150 Pelajar Nganjuk Diangkat Jadi Agen Keselamatan, Ini Langkah KAI Cegah Vandalisme KA
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 83
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Nganjuk – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat upaya pencegahan gangguan keamanan perjalanan kereta api. Kali ini, KAI menggandeng ratusan pelajar Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Fattah, Kabupaten Nganjuk, dalam kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api, Jumat (6/2/2026).
Sedikitnya 150 siswa mengikuti kegiatan yang diinisiasi Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) KAI Daop 7 Madiun tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sekolah MIS Al Fattah, M. Munir Utama bersama jajaran dewan guru.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa edukasi keselamatan kepada generasi muda merupakan langkah strategis untuk membangun budaya tertib dan aman di lingkungan perkeretaapian.
“Pelajar adalah agen perubahan keselamatan. Kami ingin menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik sejak dini. Tindakan kecil di sekitar jalur kereta api, seperti bermain di rel atau melempar batu ke kereta, bisa berdampak fatal dan mengancam keselamatan banyak orang,” ujar Tohari.
Edukasi Bahaya Vandalisme dan Aktivitas Berisiko

Dalam kegiatan tersebut, Tim Humas KAI Daop 7 Madiun memaparkan transformasi layanan KAI serta berbagai inovasi transportasi publik yang ramah bagi generasi muda. Sementara itu, Tim Pengamanan memberikan edukasi langsung terkait potensi bahaya di lingkungan perkeretaapian.
Materi yang disampaikan meliputi larangan beraktivitas di sekitar jalur kereta api, seperti bermain, berfoto, menerbangkan layang-layang, hingga meletakkan benda asing di atas rel.
“Siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya pelemparan kereta api yang dapat merusak sarana dan membahayakan penumpang serta petugas,” imbuhnya.
Tak kalah penting, KAI juga mengedukasi tata cara aman melintasi perlintasan sebidang dengan prinsip “Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan”, serta menegaskan bahwa vandalisme bukan sekadar kenakalan, melainkan pelanggaran yang mengganggu operasional dan keselamatan perjalanan kereta api.
Ratusan Siswa Ikrar Jadi Penjaga Keselamatan KA
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan pembacaan Janji Komitmen Siswa. Ratusan siswa MIS Al Fattah bersama kepala sekolah dan guru secara serentak berikrar untuk tidak melakukan vandalisme serta siap berperan aktif menjaga keamanan jalur kereta api di lingkungan sekitar.
“Sinergi antara KAI dan dunia pendidikan menjadi kunci terciptanya budaya disiplin dan keselamatan. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi tanggung jawab kita semua,” pungkas Tohari.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 7 Madiun berharap para pelajar dapat menjadi duta keselamatan sekaligus agen perubahan di masyarakat guna menciptakan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan bebas dari gangguan vandalisme.(Kris).
- Penulis: Kriswanto

