Berita Terkini
Trending Tags

Cerita Supriyanto Lestarikan Seni Wayang Kulit Hingga Tembus Luar Jawa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Supriyanto (38), perajin wayang kulit, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Di tengah kian langkanya perajin wayang kulit, Supriyanto (38), warga Dukuh Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, menjadi salah satu sosok yang menjaga napas tradisi ini. Berawal dari kegemarannya menggambar di kertas duplek, kini karya tangannya telah merambah hingga Papua, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, bahkan Kalimantan.

Sejak SMP ia terbiasa menggambar tokoh-tokoh wayang, meski kala itu sama sekali belum mengenal bahan kulit maupun peralatan membuat wayang. Pertemuan dengan seorang guru yang juga pembuat wayang kulit kemudian menjadi titik balik baginya. Dari situlah ia memberanikan diri beralih dari media kertas ke kulit.

“Awalnya hanya coba-coba di rumah, lama-lama keterusan. Alhamdulillah, wayang buatan saya sudah sampai ke luar Jawa,” ujarnya, Senin (22/09/2025).

Harga wayang buatannya cukup beragam. Untuk satu tokoh bisa dibanderol mulai Rp400 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung bahan, ukuran, serta detail pengerjaan. Sementara wayang gunungan dengan cat emas asli bisa mencapai Rp5 juta. Menurutnya, salah satu komponen yang berpengaruh terhadap harga adalah pegangan berbahan tanduk kerbau.

“Sekarang tanduk kerbau makin sulit ditemukan, nilainya bisa sepertiga dari harga wayang,” jelasnya.

Meski kerajinannya bernilai ekonomis, Supriyanto tidak sepenuhnya menggantungkan hidup dari sana. Sehari-hari ia bekerja sebagai ASN PPPK di Kantor Urusan Agama (KUA) Plaosan. Pembuatan wayang ia lakukan sepulang kerja atau saat ada waktu senggang. Satu tokoh wayang rata-rata diselesaikan dalam satu hingga dua minggu.

Perihal pasar, ia menyebut kondisinya tidak selalu stabil. “Kalau sepi, paling hanya laku 1–3 tokoh per bulan. Kalau ramai bisa sampai lima. Biasanya yang paling diminati di kisaran Rp. 1,25 juta sampai Rp. 1,5 juta,” ungkapnya.

Di Magetan sendiri, menurut Supriyanto, jumlah perajin wayang kulit kian menipis. Saat ini hanya tersisa segelintir, sebagian besar sudah berusia lanjut. Minimnya regenerasi membuat tradisi ini terancam kehilangan pewaris.

“Pesanan biasanya datang dari dalang, pegiat seni, atau kolektor,” katanya.

Selain membuat wayang baru, ia juga menerima jasa perbaikan. “Bisa diperbaiki, tapi dilihat dulu tingkat kerusakannya,” tambahnya. Supriyanto pun berharap generasi muda ikut melestarikan kesenian ini.

“Semoga ada penerus, baik sebagai perajin maupun pencinta wayang kulit,” pungkasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peminat KA BIAS dari Stasiun Caruban Tunjukkan Tren Positif, Jadi Pilihan Warga Madiun

    Peminat KA BIAS dari Stasiun Caruban Tunjukkan Tren Positif, Jadi Pilihan Warga Madiun

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Layanan kereta api (KA) lokal BIAS dari Stasiun Caruban menunjukkan tren positif sejak pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 2025. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatat, okupansi penumpang cukup tinggi selama sebulan pertama. “Dalam periode 17 Agustus hingga 16 September 2025, jumlah okupansi keberangkatan dan kedatangan […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Program SPALDS, Tekan Stunting dan Tingkatkan Sanitasi

    Pemkab Madiun Genjot Program SPALDS, Tekan Stunting dan Tingkatkan Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus mengakselerasi upaya peningkatan layanan sanitasi di wilayahnya. Tahun 2025 ini, program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALDS) kembali digulirkan. Sebanyak 473 titik sanitasi ditargetkan terbangun, tersebar di 10 kecamatan. Bupati Madiun Hari Wuryanto secara simbolis menyerahkan pelaksanaan program tersebut kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    Sepanjang 2025, Kejari Kota Madiun Amankan Aset dan Keuangan Negara Lebih dari Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun mencatat capaian signifikan sepanjang 2025. Terhitung sejak Januari hingga 5 Desember 2025, Kejari berhasil menyelamatkan aset negara berupa objek tanah dan bangunan yang sebelumnya dikuasai pihak lain dengan nilai mencapai Rp2,256 miliar. Tidak hanya itu, Kejari Kota Madiun juga melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp322,6 […]

    Bagikan
  • Dana Operasional Belum Cair, 30 SPPG di Magetan Belum Beroperasi Lagi

    Dana Operasional Belum Cair, 30 SPPG di Magetan Belum Beroperasi Lagi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan serius pada awal tahun 2026. Meski masa libur sekolah telah berakhir, tidak semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali beroperasi. Hingga Kamis (8/1/2026), Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Magetan mencatat 10 SPPG telah beroperasi dan 30 titik lainnya tidak. Ketua Satgas […]

    Bagikan
  • Aksi May Day 2026 di Kota Madiun, Buruh Soroti Kesenjangan Upah hingga Tarif Ojol

    Aksi May Day 2026 di Kota Madiun, Buruh Soroti Kesenjangan Upah hingga Tarif Ojol

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026) di Alun-alun Kota Madiun. Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat dari personel Polres Madiun Kota dan TNI. Momentum Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei memang menjadi ajang […]

    Bagikan
  • Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti dunia seni dan budaya Ponorogo atas wafatnya Bikan Gondo Wiyono, maestro Reog yang dikenal sebagai pelestari sejati kesenian tradisional Ponorogo. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan seniman dan budayawan. Seperti yang dirasakan oleh Sudirman, budayawan sekaligus seniman Ponorogo, yang mengaku tak kuasa […]

    Bagikan
expand_less