Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kasus penganiayaan terhadap pelajar SMP di Magetan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap BA (14), pelajar SMP di Magetan, memasuki fase baru. Hal itu setelah muncul kabar bahwa ayah korban, Sutrisno (40), merasa takut untuk membuat laporan resmi ke polisi. Padahal, video penganiayaan yang dialami anaknya telah beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan warganet.

Korban dipukuli, diikat, hingga bagian kepalanya diinjak oleh seorang warga yang menuduhnya hendak mencuri velg truk. Aksi main hakim sendiri ini menuai kecaman luas dari berbagai pihak.

Praktisi hukum sekaligus Direktur LPK Nusantara, Gunadi, menegaskan bahwa siapa saja yang mengetahui adanya kekerasan terhadap anak berhak membuat laporan ke polisi.

“Untuk pengaduan seperti ini tidak harus menunggu persetujuan orang tuanya. Yang penting proses penyidikan bisa berjalan karena aturan perlindungan anak memang membolehkan siapa pun melapor,” jelasnya, Rabu (03/12/2025).

Ia menambahkan, masyarakat, aktivis, maupun pengacara dapat langsung membuat laporan apabila menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, aturan tersebut dibuat untuk memastikan perlindungan maksimal bagi korban di bawah umur.

Kritik senada datang dari Beni Ardi, aktivis LSM Magetan Center. Ia menilai tindakan pemukulan yang dilakukan warga tidak dapat dibenarkan meskipun korban diduga melakukan pencurian.

“Kalau ada warga yang menangkap pelaku pencurian secara langsung, langkah yang benar adalah segera menyerahkan ke aparat. Kita hidup di negara hukum,” tutur Beni.

Ia menekankan bahwa posisinya bukan untuk membenarkan tindakan pencurian, melainkan menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak tetap merupakan tindak pidana.

Beni juga menyoroti tren meningkatnya kasus pencurian kecil yang melibatkan pelajar SMP. Menurutnya, persoalan ini harus disikapi serius oleh Dinas Pendidikan.

“Fenomena anak SMP yang terlibat pencurian perlu mendapat perhatian tegas. Dinas bisa rutin memberikan penyuluhan hukum sederhana bekerja sama dengan polsek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari pengamatan timnya, sebagian siswa melakukan tindakan nekat karena terdesak kebutuhan kuota internet untuk sekolah dan aktivitas digital, sementara sebagian orang tua belum memahami tekanan tersebut.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Periksa Puluhan Saksi Kasus Pokir, Termasuk 37 Pokmas

    Kejari Magetan Periksa Puluhan Saksi Kasus Pokir, Termasuk 37 Pokmas

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terus mendalami dugaan kasus penyimpangan program pokok pikiran (pokir) dengan memeriksa puluhan saksi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kelompok masyarakat (pokmas). Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan difokuskan pada pengumpulan keterangan saksi-saksi yang dinilai mengetahui alur […]

    Bagikan
  • Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    Viral! Empat Bocah Diduga Bobol Mushola dan Sekolah di Ngariboyo, Magetan

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan empat orang bocah diduga membobol mushola dan ruang penyimpanan alat musik di SD Negeri 4 Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Keempatnya tertangkap basah oleh warga pada Sabtu sore (10/5/2025), setelah sebelumnya melihat gerak-gerik mereka mencurigakan. Dalam unggahan yang beredar, tertulis bahwa keempat […]

    Bagikan
  • Jalani Assesment, Nasib Ratusan Pegawai PDAM Kab. Madiun di Tangan Tim Penguji

    Jalani Assesment, Nasib Ratusan Pegawai PDAM Kab. Madiun di Tangan Tim Penguji

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pegawai PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun serentak menjalani Assesment di ruang gedung Eka Kapti, Puspem di Kecamatan Mejayan, di mulai hari Sabtu (26/07/2025) pagi hingga Minggu besuk. Total pegawai Perumda yang ikut Assesment sebanyak 183 orang mulai setingkat Kabag, Kasubbag, staf maupun Pegawai Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Direktur […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Kantor Bupati Ponorogo, Bawa Tiga Koper Barang Bukti

    KPK Geledah Kantor Bupati Ponorogo, Bawa Tiga Koper Barang Bukti

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di kompleks Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025). Penggeledahan dilakukan di gedung Kantor Bupati Ponorogo di Jalan Alun-Alun Utara Sekitar pukul 11 siang. Setelah berlangsung sekitar lebih dari enam jam, tim penyidik KPK keluar dari gedung membawa tiga koper kecil berisi barang […]

    Bagikan
  • Ratusan Sekolah di Jatim Rusak, Dindik Petakan Fokus pada Kerusakan Sedang dan Berat

    Ratusan Sekolah di Jatim Rusak, Dindik Petakan Fokus pada Kerusakan Sedang dan Berat

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan ruang kelas sekolah di Jawa timur mengalami kerusakan infrastruktur. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tengah memetakan dengan fokus pada bangunan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa pemetaan dilakukan guna mengklasifikasikan tingkat kerusakan sekolah, sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan. “Saat […]

    Bagikan
  • Usai Insiden Dugaan Keracunan MBG, Wali Murid Minta Program MBG Dievaluasi

    Usai Insiden Dugaan Keracunan MBG, Wali Murid Minta Program MBG Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Rabu (26/11/2025). Kejadian yang berulang ini memicu kekhawatiran mendalam dari para wali murid. Kecemasan muncul terutama dari para orang tua siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Gemarang. Mereka menilai insiden keracunan tak lagi […]

    Bagikan
expand_less