Berita Terkini
Trending Tags

Waspadai Bencana Hidrometeorologi, BPBD Ponorogo Ingatkan Masyarakat Kesiapsiagaan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hujan dan angin kencang menerjang daerah Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat delapan kejadian bencana selama sepekan terakhir, terhitung sejak 21 – 27 Oktober 2025. Rinciannya, enam peristiwa tanah longsor dan dua bencana akibat cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan bahwa dari enam kejadian longsor di Bumi Reog, lima di antaranya menimpa rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, satu kejadian longsor juga menyebabkan talud jalan poros di Kecamatan Sawoo ambrol. Berdasarkan data BPBD, peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Tempuran dan Desa Sawoo di Kecamatan Sawoo, Desa Wagir Kidul di Kecamatan Pulung, Desa Wonodadi di Kecamatan Ngrayun, serta Desa Pupus di Kecamatan Ngebel.

Sementara itu, bencana cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di Desa Karangan dan Desa Sambirejo di Kecamatan Balong, serta Desa Sempu di Kecamatan Ngebel.

Image Not Found
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, Foto : Ega Patria – Sinergia

“Pada awal musim penghujan ini memang sering terjadi cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan hujan lebat. Kombinasi tersebut sering kali memicu tanah longsor, terutama di daerah lereng yang sebelumnya kering. Angin kencang juga menyebabkan banyak pohon tumbang,” ujar Masun, Selasa (28/10/2025).

Masun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan atau lereng. Ia menekankan pentingnya menjaga sistem drainase agar tidak tersumbat.

“Jika drainase tidak berfungsi dengan baik, air hujan akan meresap ke dalam tanah dan membuat struktur tanah menjadi gembur. Akibatnya, ikatan antarbutir tanah melemah dan berpotensi menyebabkan longsor,” jelasnya.

Menurutnya, faktor utama penyebab longsor bukan hanya kemiringan lereng, tetapi juga buruknya sistem drainase di sekitar pemukiman.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Moment Langka Warga Desa Sukolilo Madiun Guyub Rukun Swadaya Merehab Puskesmas

    Moment Langka Warga Desa Sukolilo Madiun Guyub Rukun Swadaya Merehab Puskesmas

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun : Fenomena langka ternyata masih terjadi di tengah hiruk pikuk serba modern. Warga Desa Sukolilo, Kec Jiwan, Kab Madiun, membuat gebrakan dan patut diapresiasi. Warga desa yang guyub rukun ini berhasil melakukan swadaya murni membangun Puskesmas Pembantu. Mereka bergotong royong merehab puskesmas agar bisa dimanfaatkan membuat nyaman warga sekitar serta sudah […]

    Bagikan
  • Harga Tomat Jatuh ke Rp 2.000 per Kg, Gubernur Jatim Instruksikan Pemda Serap Hasil Panen Petani

    Harga Tomat Jatuh ke Rp 2.000 per Kg, Gubernur Jatim Instruksikan Pemda Serap Hasil Panen Petani

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Harga tomat di Jawa Timur terus anjlok sejak Agustus 2025. Dari sebelumnya Rp. 6.000–7.000 per kilogram, kini petani hanya bisa menjual Rp. 2.000 per kilogram. Situasi ini membuat petani merugi, lantaran harga pokok penjualan tak sebanding dengan biaya produksi. Deflasi akibat overproduksi tomat tercatat di 14 kabupaten/kota di Jawa Timur, […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Madiun Kota Siagakan Personil Patroli Urai Kepadatan Lalin

    Satlantas Polres Madiun Kota Siagakan Personil Patroli Urai Kepadatan Lalin

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang arus mudik lebaran 2025, kepadatan arus lalu lintas menjadi atensi Satlantas Polres Madiun Kota. Titik-titik rawan kepadatan maupun rawan kecelakaan lalu lintas telah dipetakan. Titik kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di titik masuk wilayah Kota Madiun, baik dari arah Magetan, Kabupaten Madiun maupun Ponorogo. Kasat Lantas Polres Madiun Kota, […]

    Bagikan
  • Serunya Pelajar Ikuti Lomba Panahan Tradisional di Ponorogo

    Serunya Pelajar Ikuti Lomba Panahan Tradisional di Ponorogo

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan pelajar dari berbagai kota di se-Karesidenan Madiun memadati Lapangan Nongkodono, Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/07/2025). Mereka antusias mengikuti lomba panahan tradisional yang menjadi agenda tahunan dan selalu ramai peminat. Kejuaraan ini unik karena seluruh peserta diwajibkan menggunakan busur tradisional, tanpa alat bidik modern. Busur hanya mengandalkan tali […]

    Bagikan
  • Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Madiun Baru 29,41 Persen, Kota Madiun Tuntas 100 Persen

    Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Madiun Baru 29,41 Persen, Kota Madiun Tuntas 100 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Realisasi penyaluran bantuan pangan oleh Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madiun hingga pertengahan April 2026 baru mencapai 29,41 persen. Meski demikian, capaian di masing-masing daerah menunjukkan progres yang berbeda, dengan Kota Madiun telah tuntas 100 persen. Pimpinan Perum Bulog Kancab Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa distribusi bantuan pangan masih terus berjalan […]

    Bagikan
  • Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Baru Magetan Lantai 2 Bertahan Ditengah Ekonomi Lesu

    Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Baru Magetan Lantai 2 Bertahan Ditengah Ekonomi Lesu

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi lantai dua Pasar Baru Magetan kian memprihatinkan. Deretan los tampak tertutup rapat dengan gembok, sementara sebagian lainnya kosong tanpa penghuni. Situasi tersebut menjadi potret suram dari perputaran ekonomi yang tak kunjung bergairah di pusat perdagangan milik pemerintah daerah ini. Sejumlah pedagang mengaku hanya bisa bertahan meski pembeli jarang terlihat naik […]

    Bagikan
expand_less