
Sinergia | Madiun — Jalan Tol Ngawi–Kertosono kini tidak hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah di Jawa Timur bagian barat. Ruas tol yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) ini menghadirkan konektivitas yang semakin efisien, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah-daerah yang dilintasinya.
Keberadaan tol tersebut secara nyata mengubah pola perjalanan masyarakat. Jika sebelumnya akses menuju Madiun Raya dan kawasan wisata sekitarnya membutuhkan waktu tempuh yang relatif lama, kini perjalanan dapat dilakukan lebih singkat, aman, dan nyaman. Dampaknya, minat kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi lokal pun mengalami peningkatan signifikan.
Akses Jalan Tol Percepat Mobilitas dan Tingkatkan Daya Saing Daerah
Tol Ngawi–Kertosono menjadi jalur strategis penghubung antarwilayah di Jawa Timur, khususnya antara kawasan barat dan tengah. Akses tol ini memperlancar arus kendaraan pribadi, angkutan logistik, hingga mobilitas tenaga kerja lintas daerah.
Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri, Arie Irianto, menegaskan bahwa peran jalan tol tidak sebatas mempercepat perjalanan, tetapi juga meningkatkan daya saing daerah.
“Jalan Tol Ngawi–Kertosono memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dan wisatawan. Konektivitas yang semakin baik ini berdampak langsung pada peningkatan potensi pariwisata serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Arie Irianto, Jumat (13/12).
Dengan konektivitas yang lebih efisien, wilayah Madiun Raya kini semakin terintegrasi dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lainnya di Jawa Timur.
Destinasi Wisata Madiun Raya Kian Mudah Dijangkau
Di Kota Madiun, kehadiran Pahlawan Street Center (PSC) menjadi contoh nyata berkembangnya wisata perkotaan seiring kemudahan akses transportasi. Kawasan ini menawarkan konsep ruang publik modern yang dipadukan dengan sentra kuliner, hiburan, dan ikon sejarah.
Kemudahan akses melalui Tol Ngawi–Kertosono membuat PSC semakin ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional. Aktivitas wisata ini secara langsung menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Selain wisata kota, destinasi wisata alam seperti Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan dan Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo juga merasakan manfaat besar dari konektivitas tol. Perjalanan wisata yang lebih singkat dan nyaman meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung, baik secara individu maupun rombongan.
“Akses yang mudah menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kunjungan wisata. Hal ini membuka peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan potensi wisata alam dan budaya secara berkelanjutan,” jelas Arie Irianto.
Tol Ngawi–Kertosono Dorong Pertumbuhan UMKM dan Kuliner Lokal
Dampak positif jalan tol tidak berhenti pada sektor pariwisata. Keberadaannya juga mendorong pertumbuhan UMKM dan kuliner lokal di wilayah sekitar gerbang tol. Produk khas seperti pecel Madiun, brem, serta bluder kini lebih mudah dijangkau wisatawan dan pengguna jalan.
Distribusi produk lokal yang semakin lancar membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan arus kendaraan dari jalan tol untuk memperluas jaringan pemasaran, baik melalui gerai oleh-oleh maupun kerja sama distribusi.
“Kami melihat UMKM lokal semakin bergeliat. Jalan tol membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga produk-produk khas daerah dapat dikenal oleh masyarakat dari berbagai wilayah,” kata Arie.
Konektivitas Tol Perkuat Distribusi Logistik dan Aktivitas Industri
Selain sektor pariwisata dan UMKM, Tol Ngawi–Kertosono juga memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas industri dan distribusi logistik. Arus barang antarwilayah menjadi lebih lancar, efisien, dan terukur, sehingga mampu menekan biaya distribusi.
Mobilitas tenaga kerja antarwilayah pun semakin mudah, mendorong tumbuhnya kawasan industri dan perdagangan di sekitar Madiun Raya. Kondisi ini memperkuat struktur ekonomi daerah dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.
Di tengah meningkatnya volume lalu lintas, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri terus berkomitmen menjaga kualitas layanan jalan tol. Salah satu fokus utama adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), mencakup aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemeliharaan rutin, penguatan layanan lalu lintas, hingga peningkatan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.
“Kami terus mengoptimalkan operasional jalan tol agar pengguna merasa aman dan nyaman. Pemenuhan SPM menjadi komitmen utama kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Arie Irianto.
Jalan Tol sebagai Motor Penggerak Pembangunan Daerah
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, Jalan Tol Ngawi–Kertosono diharapkan terus menjadi motor penggerak pembangunan pariwisata dan ekonomi daerah di Jawa Timur. Sinergi antara infrastruktur, sektor pariwisata, UMKM, dan industri diyakini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, Tol Ngawi–Kertosono tidak hanya menjadi jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kemajuan daerah yang membuka peluang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.(Istimewa)