
Sinergia | Magetan – Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, melakukan kunjungan dalam agenda “Petik Hasil Kampung Aku Hatinya PKK” di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan Rabu (03/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum menyampaikan pesan penting terkait ketahanan pangan keluarga dan keberhasilan Magetan dalam menekan angka stunting.
Arumi menegaskan bahwa program “Aku Hatinya PKK” bukan sekadar seremoni panen, tetapi merupakan gerakan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas pangan dan kesehatan keluarga. “Gerakan ini harus membawa dampak nyata. Alhamdulillah, angka stunting di Magetan turun dari 10% menjadi 6%,” ujar Arumi.
Ia juga memuji kekompakan PKK Magetan serta kokohnya semangat gotong royong masyarakat Poncol, salah satu alasan kecamatan itu dipilih sebagai lokasi kunjungan. “Saya senang melihat ibu-ibu di sini bekerja dengan penuh semangat. Poncol dipilih karena prestasinya luar biasa dan ini adalah buah dari kerja keras bersama,” tuturnya.
Dalam acara tersebut, Arumi menyerahkan sejumlah bantuan yang menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan PKK Jawa Timur terhadap daerah. Bantuan tersebut meliputi bibit tanaman, pohon alpukat, serta satu unit kolam lele berikut benihnya. Keseluruhan program ini juga turut melibatkan Pokja III PKK Jatim serta Dinas Pertanian dan Perikanan.
“Kami membawa dua bantuan, kolam lele dan bibitnya, serta pohon alpukat yang tadi sudah kita tanam bersama. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi penyemangat agar program tetap berjalan,” jelas Arumi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan utama program PKK bukan pada jumlah bibit atau hewan ternak, tetapi pada budaya gotong royong yang terus dipelihara warga. “Yang harus dipertahankan adalah gotong royongnya. Memulai program itu mudah, tetapi merawat, peduli, dan mendistribusikan hasilnya untuk warga yang membutuhkan itulah yang terpenting,” katanya.
Desa Gonggang dan Kecamatan Poncol tercatat memiliki sederet prestasi dalam pelaksanaan “Aku Hatinya PKK”, mulai dari juara tingkat kabupaten hingga meraih peringkat dua tingkat provinsi. Arumi mengungkapkan bahwa selama proses penilaian lomba, dirinya sengaja tidak terlibat demi menjaga objektivitas.
“Saya menahan diri untuk tidak ikut menilai agar hasilnya objektif. Setelah dinyatakan juara barulah saya berkunjung, dan ternyata memang layak diapresiasi,” ujarnya.
Arumi juga memaparkan gambaran umum prevalensi stunting di Jawa Timur yang kini berada di angka 14%. Dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, capaian tersebut dianggap cukup baik. “Kita penurunan stunting terbaik kedua se-Indonesia. Tapi ruang perbaikan selalu ada. Setiap daerah punya strategi berbeda sesuai kearifan lokalnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa target nasional penurunan stunting 5% pada 2045 hanya dapat dicapai dengan kerja sama semua pihak. “Saya butuh dukungan seluruh pihak. Strategi harus disesuaikan dengan karakter setiap wilayah, termasuk Magetan dan daerah lain di Madura,” tegas Arumi.
Kunjungan itu dikemas dengan rangkaian kegiatan, mulai dari menanam pohon, menebar benih lele, hingga memanen hasil Kampung “Aku Hatinya PKK” seperti cabai keriting, sawi, dan kangkung. Arumi dan rombongan juga meninjau stan UMKM desa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi keluarga.
Dengan kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap program “Aku Hatinya PKK” terus menjadi kekuatan penting dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan keluarga, serta upaya menekan angka stunting di Magetan dan seluruh Jawa Timur. (Nan/Krs)