Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Rock Balancing, Meditasi Alam Menenangkan di Seloondo Ngawi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 304
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Yosef Dani Kurniawan salah satu pelaku seni rock balancing, Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Di tengah tren gaya hidup yang serba cepat, sejumlah orang mulai mencari cara baru untuk menenangkan diri. Salah satunya melalui rock balancing art, seni menyusun batu tanpa perekat hingga mencapai keseimbangan sempurna. Aktivitas ini bukan sekadar permainan, tetapi juga menjadi sarana meditasi dan latihan kesabaran.

Di Kabupaten Ngawi, seni unik ini bisa dijumpai di kawasan wisata alam Seloondo, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo. Di lokasi yang dikelilingi pepohonan rindang dan aliran sungai ini, para pegiat sering terlihat menyusun batu secara vertikal hingga membentuk komposisi yang tampak mustahil namun seimbang.

Salah satu pelaku seni rock balancing, Yosef Dani Kurniawan, mengatakan kegiatan ini tidak hanya mengandalkan keterampilan fisik, tetapi juga ketenangan batin. “Bagi saya, rock balancing adalah cara untuk menemukan keseimbangan hidup. Seni ini mengajarkan bagaimana menyeimbangkan batu tanpa bantuan apa pun hingga bisa berdiri tegak,” tutur Dani saat ditemui, Sabtu (25/10/2025).

Menurutnya, proses menyusun batu bisa berlangsung cepat atau memakan waktu lama, tergantung pada bentuk batu dan tingkat kesulitannya. “Kadang bisa selesai dalam hitungan detik, tapi bisa juga sampai satu jam lebih,” ujarnya.

Dani menambahkan, siapa pun bisa mencoba aktivitas ini — baik anak-anak maupun orang dewasa. Selain melatih konsentrasi, kegiatan ini juga menjadi sarana relaksasi seperti halnya yoga di alam terbuka. “Rock balancing sepenuhnya berpegang pada prinsip fisika. Kuncinya ada pada titik tumpu dan pusat gravitasi agar batu bisa berdiri stabil,” jelasnya.

Seni ini mulai dikenal di Ngawi sejak 2015, berawal dari kegiatan Sendang Ngiyom, dan kemudian berkembang hingga terselenggaranya Festival Gravitasi Bumi di Bumi Perkemahan Seloondo. Meski sempat vakum selama pandemi Covid-19, kini sejumlah pegiat mulai menghidupkannya kembali.

“Sebenarnya sudah banyak seniman rock balancing di Ngawi yang andal. Hanya saja, sampai sekarang belum ada wadah komunitas resmi,” kata Dani.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba, rock balancing bisa dilakukan di mana pun, asalkan tersedia batu-batu alam. Yang diperlukan hanyalah ketenangan, kesabaran, dan imajinasi untuk menemukan titik keseimbangan yang sempurna.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri, beberapa bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami perubahan harga yang cukup signifikan. Seperti di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang merah yang kembali naik dalam sepekan terakhir. Berdasarkan informasi dari pedagang, harga bawang merah yang semula Rp. 38.000 per kilogram kini mencapai […]

    Bagikan
  • MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa

    MPLS Sekolah Rakyat Madiun Dimulai 31 Juli, Puluhan Guru Bantu Disiapkan Untuk Bimbing Siswa

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebanyak 262 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Madiun dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Jumat, 31 Juli 2026. Selama dua hingga tiga pekan, para peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan dibekali proses adaptasi sebelum memulai pembelajaran di sekolah berkonsep asrama tersebut. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi […]

    Bagikan
  • Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

    Sumur Petani Berbusa, Limbah Dapur Program Gizi Diduga Jadi Penyebab

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, digegerkan munculnya fenomena tak biasa. Air sumur pertanian yang selama ini digunakan mengairi sawah tiba-tiba berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan bau tak sedap. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari pembuangan limbah dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalir ke saluran irigasi. Dalam dua […]

    Bagikan
  • Soroti Mundurnya Ahsan, Ketua DPRD Kota Madiun Minta Pengunduran Diri Pejabat Tak Langsung Disetujui

    Soroti Mundurnya Ahsan, Ketua DPRD Kota Madiun Minta Pengunduran Diri Pejabat Tak Langsung Disetujui

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ketua DPRD Kota Madiun Armaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tidak serta-merta menyetujui pengajuan pengunduran diri pejabat struktural hanya dengan alasan pribadi. Menurut dia, setiap pengajuan harus dikaji secara menyeluruh agar tidak menjadi preseden buruk di lingkungan birokrasi. Pernyataan itu disampaikan Armaya menanggapi pengunduran diri Ahsan Sri Hasto dari jabatan […]

    Bagikan
  • Kadispenad: TNI AD Berduka atas Insiden di Gupusmu II Puspalad, Lakukan Investigasi Menyeluruh

    Kadispenad: TNI AD Berduka atas Insiden di Gupusmu II Puspalad, Lakukan Investigasi Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Dikutip dari tniad.mil.id, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Kamis (16/7/2026). Kadispenad menegaskan, TNI AD berkomitmen menangani peristiwa tersebut […]

    Bagikan
  • Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Misteri kasus penusukan yang menewaskan Andik Kristanto (39), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Ngawi, akhirnya terungkap. Polisi memastikan tersangka bukan orang asing seperti yang sempat dikabarkan, melainkan Andika Rangga Pratama, pemilik angkringan tempat kejadian berlangsung. Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadhi, mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan Jumat (29/08/2025) dini hari sekitar […]

    Bagikan
expand_less