Berita Terkini
Trending Tags

Ribuan Jemaah Ikuti Tabligh Akbar 100 Tahun Gontor, Adi Hidayat Dorong Lahirnya Pembaru Umat

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ustaz Adi Hidayat ajak lahirkan pembaru umat Islam. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Lautan manusia memenuhi lapangan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Kamis (9/7/2026). Mahasiswa, santri, guru, alumni hingga masyarakat umum datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tabligh akbar bersama Ustaz Adi Hidayat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Milad ke-63 UNIDA Gontor.

Di hadapan ribuan jemaah, Ustaz Adi Hidayat mengajak seluruh civitas Gontor memaknai usia satu abad sebagai awal lahirnya pembaruan, bukan sekadar mengenang perjalanan panjang lembaga. Menurutnya, sejarah yang telah dibangun selama 100 tahun harus menjadi fondasi untuk menghasilkan karya dan pemikiran yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan hadis Nabi Muhammad SAW mengenai hadirnya seorang mujaddid atau pembaru pada setiap pergantian satu abad. Hadis itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk terus melahirkan gagasan, ilmu, dan solusi bagi umat.

“100 tahun Gontor, 100 tahun Darussalam, bukan sekadar pencapaian yang harus disyukuri, bukan sekadar hadiah yang harus dinikmati. Tapi di saat yang sama, 100 tahun itu adalah pijakan dari hadis Nabi untuk menyusun kebaruan-kebaruan yang dibutuhkan masyarakat di era kini,” ujar Adi Hidayat.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya para pembaru. Karena itu, tradisi keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas Gontor harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang diwariskan para pendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Hidayat juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri forum ulama internasional di Malaysia bersama mantan Mufti Mesir, Syekh Ali Jum’ah. Dari pembahasan mengenai Imam An-Nawawi, ia mengambil pelajaran bahwa sebuah daerah dapat dikenal dunia melalui keberkahan ilmu yang lahir dari tokoh-tokohnya.

Hal serupa, menurutnya, kini terjadi di Ponorogo. Nama Gontor telah melampaui batas wilayah administratif dan dikenal luas oleh masyarakat Muslim di berbagai negara karena kiprah pesantren yang telah berlangsung selama satu abad.

“Hari ini, setelah 100 tahun berdirinya, ada pondok namanya Darussalam. Tapi yang dikenal masyarakat bukan hanya nama pesantrennya, melainkan Gontor, Ponorogo. Itu menunjukkan bagaimana sebuah tempat bisa dikenal karena amal dan ilmu yang lahir darinya,” katanya.

Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan tabligh akbar menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dan Milad ke-63 UNIDA Gontor. Ia menyebut menghadirkan ulama nasional telah menjadi tradisi setiap peringatan besar di lingkungan Gontor.

Setelah sebelumnya menghadirkan Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das’ad Latif, kali ini panitia mengundang Ustaz Adi Hidayat sebagai penutup rangkaian syiar menjelang puncak perayaan satu abad Gontor pada September mendatang.

“Malam ini adalah syiar. Kalau sebelumnya ada hidangan untuk kebutuhan jasmani, malam ini adalah hidangan untuk hati dan jiwa kita. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa keberkahan bagi semuanya,” kata Hamid.

Hamid juga mengungkapkan apresiasinya kepada Ustaz Adi Hidayat yang tetap memenuhi undangan meski baru kembali dari Jepang. Menurutnya, kehadiran dai nasional tersebut menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi keluarga besar Gontor.

Ia berharap momentum satu abad tidak berhenti sebagai perayaan sejarah, tetapi menjadi penguat komitmen Gontor dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan mampu memberi manfaat bagi bangsa serta umat Islam di tingkat dunia. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    Harga Cabai Rawit di Ngawi Menembus Rp120 Ribu per Kilogram, Warga Mengeluh Beban Belanja Saat Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada awal Ramadan. Di Pasar Besar Ngawi, komoditas ini kini dijual Rp120 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp95 ribu. Kenaikan tersebut membuat harga cabai setara dengan harga daging sapi yang juga berada di kisaran Rp120 ribu per […]

    Bagikan
  • Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan pedagang pasar burung di Caruban Kabupaten Madiun mengeluhkan munculnya lalat disertai bau kurang sedap dari timbunan sampah. Sejak dua minggu ini, lokasi TPS di pasar burung tidak boleh dipakai membuang sampah. Larangan ditandai memakai bambu dan baner yang dipasang pada tembok TPS. Joko Harianto, salah satu pedagang burung mengaku sejak […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp135,82 miliar. Besarnya SILPA dinilai menjadi indikator masih rendahnya penyerapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Sorotan tersebut disampaikan Badan Anggaran DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang […]

    Bagikan
  • Cabdindik Madiun Monev Tahapan SPMB 2026, Temukan Salah Input Nilai Rapor dan Nilai TKA Belum Keluar

    Cabdindik Madiun Monev Tahapan SPMB 2026, Temukan Salah Input Nilai Rapor dan Nilai TKA Belum Keluar

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tahapan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 telah dilaksanakan sejak 28 Mei hingga 9 Juni mendatang. Pengambilan PIN dilakukan secara online melalui portal resmi SPMB Jatim dengan memasukkan data seperti NISN, NPSN sekolah asal, tanggal lahir, serta data Kartu Keluarga atau surat domisili. Setelah mengisi data, calon siswa […]

    Bagikan
  • PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    PSN di Kota Madiun Dikawal Ketat, Seluruh OPD Diminta Pantau Proyek hingga Proses di Kementerian

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperketat pengawalan pelaksanaan sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) agar seluruh program dapat terealisasi sesuai target. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif mengawal setiap tahapan proyek, mulai dari penyediaan lahan hingga proses koordinasi di tingkat kementerian. Instruksi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F […]

    Bagikan
  • Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi. Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan […]

    Bagikan
expand_less