
Sinergia | Magetan – Ketegangan mengenai proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di tubuh Fraksi PKB Magetan terus meningkat. Polemik internal yang awalnya dipandang sebagai persoalan administratif kini berubah menjadi perkara hukum serius. Hal itu setelah Ketua DPRD Magetan dilaporkan ke dua lembaga penegak hukum sekaligus.
Pada Senin (24/11/2025), Ketua LBH Parade Keadilan, Sumadi kembali mengambil langkah hukum lanjutan. Usai sebelumnya membuat laporan ke kepolisian, kini ia mendatangi Kejaksaan Negeri Magetan untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam proses PAW tersebut.
Sumadi hadir langsung di kantor Kejari dengan membawa berkas laporan. Ia menuding Ketua DPRD yang juga menjabat Ketua DPC PKB Magetan mengarahkan alur PAW demi kepentingan pribadi dan seorang calon PAW tertentu. Menurutnya, ada dugaan intervensi terhadap sejumlah lembaga daerah agar proses PAW tetap berjalan meski syarat administrasi belum lengkap.
“Dari yang kami amati, proses PAW ini seolah dipaksa berlangsung dan ada dorongan kuat agar semua pihak mengikuti skenario tertentu,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Lebih lanjut, ia menyebut adanya instruksi kepada Bupati Magetan agar tetap meneruskan berkas PAW ke Gubernur Jawa Timur, sementara persyaratannya masih dinilai bermasalah.
Sumadi menegaskan bahwa berbagai tindakan tersebut bukan hanya melanggar PP Nomor 12 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD. Namun juga diduga tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dasar pemerintahan yang baik.
“Kami menduga ada tekanan yang dilakukan Ketua DPRD kepada Sekretariat Dewan untuk segera memproses PAW. Termasuk ke KPU Magetan untuk tetap memvalidasi dokumen,” imbuhnya.
Kejaksaan Negeri Magetan tidak menampik adanya laporan tersebut. Kasi Intel Kejari Magetan, Muhammad Andy Sofyan, memastikan laporan sudah diterima.
“Memang ada laporan dari LBH Parade Keadilan pagi tadi. Dokumen masuk melalui PTSP, sudah diteruskan ke Kajari, dan tinggal menunggu arahan apakah ditangani Pidsus atau Intel,” jelasnya.
Dengan adanya pelaporan ke dua aparat penegak hukum, dinamika PAW PKB Magetan semakin jauh dari kata usai. Persoalan yang sebelumnya hanya dianggap sebagai gesekan internal partai kini mengarah pada proses hukum yang berpotensi panjang dan kompleks. Konflik ini pun tampaknya memasuki fase baru, dengan eskalasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu.(Nan/Krs).