
Sinergia | Kota Madiun – Narkotika menjadi musuh bersama. Narkoba bisa menjerumuskan siapapun, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu, Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan pemahaman pegawai terkait bahaya narkoba. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Gedung Diklat, Kamis (11/12/2025).
Terlebih, salah satu oknum ASN di Kota Madiun terjerumus kasus narkoba yang harus menjadi alarm bagi internal pemkot agar tidak terulang kembali. Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Madiun berencana menggelar tes urine massal bagi seluruh ASN pada tahun 2026. Menurut Bagus, pemeriksaan rutin merupakan upaya penting untuk menjaga integritas aparatur.
“Tahun 2026 kami akan melakukan tes urine dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan teman-teman tetap berada pada jalur yang benar,” ujarnya.
Meski demikian, Bagus menilai bahwa edukasi tetap menjadi kunci utama. Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman mendalam terkait risiko dan dampak buruk narkoba dibanding hanya mengandalkan sanksi. “Yang paling penting adalah sosialisasi mengenai dampaknya. Itu yang harus terus diingatkan,” tambahnya.
Di sisi lain, Bagus menyinggung soal belum adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) di Madiun. Saat ini, koordinasi penanganan narkoba di Kota Madiun masih terintegrasi dengan wilayah Nganjuk. Meski pembentukan BNNK sempat menjadi wacana, Bagus menyatakan bahwa kebutuhan tersebut masih dalam proses kajian.
“Kalau nanti dibentuk, tentu akan kami sesuaikan dengan kebutuhan di daerah. Untuk sementara, kami memaksimalkan peran tim P4GN di bawah koordinasi wali kota,” jelasnya.
Ia menuturkan, kondisi Kota Madiun yang relatif aman menjadi pertimbangan pembentukan BNNK belum menjadi prioritas utama. Namun, penguatan pengawasan di internal pemkot dan masyarakat tetap harus berjalan. Bagus juga mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan Kota Madiun tidak boleh tercoreng oleh kasus penyalahgunaan narkoba, baik di kalangan ASN maupun generasi muda.
“Perkembangan Kota Madiun ini luar biasa. Jangan sampai rusak karena satu dua pengguna yang bisa berdampak pada ratusan ribu masyarakat,” tegasnya.
Sebelum menutup, Bagus kembali mengimbau para pemuda untuk menjauhi narkoba karena dampaknya dapat menghancurkan masa depan. “Jangan sampai karena mencari kenikmatan sesaat, masa depan mereka hancur selamanya,” pungkasnya. (Sur/Krs).