Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Sinkronisasi Program Pusat, Pemkot Madiun Alihkan Anggaran Incinerator dan Prioritaskan TPS 3R

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 341
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan tahun ini, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun memastikan penundaan pengadaan incinerator pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah adanya kepastian program pengentasan kawasan kumuh dari Pemerintah Pusat pada tahun depan dengan pagu Rp. 58 miliar.

“Ketika finalisasi pembahasan APBD kemarin, kita mendapat kabar bahwa ada kegiatan dari pemerintah pusat yang akan dijalankan di Kota Madiun. Untuk pengentasan kawasan kumuh pagunya sekitar Rp58 miliar, dan kita diminta menyediakan dana pendamping,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah, Senin (17/11/2025).

Dari usulan Kota Madiun tahun 2024 senilai Rp49 miliar, pemerintah pusat menyetujui sekitar Rp33 miliar yang sesuai dengan nomenklatur kegiatan. Salah satu komponennya adalah pembangunan TPS 3R di seluruh kelurahan.

Aflah menyebut keberadaan TPS 3R akan berdampak langsung pada sistem pengelolaan sampah kota. Karena itu, Pemkot memutuskan menunda incinerator sambil menunggu jumlah TPS 3R yang akan dibangun.

“Kalau TPS 3R terbangun, sampah sisa yang tidak bisa dikelola baru akan masuk incinerator. Jadi incinerator kita pending dulu menyesuaikan pembangunan TPS 3R,” jelasnya.

Ia menambahkan, TPS 3R nantinya terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih sebagai pengelola sampah. Pemerintah pusat bahkan mewajibkan daerah untuk mulai menerapkan retribusi sampah sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Sementara itu, terkait rencana incinerator, Aflah menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak melarang penggunaan incinerator, namun mewajibkan uji laboratorium setiap enam bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta per alat.

“Klausul uji lab berkala ini yang ingin kita masukkan sebagai syarat ke penyedia. Tapi waktu yang tersedia tidak cukup sehingga anggaran incinerator sekitar Rp16 miliar dimasukkan ke Silpa,” paparnya.

Selain itu, pemerintah pusat kini mendorong daerah mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi melalui program Wastu Energi, namun syaratnya kapasitas sampah minimal 1.000 ton per hari. Kota Madiun dinilai masih jauh dari target tersebut karena hanya menghasilkan sekitar 100 ton per hari.

Solusinya ialah memperkuat TPS 3R agar sampah rumah tangga dapat ditangani lebih maksimal, termasuk melalui program magotisasi dan komposting yang mendukung ketahanan pangan daerah.

Aflah juga memaparkan bahwa Kota Madiun memiliki sekitar 56.000 siswa, dengan perputaran anggaran bahan makanan sekitar Rp560 juta per hari melalui program makan bergizi. Pemkot berharap program pertanian keluarga seperti P2L dan pemanfaatan maggot dapat menopang kebutuhan pangan tersebut.

Ke depan, Pemkot akan mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan program 1 RT 10 juta untuk meningkatkan partisipasi warga dalam pengolahan sampah dari rumah.

“Masyarakat mau tidak mau harus andil. Sampah itu bisa menghasilkan uang. Ini peluang lapangan kerja yang bisa difasilitasi Koperasi Merah Putih,” tutup Aflah. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Berangkat Menuju ke Ma’tab Mina

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Berangkat Menuju ke Ma’tab Mina

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah | Mina – Perasaan mendebarkan dirasakan oleh seluruh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata jelang puncak haji tahun 1446 Hijriah. Pada 8 Dzulhijjah atau 4 Juni 2025 ini, jemaah berangkat menuju ke Ma’tab Mina atau penginapan untuk tempat bermalam jemaah haji di Mina, yang merupakan bagian dari rangkaian haji yang wajib dilakukan nantinya. […]

    Bagikan
  • Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Tolak Jalan Kampung Jadi Akses Tambang

    Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Tolak Jalan Kampung Jadi Akses Tambang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus berlanjut. Warga yang merasa terdampak mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada anggota DPRD Magetan yang datang menemui ataupun mendengar langsung keluhan masyarakat di lapangan. Sebagai bentuk protes sekaligus mencari perhatian pemerintah, dua warga terdampak, Dakun (60) […]

    Bagikan
  • Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    Produsen Tempe Tertekan Harga Kedelai, Permintaan Menurun hingga Ukuran Tempe Dikecilkan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo — Kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.500 per kilogram membuat para produsen tempe di Ponorogo, kelimpungan. Tak hanya dibayangi kerugian karena biaya produksi melonjak, mereka juga harus menghadapi turunnya permintaan pasar. Di Dusun Krajan, Desa Wotan, Kecamatan Pulung, para perajin tempe terpaksa mencari cara agar tetap bisa bertahan. Salah […]

    Bagikan
  • Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    Lagi, Kota Madiun Boyong Penghargaan ProKlim 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Awal Desember 2025, Kota Madiun memborong penghargaan tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, 3 RW di Kota Pecel mendapatkan penghargaan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) tahun 2025. Lebih dari itu, Wali Kota Madiun Maidi juga mendapatkan apresiasi pembina ProKlim. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah […]

    Bagikan
expand_less