Berita Terkini
Trending Tags

Transaksi Non Tunai di Kota Madiun Capai 440 Ribu, BI: Masyarakat Semakin Melek Digital

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peningkatan penggunaan Qris di Kota Madiun mengalami kenaikan, Foto : Surya – Sinergia 

Sinergia | Kota Madiun – Penggunaan transaksi non tunai di Kota Madiun terus menunjukkan perkembangan pesat. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis, menyebut peningkatan jumlah pengguna QRIS di Kota Madiun terbilang sangat signifikan dan menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah kerja BI Kediri.

Menurut Wihujeng, dari total sekitar 196 ribu penduduk, sebanyak 153 ribu warga Kota Madiun telah menggunakan layanan pembayaran non tunai melalui aplikasi mobile banking maupun QRIS. Hingga tahun 2025, tercatat ada 440 ribu transaksi QRIS yang dilakukan di wilayah Kota Madiun.

“Proporsinya mencapai sekitar 12 persen dari total wilayah kerja BI Kediri yang mencakup 13 kabupaten dan kota. Walaupun tidak besar secara wilayah, tetapi Madiun menempati peringkat ketiga tertinggi jumlah transaksi non tunai,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Pihak BI menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengembangan transaksi digital di Kota Madiun. Wihujeng juga mengaitkan tren positif ini dengan meningkatnya sektor pariwisata. Pada tahun 2024, kunjungan wisata ke Kota Madiun mencapai lebih dari dua juta orang, yang turut mendorong penggunaan transaksi digital.

“Ini menjadi opsi bagus bagi masyarakat untuk terus bertransaksi secara non tunai. Pergeseran dari tunai ke digital menunjukkan masyarakat semakin terbuka dan melek teknologi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wihujeng menjelaskan bahwa sistem pembayaran digital membawa banyak manfaat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 90 persen merchant QRIS di Madiun merupakan pelaku UMKM. Dengan sistem digital, mereka dapat bertransaksi secara cepat, aman, transparan, dan mudah dalam pengelolaan keuangan.

“Harapannya, dengan kemudahan dan transparansi ini, ekonomi Kota Madiun bisa tumbuh hingga 8 persen sesuai target,” pungkasnya. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi ! Seorang Warga di Ngawi jadi Korban Keganasan Tawon Vespa

    Lagi ! Seorang Warga di Ngawi jadi Korban Keganasan Tawon Vespa

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Korban jiwa akibat sengatan tawon vespa juga terjadi di Desa Poncol Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi. Sumarni (54) meninggal dunia setelah tersengat tawon dengan nama latin Vespa Affinis itu saat mencari rumput di hutan pada Rabu (05/02/2025). Korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Hastuti di Sragen, Jawa Tengah, namun nyawanya tidak tertolong dan […]

    Bagikan
  • Keluhan Pedagang Pasar Sayur ke Bupati Madiun, Drainase Jebol hingga Talang Air Hancur

    Keluhan Pedagang Pasar Sayur ke Bupati Madiun, Drainase Jebol hingga Talang Air Hancur

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kondisi infrastruktur di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, dikeluhkan para pedagang karena dinilai semakin memprihatinkan dan tidak layak pakai. Kerusakan terlihat mulai dari saluran drainase hingga talang air hujan yang disebut sudah rusak total. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air kerap meluap dan menggenangi area pasar yang dikenal sebagai […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • 2 Pelaku Spesialis Pencurian Motor  Rusak Kunci Dibekuk Polisi

    2 Pelaku Spesialis Pencurian Motor  Rusak Kunci Dibekuk Polisi

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – 2 Pelaku pencurian spesialis perusakan kunci motor dibekuk Tim Jatanras Satreskrim Polres Madiun Selasa (28/01/2025). Kedua pelaku memiliki peran berbeda selama melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Madiun.  Pelaku Doni Aris Saputro (48) warga Kelurahan Munggut Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun beraksi sejak bulan November 2024 hingga Januari 2025. Doni telah melakukan […]

    Bagikan
  • DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat segera menuntaskan pemutakhiran data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung. Langkah ini dinilai penting agar kondisi riil kasus pasung di Kabupaten Madiun bisa diketahui secara jelas. Desakan itu muncul setelah data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyebut Kabupaten Madiun menempati posisi […]

    Bagikan
  • Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

    Magetan Klaim Tak Lagi Kekurangan Guru, P3K Paruh Waktu Jadi Solusi

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Isu kekurangan guru yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan nasional disebut telah teratasi di Kabupaten Magetan. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dalam jumlah besar membuat kebutuhan tenaga kependidikan terisi secara optimal. “Dengan adanya P3K paruh waktu, insya Allah tenaga kependidikan […]

    Bagikan
expand_less