Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Diduga Orderan Fiktif, Puluhan Ojol Geruduk Sepasang Remaja

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dua pelaku orderan fiktif di gelandang ke Polsek Taman, Foto : Istimewa

Sinergia | Kota Madiun – Seorang remaja perempuan berinisial P (17), warga Perum Tiara, Sragen, dan diduga kekasihnya berinisial MTA (22) dibawa ke Polsek Taman oleh puluhan ojek online (Ojol). Keduanya diduga terlibat dalam kasus penipuan bermodus orderan fiktif terhadap para driver ojol. Akibat perbuatanya tersebut, dinilai merugikan setidaknya delapan driver di Kota Madiun.

Koordinator Gojek Kota Madiun, Loid Darmanto (44) menyebutkan bahwa korban sementara berjumlah 8 orang. Ia juga menegaskan bahwa para driver mengalami kerugian sebesar Rp. 250 ribu per orang.

“Order fiktif ini sudah terjadi di Solo, Semarang, dan terakhir di Madiun. Ini sudah kami laporkan dan kami koordinasikan. Pelaku ini order dagangannya sendiri. Kemudian barang dikirim ke alamat yang tidak jelas,” terang Loid.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Kamis (15/05/2025) pukul 11.30 WIB ketika driver ojol yang mendapatkan orderan fiktif tersebut di salah satu penginapan yang ada di Kota Madiun. Para ojol yang geram pun mendatangi para pelaku dan meminta pertanggungjawaban. Karena tidak dapat memberikan tuntutan para ojol, keduanya pun dibawa ke Polsek Taman.

“Nanti untuk riwayat-riwayat ordernya akan kami mintakan ke kantor pusat. Itu nanti sebagai bukti untuk kami serahkan kepada kepolisian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Taman, AKP Jumianto Nugroho menjelaskan bahwa pelaku menggunakan aplikasi Gojek untuk membuat order fiktif layanan GoShop, dengan memesan barang dari toko online miliknya sendiri. Barang kemudian dikirim ke alamat yang tidak jelas, namun pelaku tetap mendapatkan uang penjualan dari sistem aplikasi, sementara para driver tidak menerima pembayaran dari pelanggan.

“Dia jual barang sendiri, lalu order sendiri lewat aplikasi. Tujuannya agar dagangannya terlihat laku. Tapi tempat pengiriman tidak jelas, dan akhirnya yang dirugikan adalah teman-teman driver,” ujar AKP Jumianto.

Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke Polres Madiun untuk penanganan lebih lanjut. Karena masih di bawah umur, kasus ini kini dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Madiun. Polisi masih mendalami motif dan kemungkinan adanya korban lain dalam kasus ini.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengusaha Serahkan Alsintan untuk Bayar Denda Pajak di KPP Pratama Ponorogo

    Pengusaha Serahkan Alsintan untuk Bayar Denda Pajak di KPP Pratama Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah perusahaan produsen alat mesin pertanian (alsintan) asal Madiun terpaksa menyerahkan empat unit mesin panen atau combine harvester sebagai jaminan tunggakan pajak. Ironisnya, mesin tersebut merupakan bagian dari ribuan unit alsintan yang pernah dijanjikan dibeli masa Presiden RI ke-7 Joko Widodo, namun hingga kini tak kunjung terwujud. Empat unit combine harvester […]

    Bagikan
  • Pedagang Pasar Pulung Keluhkan Kenaikan Harga Telur Ayam 

    Pedagang Pasar Pulung Keluhkan Kenaikan Harga Telur Ayam 

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga telur ayam di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terus mengalami kenaikan selama sepekan terakhir. Dari yang semula berada di kisaran Rp. 26.000 per kilogram, kini menembus antara Rp. 28.000 hingga Rp. 29.000 per kilogram. Kenaikan ini membuat sejumlah pedagang di pasar tradisional mulai merasakan dampaknya. Omzet penjualan menurun karena daya beli […]

    Bagikan
  • Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar sosialisasi barang kena cukai pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini melibatkan para pengemudi ojek online (ojol) se-Madiun Raya sebagai langkah memperluas pemahaman tentang peredaran barang ilegal, terutama rokok tanpa cukai. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Madiun Maidi, Wakil Wali Kota, Sekda Kota Madiun, serta narasumber dari Bea […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    DPRD dan Pemkot Madiun Bahas Soal Pemangkasan Dana Transfer Rp. 168 Miliar

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 Kota Madiun menghadapi tantangan besar. Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi transfer keuangan daerah (TKD) hingga sekitar Rp168 miliar. Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menyampaikan, hingga saat ini Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum menggelar pertemuan […]

    Bagikan
  • Kursi Ketua Askot PSSI Madiun Kosong, Wawali Minta Pembinaan Sepak Bola Tak Boleh Terhenti

    Kursi Ketua Askot PSSI Madiun Kosong, Wawali Minta Pembinaan Sepak Bola Tak Boleh Terhenti

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kekosongan kursi Ketua Askot PSSI Kota Madiun menjadi perhatian serius berbagai pihak. Jabatan yang hingga kini belum terisi itu dikhawatirkan mempengaruhi jalannya organisasi, termasuk pembinaan atlet muda di Kota Pendekar. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa kegiatan pembinaan tidak boleh terhambat hanya karena persoalan struktur kepengurusan. Menurutnya, […]

    Bagikan
  • Lantai Dua Pasar Baru Magetan Sepi, Disperindag Sebut Bukan Karena Infrastruktur

    Lantai Dua Pasar Baru Magetan Sepi, Disperindag Sebut Bukan Karena Infrastruktur

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lantai dua Pasar Baru Magetan tampak kian muram. Deretan los yang digembok rapat hingga kios kosong tanpa penghuni menjadi pemandangan sehari-hari. Aktivitas jual beli pun nyaris tak terlihat, membuat kawasan yang seharusnya menjadi pusat perdagangan justru seperti mati suri. Kondisi ini bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga memberi kesan kumuh pada […]

    Bagikan
expand_less