32 Peserta Berebut Tiket ke Bogor, Dandim Cup I Madiun Jadi Panggung Talenta Muda
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Turnamen Dandim Cup I Kota Madiun menjadi peluang bagi pesepak bola usia dini untuk menembus kompetisi tingkat lebih tinggi. Juara pertama dan kedua kategori kelompok umur (KU) 10 dan KU 12 berkesempatan melanjutkan persaingan di Pakansari, Bogor.
Turnamen bertajuk Grassroots Indonesia Road to Pakansari Bogor tersebut dibuka Komandan Kodim (Dandim) 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (10/10/2026). Kompetisi ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan diikuti 32 peserta dari Kota Madiun serta luar daerah.
Selain memperebutkan gelar juara, turnamen tersebut menjadi sarana penjaringan bibit atlet sepak bola sekaligus mengukur kemampuan pemain muda melalui pertandingan kompetitif.
Dandim 0803/Madiun Letkol Inf I Nyoman Adhisaputra mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, kompetisi usia dini diperlukan untuk menumbuhkan semangat olahraga dan mengembangkan potensi generasi muda.
“Terima kasih kepada seluruh pendukung atas terselenggaranya acara ini. Tidak lain dan tidak bukan, ini ajang untuk menumbuhkan semangat generasi muda, anak-anak kita semua,” ujarnya.
Ia berharap Dandim Cup I mampu melahirkan pemain potensial dari Kota Madiun yang dapat berkembang melalui pembinaan berkelanjutan.

“Khususnya di Kota Madiun ini bisa mendapatkan benih-benih, bibit-bibit yang unggul dalam persepakbolaan,” tambahnya.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang hadir dalam pembukaan menilai, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam pembinaan pesepak bola usia dini.
Menurutnya, anak-anak yang berlatih melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) membutuhkan kompetisi untuk mengasah kemampuan teknis, membangun kepercayaan diri, serta meningkatkan mental saat menghadapi lawan.
“Ini menjadi ajang untuk adik-adik, utamanya kelompok junior, untuk terus menggembleng mental bertanding,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Madiun, lanjutnya, menyiapkan dukungan terhadap keberlangsungan kompetisi kelompok umur pada 2027. Koordinasi dengan SSB, Kodim, dan instansi terkait akan dilakukan untuk menyiapkan tim serta membuka peluang penyelenggaraan turnamen berikutnya.
Langkah tersebut diharapkan membuat kompetisi sepak bola usia dini di Kota Madiun berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya melalui turnamen sesaat.
Dengan adanya kompetisi rutin, pembinaan pemain muda diharapkan semakin terarah. Selain meningkatkan kemampuan bermain, para peserta juga dapat memperoleh pengalaman bertanding dan kesiapan mental untuk melangkah ke jenjang sepak bola yang lebih tinggi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Krs/Diez





