
Sinergia | Magetan – Dugaan penganiayaan terhadap Ketua PCNU Magetan, KH Susanto Khoirul Fatwa, usai mengisi pengajian di Desa Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, memicu keprihatinan dari LBH Ansor Wilayah Mataraman. Koordinator LBH Ansor, Zainal Faizin, menyayangkan peristiwa terjadi pada Minggu (30/11/2025). Pihaknya mendesak terduga pelaku menunjukkan itikad baik sebelum langkah hukum ditempuh.
Menurut Zainal, insiden terjadi ketika KH Susanto selesai memberikan ceramah pada kegiatan Muslimat NU. Sebagaimana biasanya, sang kiai berpamitan dan bersalaman dengan jamaah, termasuk perangkat desa.
“Saat beliau hendak pulang, urutan terakhir bersalaman dengan kepala desa. Usai itu tiba-tiba muncul serangan ke arah belakang leher dan bagian bibir kanan,” jelasnya.
Zainal menegaskan materi ceramah yang disampaikan KH Susanto sama sekali tidak menimbulkan potensi gesekan. “Tidak ada hal yang sensitif. Beliau hanya membahas program Lazisnu dan itu sifatnya internal. Jadi kami pun belum memahami apa motif tindakan itu,” ujarnya.
Meski terjadi dugaan penganiayaan, LBH Ansor belum membawa perkara ini ke ranah hukum. Zainal menyebut mereka masih menunggu niat baik dari pihak oknum tersebut.
“Kami belum membuat laporan. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda komunikasi dari pihak yang bersangkutan. Kiai selalu mengedepankan adab dan menjaga martabat, jadi kami menyesuaikan sikap beliau,” ungkapnya.
LBH Ansor, sambung Zainal, siap memberikan pendampingan hukum apabila KH Susanto memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke pihak berwajib.
Hingga berita ini diterbitkan, kepala desa yang diduga terlibat belum memberikan tanggapan meski upaya konfirmasi telah dilakukan melalui jalur komunikasi daring.(Nan/Krs)