
Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan pendirian 52 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga akhir 2025. Target ini menyusul bertambahnya unit SPPG yang sudah mulai beroperasi di sejumlah wilayah.
Salah satunya SPPG Polres Madiun di bawah naungan Yayasan Bhayangkari, yang telah menyalurkan 2.492 paket makanan bergizi gratis ke 24 sekolah di Kecamatan Wungu. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara dan jajaran Forkopimda sempat meninjau langsung proses pengolahan makanan sebelum paket tersebut dikirim ke sekolah, Senin (29/09/2025).
Hari Wuryanto mengatakan saat ini sudah ada 31 unit SPPG yang aktif. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai target 52 unit pada akhir 2025.
“Awalnya hanya ditarget 36 unit. Namun karena kebutuhan cukup besar dan pemerataan, jumlahnya akan ditambah menjadi 52. Insyaallah bisa tuntas Desember 2025,” kata Hari.
Pemkab Madiun juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga bidang pelayanan ibu hamil, menyusui, dan balita untuk memastikan keamanan makanan yang didistribusikan. Menurut Hari, setiap komplain atau masalah akan ditangani melalui mekanisme laporan resmi yang kini masih tahap uji coba.
Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bagian dari upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto.
“SPPG Polres Madiun ini yang pertama di kabupaten Madiun. Rencananya akan ada tambahan dua unit lagi di Kecamatan Mejayan dan Wungu. Dari tim Biddokkes juga ikut mengawasi kualitas makanan, termasuk memastikan bebas dari formalin maupun sianida,” pungkas AKBP Kemas.
Tova Pradana – Sinergia