
Sinergia | Magetan – Kondisi Sungai Gandong Kidul di Dusun Babar, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini sangat memprihatinkan. Aliran sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah fungsi layaknya tempat pembuangan sampah.
Dari atas Jembatan Kranjang, tumpukan sampah terlihat jelas memenuhi aliran sungai. Mulai dari sisa sayuran, plastik kemasan, karung bekas, hingga limbah rumah tangga menumpuk di antara bebatuan. Selain menimbulkan bau tak sedap, sampah-sampah itu juga menghambat aliran air dan merusak pemandangan.
Seorang warga setempat, Andri, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan di sungai sudah terjadi cukup lama.
“Sekarang sungai ini sudah sangat kotor. Kadang ada mobil pick up yang berhenti di jembatan, lalu membuang karung berisi sampah langsung ke bawah. Sisa-sisanya sering tersangkut di pinggir sungai. Kami berharap ada tindakan tegas supaya sungai ini bisa bersih lagi,” ujar Andri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi pembuangan sampah umumnya terjadi pada malam atau dini hari saat kondisi jalan sepi. Pelakunya diduga berasal dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan dampak serius, terutama menjelang musim hujan. Tumpukan sampah berpotensi menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir di wilayah sekitar.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda penertiban atau pemasangan larangan pembuangan sampah di lokasi tersebut. Warga pun berharap pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan segera turun tangan.
Mereka meminta adanya langkah konkret seperti pemasangan spanduk larangan, patroli rutin, hingga pemberian sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan agar Sungai Gandong Kidul bisa kembali bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Kusnanto – Sinergia