Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan. Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Puluhan petani di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendatangi kantor desa setempat. Mereka meminta kejelasan distribusi pupuk subsidi untuk musim tanam (MT) kedua yang hingga kini belum tersalurkan. Keterlambatan distribusi membuat para petani cemas. Pasalnya, pemupukan yang tidak tepat waktu dikhawatirkan berimbas pada menurunnya hasil panen, bahkan berpotensi gagal.

Permasalahan muncul setelah kios pupuk enggan menyalurkan jatah bagi petani Gebyog. Alasannya, masih ada tunggakan sekitar Rp. 2 juta dari pengambilan pupuk musim sebelumnya. “Kesulitan ini muncul ketika petani sudah harus melakukan pemupukan. Namun, pupuk tak bisa dicairkan karena ada tunggakan dari musim lalu. Padahal petani sudah merasa membayar sesuai dengan jatahnya,” ujar Giyanto, salah satu perwakilan petani.

Ia menjelaskan, tunggakan tersebut berasal dari sistem pengambilan pupuk sebelumnya. Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah dana itu menjadi tanggung jawab kios atau bagian dari mekanisme kelompok tani (poktan).

Agar pemupukan tidak semakin tertunda, petani bersama kios dan pihak desa akhirnya menyepakati solusi sementara. Tunggakan Rp. 2 juta itu ditutup menggunakan dana operasional kelompok tani yang bersumber dari iuran Rp. 10 ribu per kuintal gabah.

“Harusnya tunggakan ditanggung secara pribadi. Tapi agar kios tidak mengalami kerugian dan petani tetap bisa pupuk tepat waktu, dana operasional kelompok terpaksa digunakan,” tambah Giyanto.

Selain soal tunggakan, petani juga mengeluhkan dugaan praktik penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan alasan tambahan kas poktan. “Kami terbebani karena kios menjual di atas HET. Alasannya untuk kas kelompok, tapi jelas memberatkan,” kata seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Desa Gebyog, Suyanto, membenarkan adanya kebijakan darurat itu. Menurutnya, tunggakan tetap akan dilunasi secara bertahap oleh pengurus poktan. “Kami berkomitmen menyelesaikan tunggakan kepada kios. Selain itu, akan kami kumpulkan pengurus poktan lama bersama pihak kios agar jelas bagaimana pembagian pupuk sebelumnya dilakukan,” tegasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Pelamar Lolos Seleksi JPTP Pemkot Madiun, Formasi Kepala DPUPR Diperpanjang

    10 Pelamar Lolos Seleksi JPTP Pemkot Madiun, Formasi Kepala DPUPR Diperpanjang

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Persaingan untuk duduk di kursi empat jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Madiun mulai terang benderang. Dari 32 dokumen lamaran yang masuk dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) 2026, hanya 10 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Satu formasi bahkan harus diperpanjang yakni jabatan kepala […]

    Bagikan
  • Pulang ke Kampung Halaman, Bupati Madiun Bawa Layanan Gratis hingga Janji Revitalisasi Pasar Desa Dempelan

    Pulang ke Kampung Halaman, Bupati Madiun Bawa Layanan Gratis hingga Janji Revitalisasi Pasar Desa Dempelan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kepulangan Bupati Madiun Hari Wuryanto ke kampung masa kecilnya di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, menjadi lebih dari sekadar agenda nostalgia. Dalam program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) yang digelar pada 21–22 Juli 2026, Pemkab Madiun memboyong puluhan layanan publik gratis sekaligus membawa rencana penguatan infrastruktur dan pengembangan ekonomi desa. Seluruh […]

    Bagikan
  • Volume Sampah di Kota Madiun Meningkat 10 Persen Selama Libur Lebaran 2025

    Volume Sampah di Kota Madiun Meningkat 10 Persen Selama Libur Lebaran 2025

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Volume sampah di Kota Madiun mengalami peningkatan signifikan selama momentum libur Hari Raya Idulfitri 2025. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, jumlah sampah harian meningkat sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada hari biasa volume sampah berkisar antara 118 hingga 121 ton per hari, selama libur […]

    Bagikan
  • Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria asal Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, M. Mulyanto (51), kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah kedapatan memberikan laporan palsu ke polisi. Yang bersangkutan sebelumnya mengaku menjadi korban perampokan saat membawa uang selamatan sebesar Rp. 12,4 juta. Namun, belakangan terungkap, uang tersebut justru ia habiskan untuk […]

    Bagikan
  • Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

    Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana Sasa: Demokrasi Tidak Pernah Datang Gratis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan, Minggu (26/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan keberpihakan kepada rakyat. Acara diawali dengan doa bersama dan tahlil, kemudian […]

    Bagikan
  • Lonjakan Pengajuan PKKPR Koperasi Merah Putih, Pemkab Magetan Bersiap Revisi RTRW photo_camera 2

    Lonjakan Pengajuan PKKPR Koperasi Merah Putih, Pemkab Magetan Bersiap Revisi RTRW

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan melaporkan meningkatnya permohonan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari para pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga Selasa (3/2/2026), tercatat 50 titik KDKMP telah mengajukan permohonan tersebut, mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan revisi terhadap Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kepala […]

    Bagikan
expand_less