Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Teror ‘Pocong Jadi-Jadian’ di Magetan Terungkap, Ternyata Lima Pelajar SMP

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 478
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Teror pocong di Magetan ternyata ulah pelajar SMP. Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Aksi teror “pocong jadi-jadian” yang sempat membuat resah warga Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Polisi memastikan sosok yang terekam dalam foto dan video yang beredar di media sosial tersebut bukan makhluk gaib. Melainkan ulah lima pelajar SMP yang membuat konten demi mengikuti tren di media sosial.

Sebelumnya, warga dibuat geger setelah beredar foto sosok menyerupai pocong yang berdiri di depan salah satu rumah warga di Jalan Kalimantan, Kelurahan Tawanganom. Gambar tersebut dengan cepat menyebar melalui grup WhatsApp dan berbagai platform media sosial, memicu beragam spekulasi serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Magetan Kota segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas sosok di balik foto yang viral tersebut.

Kapolsek Magetan Kota AKP Ika Wardani mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat terkait unggahan foto yang menghebohkan warga.

“Setelah mendapat informasi dari postingan status WhatsApp masyarakat terkait adanya foto yang menyerupai pocong di Jalan Kalimantan, kami langsung menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku yang ternyata merupakan lima pelajar tingkat SMP di wilayah Magetan. Mereka sengaja membuat konten dengan menggunakan kostum menyerupai pocong untuk direkam dan dibagikan di media sosial.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, aksi tersebut dilakukan pada Sabtu malam (30/5/2026). Video dan foto hasil rekaman kemudian mulai beredar luas pada keesokan harinya hingga memunculkan keresahan di kalangan warga yang menganggapnya sebagai kejadian mistis.

Polisi kemudian memanggil dan meminta klarifikasi terhadap kelima pelajar tersebut pada Senin (1/6/2026) malam. Proses pembinaan dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Pemerintah Kelurahan Tawanganom, tokoh masyarakat, serta orang tua masing-masing pelajar.

“Telah dilakukan pembinaan terhadap lima orang terduga pembuat konten pocong bersama Forkopimca, Lurah Tawanganom, dan tokoh masyarakat. Rata-rata mereka masih berusia pelajar SMP,” jelas AKP Ika Wardani.

Karena para pelaku masih berstatus anak di bawah umur, kepolisian memilih pendekatan pembinaan daripada proses hukum.  Menurut polisi, motif para pelaku murni karena iseng dan ingin mengikuti tren konten yang sedang ramai di media sosial tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

“Tujuan mereka hanya iseng mengikuti tren. Karena masih kategori anak-anak, kami lakukan pembinaan dan pengawasan kami serahkan kembali kepada orang tua,” tambahnya.

Kapolsek Magetan Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi atau kejadian yang berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balon Udara Tanpa Awak Jatuh di Pemukiman Warga, Bara Api Menyala

    Balon Udara Tanpa Awak Jatuh di Pemukiman Warga, Bara Api Menyala

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah balon udara jatuh di pemukiman warga di Kelurahan Tonatan Kecamatan Kota, Ponorogo Jawa Timur pada Sabtu (07/06/2025) sekitar pukul 6.00 WIB. Jatuhnya balon udara itu terekam kamera warga dan viral di media sosial. Balon dengan tinggi sekitar 7 meter dan diameter 3 meter tersebut jatuh menimpa rumah milik Parni […]

    Bagikan
  • Residivis di Magetan Kembali Ditangkap, Diduga Curi Tiga HP dan Uang Rp70 Ribu

    Residivis di Magetan Kembali Ditangkap, Diduga Curi Tiga HP dan Uang Rp70 Ribu

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang residivis kasus pencurian kembali berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) di sebuah rumah warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Dalam aksinya, pelaku diduga membawa kabur tiga unit telepon seluler dan uang tunai milik korban. Pelaku berinisial AJ alias SOMAD, warga Kota Bandung, Jawa Barat, berdomisili […]

    Bagikan
  • Kesaksian Heri Tawang Soal Penjualan Tanah hingga Dana Umrah, Maidi Bantah Perintah Bentuk CV

    Kesaksian Heri Tawang Soal Penjualan Tanah hingga Dana Umrah, Maidi Bantah Perintah Bentuk CV

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Heri Purnawirawan alias Heri Tawang memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (30/7/2026). Di hadapan majelis hakim, Heri memaparkan keterlibatannya sebagai […]

    Bagikan
  • Terduga Pelaku Pembunuhan Masih Dibawah Umur, Ini Langkah Dinsos Kota Madiun

    Terduga Pelaku Pembunuhan Masih Dibawah Umur, Ini Langkah Dinsos Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peristiwa berdarah di Jalan Jolorante Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur menyisakan persoalan sosial, khususnya soal anak. Pasalnya, terduga pelaku berinisial MRA yang melakukan penusukan terhadap Verind Wibowo Putra (19) pada Kamis (01/01/2026) lalu masih berusia 16 tahun atau dibawah umur. Terduga pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Madiun […]

    Bagikan
  • Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

    Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Distribusikan 31 Ribu Liter Air Bersih

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD mencatat telah mendistribusikan sebanyak 31.000 liter air bersih kepada warga terdampak di dua wilayah. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan laporan mengenai kekeringan telah diterima dari […]

    Bagikan
  • Cegah Karhutla di Kalimantan Meluas, Kapten Tri dari Korem 081/DSJ Ingatkan Warga Soal Bahaya Api

    Cegah Karhutla di Kalimantan Meluas, Kapten Tri dari Korem 081/DSJ Ingatkan Warga Soal Bahaya Api

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kapuas Hulu — TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan. Tak hanya mengerahkan prajurit untuk membantu penanganan dan pemadaman di sejumlah titik kebakaran, TNI AD juga mengambil langkah preventif dengan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi […]

    Bagikan
expand_less