warga terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sesuai laporan, setidaknya ada 33 ekor sapi mati hingga Senin (30/12/2024). Sementara, tahun 2024 ini tercatat sudah 781 kasus PMK yang telah dilaporkan. “Jadi dari ratusan yang dilaporkan, […]

    Bagikan
  • Harga Pangan di Magetan Stabil Selama Ramadan, Cabai Rawit Masih Tertinggi photo_camera 4

    Harga Pangan di Magetan Stabil Selama Ramadan, Cabai Rawit Masih Tertinggi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan (Saber Pangan) Jawa Timur melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan rangkaian pemantauan di sejumlah wilayah seperti Madiun, Lamongan, Tulungagung, Blitar, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, dan Nganjuk. Di Magetan, pemeriksaan difokuskan di Pasar […]

    Bagikan
  • Program Selantang Dorong Kemandirian dan Harapan Hidup Lebih Tinggi, Ratusan Lansia di Magetan Diwisuda

    Program Selantang Dorong Kemandirian dan Harapan Hidup Lebih Tinggi, Ratusan Lansia di Magetan Diwisuda

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Sebanyak 451 wisudawan dan wisudawati dari dua kecamatan resmi diwisuda langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, di Pendopo Surya Graha. Para peserta berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ngariboyo dan Kecamatan Magetan. […]

    Bagikan
  • Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Suasana jalan raya di wilayah Kabupaten Ngawi mendadak gaduh saat sekelompok pemuda melakukan konvoi ugal-ugalan yang meresahkan pengguna jalan lainnya. Aksi itu terjadi pada Minggu malam (15/06/2025) dan langsung ditindak oleh jajaran Polres Ngawi yang saat itu tengah menggelar patroli dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Petugas dengan sigap […]

    Bagikan
  • Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    Mobil Terbakar di Tol Caruban Madiun, Tiga Penumpang Selamat

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebuah mobil Ford Fiesta terbakar saat melintas di ruas Tol Nganjuk–Caruban, tepatnya di Jalur B KM 611+800, Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bagian kendaraan hangus terbakar. Kebakaran diduga bermula dari gangguan pada bagian mesin. Salah […]

    Bagikan
  • Tak Bisa Lagi Borong Jatah Pupuk, Penebusan Pupuk Subsidi di Madiun Harus Sesuai Musim Tanam

    Tak Bisa Lagi Borong Jatah Pupuk, Penebusan Pupuk Subsidi di Madiun Harus Sesuai Musim Tanam

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petani di Kabupaten Madiun kini tak bisa lagi leluasa menebus pupuk bersubsidi hanya berdasarkan alokasi yang tercantum dalam e-RDKK. Mulai 1 September 2026, penebusan pupuk dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pada musim tanam yang sedang berlangsung. Perubahan mekanisme ini merupakan bagian dari penataan penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah. Aturan tersebut mengacu pada […]

    Bagikan
expand_less